Kamis, 11 Maret 2010

PENYAKIT TULANG

Penyakit Jaringan Ikat Campuran

DEFINISI
Penyakit Jaringan Ikat Campuran adalah sekumpulan gejala yang mirip dengan beberapa penyakit jaringan ikat, seperti Lupus Eritematosus Sistemik, Skleroderma, Polimiositis dan Dermatomiositis.

Sekitar 80% kasus ini menyerang wanita dan biasanya terjadi pada usia 5-80 tahun.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, diduga merupakan suatu reaksi autoimun.

GEJALA
Gejala-gejalanya berupa:
Fenomena Raynaud (tangan dan kaki berbintik putih dan terasa nyeri bila kedinginan)
Artritis atau nyeri sendi
Pembengkakan tangan
Kelemahan otot-otot
Kesulitan menelan
Heartburn(rasa terbakar/rasa panas di dada)
Sesak nafas.

Fenomena Raynaud bisa mendahului gejala-gejala lainnya selama beberapa tahun sebelumnya.
Tanpa menghiraukan bagaimana awalnya, penyakit ini cenderung memburuk dan gejala-gejalanya menyebar ke beberapa bagian dari tubuh.
Tangan sering sangat membengkak, sehingga jari-jarinya tampak seperti sosis.
Kemerahan kulit yang berbentuk kupu-kupu dan agak keunguan, timbul di pipi dan hidung.
Juga bisa timbul bercak kemerahan pada buku-buku jari, pewarnaan ungu di kelopak mata dan pembuluh balik (vena) yang memberi gambaran laba-laba di muka dan tangan.
Rambut menipis dan bisa terjadi perubahan kulit yang mirip dengan skleroderma.
Sebagian besar penderita mengalami nyeri sendi dan 75% dari penderita mengalami peradangan dan nyeri yang mirip dengan artritis.
Penyakit ini merusak serat-serat otot, sehingga otot terasa lemah dan sakit, terutama otot bahu dan panggul.
Meskipun biasanya kerongkongan ikut terinfeksi, tetapi jarang menyebabkan kesulitan menelan dan tidak menimbulkan nyeri.
Cairan bisa terkumpul di dalam atau di sekeliling paru-paru.
Pada beberapa penderita, gangguan fungsi paru-paru merupakan masalah yang paling serius, menyebabkan sesak nafas selama penderita melakukan aktivitas dan mempengaruhi kerja jantung.
Kadang-kadang jantung melemah, menyebabkan kegagalan jantung.
Kegagalan jantung mengakibatkan penimbunan cairan, sesak nafas dan kelemahan.
Kerusakan pada ginjal dan saraf hanya terjadi pada 10% kasus, dan biasanya bersifat ringan.




Gejala lainnya bisa berupa demam, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri perut dan suara serak yang menetap.
Bisa timbul sindroma Sj?gren.
Sebagian besar penderita akan mengalami gejala-gejala yang lebih mirip dengan lupus atau skleroderma.

DIAGNOSA
Diduga suat penyakit jaringan ikat campuran, bila penderita menunjukkan beberapa gejala dari lupus eritematosus sistemik, skleroderma, polimiositis atau artritis rematoid; yang saling bertumpang tindih.
Pemeriksaan darah dilakukan untuk mengetahui adanya antibodi yang tidak biasa terhadap ribonukleoprotein, yang ditemukan pada hampir semua penderita penyakit ini.
Kadar tinggi dari antibodi ini tanpa adanya antibodi lain yang ditemukan pada lupus, merupakan petunjuk yang khas untuk penyakit ini.

PENGOBATAN
Pengobatannya mirip dengan lupus.
Kortikosteroid biasanya efektif, terutama jika penyakit terdiagnosis pada stadium dini.
Pada kasus yang ringan bisa diberikan aspirin, obat anti peradangan non-steroid lainnya, kuinakrin atau obat-obat yang serupa; atau kortikosteroid dalam dosis yang sangat rendah.
Makin berat penyakitnya, makin besar dosis kortikosteroid yang diperlukan.
Pada kasus yang berat, mungkin diperlukan obat-obat imunosupresan.
Secara umum, semakin berkembang penyakit ini, semakin besar kerusakan organ yang terjadi dan semakin kurang efektif pengobatannya.
Kerusakan kulit dan kerongkongan yang mirip dengan skleroderma, sangat tidak responsif terhadap pengobatan.
Periode bebas gejala bisa berlangsung selama beberapa tahun, dengan sedikit atau tanpa pengobatan kortikosterois yang berkelanjutan.






















Persendian Charcot

DEFINISI
Persendian Charcot (Penyakit Sendi Neuropatik) merupakan akibat dari kerusakan saraf yang mengganggu kemampuan seseorang untuk merasakan nyeri yang berasal dari suatu sendi, sehingga luka kecil dan patah tulang berulang terjadi tanpa disadari, sampai cedera yang terkumpul, secara permanen merusak sendi.

Sejumlah luka, penyakit dan keadaan, seperti kencing manis, penyakit tulang belakang dan sifilis, bisa mencederai saraf yang mengantarkan sensasi ke sendi. Sebagai akibatnya, seseorang tidak dapat merasakan nyeri pada sendi yang terkena.

GEJALA
Diperlukan waktu bertahun-tahun sebelum terjadinya kerusakan yang bisa menyebabkan kelainan fungsi sendi dan gejala-gejalanya.
Setelah gejalanya terjadi, penyakit ini akan berkembang sangat pesat sehingga sendi mengalami kerusakan dalam beberapa bulan.
Pada stadium awal, persendian Charcot sering dikelirukan dengan osteoartritis.
Kekakuan dan adanya cairan dalam sendi, sering terjadi.
Biasanya sendi tidak terasa nyeri atau tidak terlalu nyeri. Tetapi jika penyakit ini berkembang pesat, sendi bisa terasa sangat nyeri.
Biasanya sendi membengkak karena adanya cairan berlebih dan pertumbuhan tulang baru.
Sering terjadi kelainan bentuk, karena adanya patah tulang yang berulang, disertai peregangan dari ligamen yang menyebabkan tulang bergeser dari tempatnya.
Pecahan tulang bisa mengambang di sekeliling sendi, menyebabkan terdengarnya suara gemerisik jika sendi digerakkan.
Meskipun yang paling sering terkena adalah sendi lutut, tetapi penyakit ini juga bisa mengenai sendi manapun.
Pada penderita kencing manis (diabetes melitus), yang sering terkena adalah kaki.
Sendi yang terkena (biasanya satu dan tidak lebih dari 2 atau 3), tergantung dari lokasi kerusakan sarafnya.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan bila seseorang yang memiliki penyakit neurologis mengalami kerusakan sendi yang relatif tidak menimbulkan nyeri.
Gejala-gejala sendi biasanya timbul beberapa tahun setelah terjadinya kerusakan saraf.
Foto rontgen akan menunjukkan kerusakan sendi, yang sering berupa penumpukan/endapan kalsium dan pertumbuhan tulang abnormal.

PENGOBATAN
Kadang-kadang persendian Charcot bisa dicegah.
Pengobatan terhadap penyakit neurologis yang mendasarinya bisa memperlambat atau bahkan menghentikan perusakan sendi.






Kelemahan Otot

DEFINISI
Kelemahan Otot merupakan masalah yang sering terjadi, tetapi seringkali memberikan arti yang berbeda kepada setiap penderitanya.

Beberapa penderita hanya merasakan lelah. Tetapi pada kelemahan otot yang sejati, meskipun sudah berusaha sekuat tenaga, kekuatan yang normal tidak akan dicapai.
Kelemahan bisa terjadi di seluruh tubuh, atau hanya terbatas di satu lengan, tungkai, tangan atau jari tangan.

PENYEBAB
Kelemahan otot bisa disebebkan oleh kelainan di otot, tendon, tulang atau sendi; tetapi yang paling sering menyebabkan kelemahan otot adalah kelainan pada sistem saraf.
Kadang kelemahan otot terjadi setelah sembuh dari suatu penyakit dan seringkali timbul karena penuaan (sarkopenia).

Penyebab kelemahan otot

Penyebab
Contoh
Akibat
Kerusakan otak
Stroke atau tumor otak
Kelemahan atau kelumpuhan pada sisi yg berlawanan dengan otak yg mengalami kerusakan
Bisa mempengaruhi kemampuan berbicara, menelan, berfikir & kepribadian
Kerusakan medula spinalis
Cedera pada leher atau punggung, tumor medula spinalis, penyempitan saluran spinal, sklerosis multipel, mielitis transversus, kekurangan vitamin B12
Kelemahan atau kelumpuhan pada lengan dan tungkai, hilangnya rasa, nyeri punggung
Bisa mempengaruhi fungsi seksual, pencernaan & kandung kemih
Kemunduran saraf pada medula spinalis
Sklerosis lateral amiotrofik
Hilangnya kekuatan otot tanpa disertai oleh hilangnya rasa
Kerusakan akar saraf spinalis
Ruptur diskus di leher atau tulang belakang bagian bawah
Nyeri leher & kelemahan atau mati rasa di lengan, nyeri punggung bagian bawah, skiatika & kelemahan atau mati rasa pada tungkai
Kerusakan pada 1 saraf
(mononeuropati)
Neuropati diabetik, penekanan lokal
Kelemahan atau kelumpuhan otot & hilangnya rasa di daerah yg dipersarafi oleh saraf yg terkena


Kerusakan pada beberapa saraf
(polineuropati)
Diabetes, sindroma Guillain-Barr?, kekurangan folat, penyakit metabolik lainnya
Kelemahan atau kelumpuhan otot & hilangnya sensasi di daerah yg dipersarafi oleh saraf yg terkena
Kelainan pada neuromuscular junction
Miastenia gravis, keracunan kurare, sindroma Eaton-Lambert, keracunan insektisida
Kelumpuhan atau kelemahan pada beberapa otot
Penyakit otot
Penyakit Cudhenne (distrofi muskuler)
Infeksi atau peradangan (miositis virus akut, polimiositis)
Kelemahan otot yg progresif di seluruh tubuh
Nyeri dan kelemahan otot
Kelainan psikis
Depresi, gejala khayalan, histeria (reaksi konversi), fibromialgia
Kelemahan di seluruh tubuh, kelumpuhan tanpa kerusakan saraf

GEJALA
Atrofi (penciutan otot) bisa merupakan akibat dari:
- kerusakan otot atau sarafnya
- jarang digunakan (karena menjalani tirah baring dalam waktu yang lama).

Dalam keadaan normal, pembesaran otot (hipertrofi) bisa terjadi setelah melakukan olah raga beban.
Pada seseorang yang sakit, hipertrofi terjadi karena otot tersebut bekerja lebih berat untuk mengkompensasi kelemahan otot yang lainnya.
Pembesaran otot juga bisa terjadi jika jaringan otot yang normal digantikan oleh jaringan yang abnormal, seperti yang terjadi pada amiloidosis dan kelainan otot bawaan tertentu (misalnya miotonia kongenital).

Fasikulasi (kedutan otot dibawah kulit yang tidak teratur dan tampak dari luar) biasanya menunjukkan kelainan saraf, meskipun kadang terjadi pada orang yang sehat (terutama jika gugup atau kedinginan) dan sering terjadi pada otot betis dari orang tua.
Otot yang tidak dapat mengendur (miotonia) biasanya menunjukkan adanya kelainan pada otot, bukan pada sarafnya.

Membedakan kelemahan otot berdasarkan sumbernya

Kelainan Saraf
Kelainan Otot
Otot mengecil tetapi lebih kuat
Otot lebih lemah
Terjadi kedutan otot dibawah kulit
Kedutan otot tidak terjadi dibawah kulit
Refleks menurun atau hilang sama sekali
REfleks tetap ada meskipun otot sangat lemah
Hilangnya rasa di seluruh otot yg melemah
Rasa (sentuh & hangat) normal tetapi terdapat nyeri tumpul



DIAGNOSA
Pemeriksaan otot dilakukan secara sistematis, mulai dari wajah dan leher, lalu lengan dan akhirnya tungkai.
Dalam keadaan normal, seseorang dapat menahan rentangan lengannya selama beberapa menit tanpa gemetaran. Ketidakmampuan menahan lengan dengan kokoh bisa merupakan pertanda adanya kelemahan otot.
Kekuatan melawan tahanan diuji dengan mendorong atau menarik dari arah yang berlawanan.

Tes fungsional dilakukan dengan meminta penderita melakukan hal-hal berikut:
- bangkit dari kursi tanpa bantuan lengan
- jongkok dan bangkit dari jongkok
- berdiri diatas jari kaki dan tumit
- menggenggam benda.

Dalam keadaan normal, otot bersifat kokoh tetapi tidak keras dan licin, tidak berbenjol-benjol.
Pemeriksaan neurologis menyeluruh bisa membantu menentukan berbagai kelainan rasa, koordinasi, gerakan motor dan refleks.
Uji kecepatan penghantaran saraf bisa membantu menentukan fungsi saraf.
Elektromiogram dilakukan untuk menentukan kelainan otot.

Jika kelainan terletak pada otot, maka bisa dilakukan biopsi otot untuk diperiksa dibawah mikroskop.
Pemeriksaan darah digunakan untuk menentukan laju endah darah (yang akan meningkat jika terjadi peradangan) dan kadar kreatin kinase (enzim otot yang dilepaskan ke dalam aliran darah jika terjadi kerusakan otot).

PENGOBATAN
Pengobatan tergantung kepada penyebabnya.





















Distrofi Otot Duchenne & Becker

DEFINISI
Distrofi Otot Duchenne & Becker adalah penyakit yang menyebabkan kelemahan pada otot-otot yang dekat dengan batang tubuh.

PENYEBAB
Kelainan gen yang menyebabkan distrofi otot Duchenne berbeda dengan kelainan gen yang menyebabkan distrofi otot Becker, tetapi keduanya terjadi pada gen yang sama.
Gen ini bersifat resesif dan dibawa oleh kromosom X.
Seorang wanita bisa membawa gen ini tetapi tidak menderita penyakitnya karena kromosom X yang normal dapat mengkompensasi kelainan gen dari kromosom X yang lainnya.
Setiap laki-laki yang menerima kromosom X yang cacat akan menderita penyakit ini.
Anak laki-laki yang menderita distrofi otot Duchenne mengalami kekurangan protein otot yang penting, yaitu distrofin, yang diduga berperan dalam mempertahankan struktur sel-sel otot.
20-30 diantara 100.000 bayi laki-laki yang lahir, menderita distrofi otot Duchenne.
Anak laki-laki yang menderita distrofi otot Becker menghasilkan distrofin tetapi ukurannya terlalu besar dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Penyakit ini terjadi pada 3 dari setiap 100.000 anak laki-laki.

GEJALA
Distrofi Otot Duchenne
Biasanya pertama kali terjadi pada anak laki-laki berusia 3-7 tahun, berupa kelemahan di dalam atau di sekitar pinggul.
Biasanya diikuti oleh kelemahan di otot bahu dan semakin parah.
Selain mengalami kelemahan, otot juga membesar, tetapi jaringan ototnya tidak kuat.
Pada sekitar 90% penderita juga terjadi pembesaran dan kelemahan otot jantung, menyebabkan kelainan denyut jantung yang bisa terlihat pada pemeriksaan EKG.
Penderita berjalan seperti bebek, sering terjatuh, mengalami kesulitan dalam menaiki tangga dan mengalami kesulitan ketika bangkit dari posisi duduk.
Otot-otot lengan dan tungkai biasanya mengkerut di sekitar sendi, sehingga sikut dan lutut tidak dapat diluruskan sepenuhnya.
Pada akhirnya bisa terjadi kelainan lengkung tulang belakang (skoliosis).
Pada usia 10-12 tahun, sebagian besar penderita harus duduk di kursi roda.
Kelemahan yang semakin memburuk juga menyebabkan penderita mudah terserang pneumonia dan penyakit lainnya, dan banyak yang meninggal pada usia 20 tahun.

Distrofi Otot Becker
Gejalanya menyerupai distrofi otot Duchenne, tetapi lebih ringan.
Gejala pertama kali muncul pada usia 10 tahun.
Ketika mencapai usia 16 tahun, sangat sedikit penderita yang harus duduk di kursi roda dan lebih dari 90% yang bertahan hidup sampai usia 20 tahun.

DISTROFI OTOT LAINNYA
Distrofi Otot Landouzy-Dejerine diturunkan melalui gen autosomal dominan; karena itu hanya 1 gen abnormal yang bisa menyebabkan penyakit dan bisa terjadi baik pada pria maupun wanita.

Penyakit ini biasanya mulai timbul pada usia 7-20 tahun.
Yang selalu terkena adalah otot wajah dan bahu, sehingga penderita mengalami kesulitan dalam mengangkat lengannya, bersiul atau menutup matanya rapat-rapat.
Beberapa penderita juga mengalami kelemahan pada tungkai bawahnya, sehingga sulit menekuk kaki ke arah pergelangan kaki (footdrop, kaki terkulai).
Kelemahan yang terjadi biasanya tidak terlalu berat dan penderita memiliki harapan hidup yang normal.
Distrofi Otot Limb-girdle menyebabkan kelemahan pada otot pinggul (distrofi otot Leyden-M?bius) atau otot bahu (distrofi otot Erb).
Penyakit keturunan ini biasanya baru muncul pada masa dewasa dan jarang menyebabkan kelemahan yang hebat.
Miopati mitokondrial merupakan penyakit otot turunan yang terjadi jika gen yang salah di dalam mitokondria (sumber energi untuk sel) diturunkan melalui sitoplasma pada sel telur ibu.
Mitokondria membawa gennya sendiri. Pada proses pembuahan sperma tidak memberikan mitokondrianya, maka semua gen mitokondria berasal dari ibu. Karena itu penyakit ini tidak pernah diturunkan dari bapak.
Penyakit ini kadang menyebabkan kelemahan pada sekelompok otot saja, misalnya pada otot mata (oftalmoplegia).

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Pemeriksaan darah menunjukkan adanya peningkatan enzim kreatinin kinase yang keluar dar sel-sel otot.
Tetapi peningkatan kadar enzim tersebut tidak selalu menunjukkan adanya distrofi otot karena bisa juga disebabkan oleh penyakit otot lainnya.
Dilakukan biopsi otot untuk menyakinkan diagnosis.
Pemeriksaan mikroskopis menunjukkan jaringan yangmati dan serat-serat otot yang lebar secara abnormal.
Pada stadium lanjut, jaringan otot yang mati digantikan oleh lemak dan jaringan lainnya.
Untuk memperkuat diagnosis distrofi otot Duchenne dilakukan elektromiografi dan penilaian penghantaran saraf.

PENGOBATAN
Distrofi otot Duchenne dan Becker bisa disembuhkan.
Terapi fisik dan latihan akan membantu mencegah pengkerutan otot yang menetap di sekitar sendi.
Kadang perlu dilakukan pembedahan untuk meringankan nyeri otot.
Pengobatan yang masih dalam taraf penelitian adalah:
− Prednison (kortikosteroid) yang untuk sementara waktu bisa meringankan kelemahan otot
− Terapi genetik yang memungkinkan otot bisa menghasilkan distrofin.

PENCEGAHAN
Seseorang yang menderita distrofi otot Duchenne atau Becker dianjurkan untuk melakukan konsultasi genetik untuk mengetahui kemungkinan mewariskan rantai penyakit ini kepada anaknya.




Kelumpuhan Berkala

DEFINISI
Kelumpuhan Berkala adalah sekumpulan kelainan yang menyebabkan serangan kelemahan dan kelumpuhan mendadak.
Selama suatu serangan kelumpuhan berkala, otot-otot tidak memberikan respon terhadap impuls saraf yang normal atau bahkan terhadap rangsangan buatan dari alat elektronik.
Serangan ini berbeda dari kejang, karena penderita tetap sadar dan waspada.

PENYEBAB
Merupakan penyakit keturunan yang bersifat autosom dominan.
Bentuk penyakit ini bervariasi pada setiap keluarga:
Tipe hiperkalemik, kelumpuhan berhubungan dengan kadar kalium yang tinggi di dalam darah (hiperkalemia)
Tipe hipokalemik, kelumpuhan berhubungan dengan rendahnya kadar kalium dalam darah (hipokalemia).

GEJALA
Ketika terbangung di pagi hari (setelah sehari sebelumnya melakukan olah raga berat), penderita merasakan kelemahan pada sekelompok otot tertentu atau pada lengan dan tungkai.
Kelemahan ini biasanya berlangsung selama 1-2 hari.
Pada tipe hipokalemik, serangan biasanya muncul pertama kali pada usia 20an atau 30an.
Serangan berlangsung lebih lama dan lebih hebat.
Beberapa penderita tipe hipokalemik cenderung mengalami serangan kelumpuhan setelah sehari sebelumnya memakan makanan kaya karbohidrat, tetapi berpuasa juga bisa memicu terjadinya serangan.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya.
Pemeriksaan darah bisa dilakukan untuk mengetahui kadar kalium.
Pemeriksaan fungsi kelenjar tiroid dan pemeriksaan tambahan lainnya dilakukan untuk meyakinkan bahwa kadar kalium yang abnormal bukan disebabkan oleh penyakit lain.

PENGOBATAN
Untuk mencegah serangan, baik karena hipokalemia ataupun karena hiperkalemia, bisa diberikan asetazolamid (obat yang merubah keasaman darah).
Jika selama serangan kadar kaliumnya turun, maka diberikan kalium klorida dalam larutan tanpa pemanis.
Biasanya gejala akan mereda dalam waktu 1 jam.

PENCEGAHAN
Penderita tipe hipokalemik sebaiknya menghindari makanan kaya karbohidrat dan olah raga yang terlalu berat.
Penderita tipe hiperkalemik bisa mencegah terjadinya serangan dengan sering makan makanan kaya karbohidrat dan rendah kalium.


Polio

DEFINISI
Polio (Poliomielitis) adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang menyerang seluruh tubuh (termasuk otot dan saraf) dan bisa menyebabkan kelemahan otot yang sifatnya permanen, kelumpuhan atau kematian.

PENYEBAB
Penyebabnya adalah virus polio.
Penularan virus terjadi melalui beberapa cara:
- Secara langsung dari orang ke orang
- Melalui percikan ludah penderita
- Melalui tinja penderita.
Virus masuk melalui mulut dan hidung, berkembangbiak di dalam tenggorokan dan saluran pencernaan, lalu diserap dan diserbarkan melalui sistem pembuluh darah dan pembuluh getah bening.

Resiko terjadinya polio:
Belum mendapatkan imunisasi polio
Bepergian ke daerah yang masih sering ditemukan polio
Kehamilan
Usia sangat lanjut atau sangat muda
Luka di mulut/hidung/tenggorokan (misalnya baru menjalani pengangkatan amandel atau pencabutan gigi)
Stres atau kelelahan fisik yang luar biasa (karena stres emosi dan fisik dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh).

GEJALA
Terdapat 3 pola dasar pada infeksi polio:
- Infeksi subklinis
- Non-paralitik
- Paralitik.
95% kasus merupakan infeksi subklinis.
Poliomielitis klinis menyerang sistem saraf pusat (otak dan korda spinalis) serta erbagi menjadi non-paralitik serta paralitik. Infeksi klinis bisa terjadi setelah penderita sembuh dari suatu infeksi subklinis.

1. Infeksi subklinis (tanpa gejala atau gejala berlangsung selama kurang dari 72 jam)
- demam ringan
- sakit kepala
- tidak enak badan
- nyeri tenggorokan
- tenggorokan tampak merah
- muntah.






2. Poliomielitis non-paralitik (gejala berlangsung selama 1-2 minggu)
- demam sedang
- sakit kepala
- kaku kuduk
- muntah
- diare
- kelelahan yang luar biasa
- rewel
- nyeri atau kaku punggung, lengan, tungkai, perut
- kejang dan nyeri otot
- nyeri leher
- nyeri leher bagian depan
- kaku kuduk
- nyeri punggung
- nyeri tungkai (otot betis)
- ruam kulit atau luka di kulit yang terasa nyeri
- kekakuan otot.

3. Poliomielitis paralitik
- demam timbul 5-7 hari sebelum gejala lainnya
- sakit kepala
- kaku kuduk dan punggung
- kelemahan otot asimetrik
- onsetnya cepat
- segera berkembang menjadi kelumpuhan
- lokasinya tergantung kepada bagian korda spinalis yang terkena
- perasaan ganjil/aneh di daerah yang terkena (seperti tertusuk jarum)
- peka terhadap sentuhan (sentuhan ringan bisa menimbulkan nyeri)
- sulit untuk memulai proses berkemih
- sembelit
- perut kembung
- gangguan menelan
- nyeri otot
- kejang otot, terutama otot betis, leher atau punggung
- ngiler
- gangguan pernafasan
- rewel atau tidak dapat mengendalikan emosi
- refleks Babinski positif.

KOMPLIKASI
Komplikasi yang paling berat adalah kelumpuhan yang menetap. Kelumpuhan terjadi sebanyak kurang dari 1 dari setiap 100 kasus, tetapi kelemahan satu atau beberapa otot, sering ditemukan.

Kadang bagian dari otak yang berfungsi mengatur pernafasan terserang polio, sehingga terjadi kelemahan atau kelumpuhan pada otot dada.

Beberapa penderita mengalami komplikasi 20-30 tahun setelah terserang polio. Keadaan ini disebut sindroma post-poliomielitis, yang terdiri dari kelemahan otot yang progresif, yang seringkali menyebabkan kelumpuhan.



































DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan pemeriksaan terhadap contoh tinja untuk mencari poliovirus dan pemeriksaan terhadap darah untuk menentukan titer antibodi.
Pembiakan virus diambil dari lendir tenggorokan, tinja atau cairan serebrospinal.
Pemeriksan rutin terhadap cairan serebrospinal memberikan hasil yang normal atau tekanan, protein serta sel darah putihnya agak meningkat.

PENGOBATAN
Polio tidak dapat disembuhkan dan obat anti-virus tidak mempengaruhi perjalanan penyakit ini.
Jika otot-otot pernafasan menjadi lemah, bisa digunakan ventilator.
Tujuan utama pengobatan adalah mengontrol gejala sewaktu infeksi berlangsung. Perlengkapan medis vital untuk menyelamatkan nyawa, teruatma membantu pernafasan mungkin diperlukan pada kasus yang parah. Jika terjadi infeksi saluran kemih, diberikan antibiotik.
Untuk mengurangi sakit kepala, nyeri dan kejang otot, bisa diberikan obat pereda nyeri. Kejang dan nyeri otot juga bisa dikurangi dengan kompres hangat.
Untuk memaksimalkan pemulihan kekuatan dan fungsi otot mungkin perlu dilakukan terapi fisik, pemakaian sepatu korektif atau penyangga maupun pembedahan ortopedik.

PROGNOSIS
Prognosis tergantung kepada jenis polio (subklinis, non-paralitik atau paralitik) dan bagian tubuh yang terkena.
Jika tidak menyerang otak dan korda spinalis, kemungkinan akan terjadi pemulihan total.
Jika menyerang otak atau korda spinalis, merupakan suatu keadaan gawat darurat yang mungkin akan menyebabkan kelumpuhan atau kematian (biasanya akbiat gangguan pernafasan).

PENCEGAHAN
Vaksin polio merupakan bagian dari imunisasi rutin pada masa kanak-kanak.
Terdapat 2 jenis vaksin polio:
Vaksin Salk, merupakan vaksin virus polio yang tidak aktif
Vaksin Sabin, merupakan vaksin virus polio hidup.
Yang memberikan kekebalan yang lebih baik (sampai lebih dari 90%) dan yang lebih disukai adalah vaksin Sabin per-oral (melalui mulut).
Tetapi pada penderita gangguan sistem kekebalan, vaksin polio hidup bisa menyebabkan polio. Karena itu vaksin ini tidak diberikan kepada penderita gangguan sistem kekebalan atau orang yang berhubungan dekat dengan penderita gangguan sistem kekebalan karean virus yang hidup dikeluarkan melalui tinja.

Dewasa yang belum pernah mendapatkan imunisasi polio dan hendak mengadakan perjalanan ke daerah yang masih sering terjadi polio, sebaiknya menjalani vaksinasi terlebih dahulu.






















Osteoartritis

DEFINISI
Osteoartritis (Artritis Degeneratif, Penyakit Sendi Degeneratif) adalah suatu penyakit sendi menahun yang ditandai dengan adanya kemunduran pada tulang rawan (kartilago) sendi dan tulang di dekatnya, yang bisa menyebabkan nyeri sendi dan kekakuan.

Penyakit ini biasanya terjadi pada usia diatas 70 tahun.
Bisa terjadi pada pria dan wanita, tetapi pria bisa terkena pada usia yang lebih muda.



















PENYEBAB
Dalam keadaan normal, sendi memiliki derajat gesekan yang rendah sehingga tidak akan mudah aus, kecuali bila digunakan secara sangat berlebihan atau mengalami cedera.
Osteoartritis kemungkinan berawal ketika suatu kelainan terjadi pada sel-sel yang membentuk komponen tulang rawan, seperti kolagen (serabut protein yang kuat pada jaringan ikat) dan proteoglikan (bahan yang membentuk daya lenting tulang rawan).

Selanjutnya tulang rawan tumbuh terlalu banyak, tetapi pada akhirnya akan menipis dan membentuk retakan-retakan di permukaan.
Rongga kecil akan terbentuk di dalam sumsum dari tulang yang terletak dibawah kartilago tersebut, sehingga tulang menjadi rapuh.
Tulang mengalami pertumbuhan berlebihan di pinggiran sendi dan menyebabkan benjolan (osteofit), yang bisa dilihat dan bisa dirasakan. Benjolan ini mempengaruhi fungsi sendi yang normal dan menyebabkan nyeri.

Pada akhirnya, permukaan tulang rawan yang halus dan licin berubah menjadi kasar dan berlubang-lubang, sehingga sendi tidak lagi dapat bergerak secara halus.
Semua komponen sendi (tulang, kapsul sendi, jaringan sinovial, tendon dan tulang rawan) mengalami kegagalan dan terjadi kelainan sendi.


Osteoartritis dikelompokkan menjadi:
- Osteoartritis primer, jika penyebabnya tidak diketahui
- Osteoartritis sekunder, jika penyebabnya adalah penyakit lain (misalnya penyakit Paget atau ineksi, kelainan bentuk, cedera atau penggunaan sendi yang berlebihan).

Orang-orang yang pekerjaannya menyebabkan penekanan berulang pada sendi mempunyai resiko lebih besar untuk menderita osteoartritis.
Jenis pekerjaan ini misalnya pekerja tambang dan supir bis.
Obesitas diduga merupakan faktor utama dalam terjadinya osteoartritis, tetapi pembuktiannya belum cukup kuat.

GEJALA
Bila dilakukan x-ray pada orang-orang berusia 40 tahun, kebanyakan akan memperlihatkan mulai terjadinya osteoartritis, terutama pada sendi penopang beban seperti sendi panggul; tetapi hanya sedikit yang memiliki gejala.
Gejala biasanya timbul secara bertahap dan pada awalnya hanya mengenai satu atau sedikit sendi.
Yang sering terkena adalah sendi jari tangan, pangkal ibu jari, leher, punggung sebelah bawah, jari kaki yang besar, panggul dan lutut.
Nyeri yang biasanya akan bertambah buruk jika melakukan olah raga, merupakan gejala pertama.
Beberapa penderita merasakan kekakuan pada sendinya ketika bangun tidur atau pada kegiatan non-aktif lainnya, tetapi kekakuan ini biasanya menghilang dalam waktu 30 menit setelah mereka kembali menggerakkan sendinya.
Kerusakan karena orteoartritis semakin memburuk, sehingga sendi menjadi sukar digerakkan dan pada akhirnya akan terhenti pada posisi tertekuk.
Pertumbuhan baru dari tulang, tulang rawan dan jaringan lainnya bisa menyebabkan membesarnya sendi, dan tulang rawan yang kasar menyebabkan terdengarnya suara gemeretak pada saat sendi digerakkan.
Pertumbuhan tulang (nodus Herbeden) sering terjadi pada sendi di ujung jari tangan.

Pada beberapa sendi (misalnya sendi lutut), ligamen (yang mengelilingi dan menyokong sendi) teregang sehingga sendi menjadi tidak stabil. Menyentuh atau menggerakkan sendi ini bisa menyebabkan nyeri yang hebat.
Sendi panggul menjadi kaku dan kehilangan daya geraknya sehingga menggerakkan sendi panggul juga menimbulkan nyeri.

Osteoartritis sering terjadi pada tulang belakang. Gejala utamanya adalah nyeri punggung. Biasanya kerusakan sendi di tulang belakang hanya menyebabkan nyeri dan kekakuan yang sifatnya ringan.
Osteoartritis pada leher atau punggung sebelah bawah bisa menyebabkan mati rasa, kesemutan, nyeri dan kelemahan pada lengan atau tungkai, jika pertumbuhan tulang berlebih menekan persarafannya.

Kadang pembuluh darah yang menuju ke otak bagian belakang tertekan, sehingga timbul gangguan penglihatan, vertigo, mual dan muntah.
Pertumbuhan tulang juga bisa menekan kerongkongan dan menyebabkan kesulitan menelan.



DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan foto rontgen.

PENGOBATAN
Olah raga yang tepat (termasuk peregangan dan penguatan) akan membantu mempertahankan kesehatan tulang rawan, meningkatkan daya gerak sendi dan kekuatan otot-otot di sekitarnya sehingga otot menyerap benturan dengan lebih baik.
Dianjurkan untuk menggunakan kursi dengan sandaran yang keras, kasur yang tidak terlalu lembek dan tempat tidur yang dialasi dengan papan.
Untuk osteoartritis pada tulang belakang, dilakukan olah raga khusus dan jika penyakitnya berat, bisa digunakan penopang punggung.

Tetap melakukan kegiatan dan pekerjaan sehari-hari, sangatlah penting.
Terapi fisik yang sering dilakukan adalah dengan pemanasan.
Untuk nyeri pada jari tangan dianjurkan merendam tangan dalam campuran parafin panas dengan minyak mineral pada suhu 47,8-52? Celsius atau mandi dengan air hangat.
Pemijatan oleh tenaga terlatih, traksi (penarikan) dan terapi pemanasan dalam dengan diatermi atau ultrasonik bisa dilakukan pada osteoartritis di leher.

Obat merupakan aspek yang tidak terlalu penting.
Obat pereda nyeri (misalnya acetaminofen) mungkin merupakan satu-satunya obat yang diperlukan.
Obat anti peradangan non-steroid (misalnya Aspirinn atau ibuprofen) bisa diberikan untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan.
Jika sendi secara tiba-tiba mengalami peradangan, membengkak atau terasa nyeri, bisa disuntikkan kortikosteroid langsung ke dalam sendi.

Jika pengobatan lainnya gagal, bisa dilakukan pembedahan.
Beberapa sendi (terutama sendi panggul dan lutut) bisa diganti dengan sendi buatan.
Tindakan ini biasanya berhasil dan hampir selalu bisa memperbaiki fungsi dan pergerakan sendi, serta mengurangi nyeri. Karena itu jika fungsi sendi menjadi terbatas, maka dianjurkan untuk menjalani penggantian sendi.


















Artritis Rematoid

DEFINISI
Artritis Rematoid adalah suatu penyakit autoimun dimana persendian (biasanya sendi tangan dan kaki) secara simetris mengalami peradangan, sehingga terjadi pembengkakan, nyeri dan seringkali akhirnya menyebabkan kerusakan bagian dalam sendi.

Artritis rematoid juga bisa menyebabkan sejumlah gejala di seluruh tubuh.
Penyakit ini terjadi pada sekitar 1% dari jumlah penduduk, dan wanita 2-3 kali lebih sering dibandingkan pria.
Biasanya pertama kali muncul pada usia 25-50 tahun, tetapi bisa terjadi pada usia berapapun.

PENYEBAB
Penyebab yang pasti tidak diketahui, tetapi berbagai faktor (termasuk kecenderungan genetik) bisa mempengaruhi reaksi autoimun.

GEJALA
Artritis rematoid bisa muncul secara tiba-tiba, dimana pada saat yang sama banyak sendi yang mengalami peradangan.
Biasanya peradangan bersifat simetris, jika suatu sendi pada sisi kiri tubuh terkena, maka sendi yang sama di sisi kanan tubuh juga akan meradang.

Yang pertama kali meradang adalah sendi-sendi kecil di jari tangan, jari kaki, tangan, kaki, pergelangan tangan, sikut dan pergelangan kaki.
Sendi yang meradang biasanya menimbulkan nyeri dan menjadi kaku, terutama pada saat bangun tidur atau setelah lama tidak melakukan aktivitas.

Beberapa penderita merasa lelah dan lemah, terutama menjelang sore hari.
Sendi yang terkena akan membesar dan segera terjadi kelainan bentuk.
Sendi bisa terhenti dalam satu posisi (kontraktur) sehingga tidak dapat diregangkan atau dibuka sepenuhnya.
Jari-jari pada kedua tangan cenderung membengkok ke arah kelingking, sehingga tendon pada jari-jari tangan bergeser dari tempatnya.
Pembengkakan pergelangan tangan bisa mengakibatkan terjadinya sindroma terowongan karpal.

Di belakang lutut yang terkena, bisa terbentuk kista, yang apabila pecah bisa menyebabkan nyeri dan pembengkakan pada tungkai sebelah bawah.
Sekitar 30-40% penderita memiliki benjolan keras (nodul) tepat dibawah kulit, yang biasanya terletak di daerah sekitar timbulnya penyakit ini.
Bisa terjadi demam ringan dan kadang terjadi peradangan pembuluh darah (vaskulitis) yang menyebabkan kerusakan saraf atau luka (ulkus) di tungkai.
Peradangan pada selaput di sekitar paru-paru (pleuritis) atau pada kantong di sekitar jantung (perikarditis) atau peradangan dan pembentukan jaringan parut pada paru-paru bisa menyebabkan nyeri dada, gangguan pernafasan dan kelainan fungsi jantung.
Penderita lainnya menunjukkan pembengkakan kelenjar getah bening, sindroma Sj?gren atau peradangan mata.

Penyakit Still merupakan variasi dari artritis rematoid dimana yang pertama muncul adalah deman tinggi dan gejala umum lainnya.
Sindroma Felty terjadi jika pada penderita artritis rematoid ditemukan pembesaran limpa dan penurunan jumlah sel darah putih.

DIAGNOSA
Membedakan artritis rematoid dari berbagai keadaan lainnya yang bisa menyebabkan artritis, tidaklah mudah.
Keadaan-keadaaan yang menyerupai artritis rematoid adalah:
- Demam rematik
- Artritis gonokokal
- Penyakit Lyme
- Sindroma Reiter
- Artritis psoriatik
- Spondilitis ankilosing
- Gout
- Pseudogout
- Osteoartritis.

Pola gejalanya sangat khas, tetapi untuk memperkuat diagnosis perlu dilakukan:
- Pemeriksaan darah
- 9 dari 10 penderita memiliki laju endap eritrosit yang meningkat
- sebagian besar menderita anemia
- kadang jumlah sel darah putih berkurang
- 7 dari 10 penderita memiliki antibodi yang disebut faktor rematoid; biasanya semakin tinggi kadar faktor rematoid dalam darah, maka semakin berat penyakitnya dan semakin jelek prognosisnya. Kadar antibodi ini bisa menurun jika peradangan sendi berkurang dan akan meningkat jika terjadi serangan.
- Pemeriksaan cairan sendi.
- Biopsi nodul.
- Rontgen, bisa menunjukkan adanya perubahan khas pada sendi.

Mengenali artritis rematoid.
Seseorang yang memiliki 4 dari 5 gejala berikut, kemungkinan menderita artritis rematoid:
- Kekakuan di pagi hari yang berlangsung lebih dari 1 jam (selama minimal 6 minggu)
- Peradangan (artritis) pada 3 atau lebih sendi (selama minimal 6 minggu)
- Artritis pada persendian tangan, pergelangan tangan atau jari tanan (selama minimal 6 minggu)
- Faktor rematoid di dalam darah
- Perubahan yang khas pada foto rontgen.

PENGOBATAN
Prinsip dasar dari pengobatan artrtitis rematoid adalah mengistirahatkan sendi yang terkena, karena pemakaian sendi yang terkena akan memperburuk peradangan.
Mengistirahatkan sendi secara rutin seringkali membantu mengurangi nyeri.
Pembidaian bisa digunakan untuk imobilisasi dan mengistirahatkan satu atau beberapa sendi, tetapi untuk mencegah kekakuan, perlu dilakukan beberapa pergerakan sendi yang sistematis.

Obat-obatan utama yang digunakan untuk mengobati artritis rematoid adalah obat anti peradangan non-steroid, obat slow-acting, kortikosteroid dan obat imunosupresif.
Biasanya, semakin kuat obatnya, maka semakin hebat potensi efek sampingnya, sehingga diperlukan pemantaun ketat.

Obat anti peradangan non-steroid.
Yang paling banyak digunakan adalah aspirin dan ibuprofen.
Obat ini mengurangi pembengkakan pada sendi yang terkena dan meringankan rasa nyeri.

Aspirin merupakan obat tradisional untuk artritis rematoid; obat yang lebih baru memiliki lebih sedikit efek samping tetapi harganya lebih mahal.
Dosis awal adalah 4 kali 2 tablet (325 mgram)/hari.
Telinga berdenging merupakan efek samping yang menunjukkan bahwa dosisnya terlalu tinggi.
Gangguan pencernaan dan ulkus peptikum, yang merupakan efek samping dari dosis yang terlalu tinggi, bisa dicegah dengan memakan makanan atau antasida atau obat lainnya pada saat meminum aspirin.
Misoprostol bisa membantu mencegah erosi lapisan lambung dan pembentukan ulkus gastrikum, tetapi obat ini juga menyebabkan diare dan tidak mencegah terjadinya mual atau nyeri perut karena aspirin atau obat anti peradangan non-steroid lainnya.

Obat slow-acting.
Obat slow-acting kadang merubah perjalanan penyakit, meskipun perbaikan memerlukan waktu beberapa bulan dan efek sampingnya berbahaya.
Pemakaiannya harus dipantau secara ketat.

Obat ini biasanya ditambahkan jika obat anti peradangan non-steroid terbukti tidak efektif setelah diberikan selama 2-3 bulan atau diberikan segera jika penyakitnya berkembang dengan cepat.
Yang sekarang ini digunakan adalah senyawa emas, penisilamin, hydroxycloroquinine dan sulfasalazine.
1. Senyawa emas.
Senyawa emas berfungsi memperlambat terjadinya kelainan bentuk tulang. Biasanya diberikan sebagai suntikan mingguan.
Suntikan mingguan diberikan sampai tercapai dosis total 1 gram atau sampai timbulnya efek samping atau terjadinya perbaikan yang berarti.
Jika obat ini efektif, dosisnya dikurangi secara bertahap.
Kadang perbaikan dicapai setelah diberikannya dosis pemeliharaan selama beberapa tahun.
Senyawa emas bisa menimbulkan efek samping pada beberapa organ, karena itu obat ini tidak diberikan kepada penderita penyakit hati atau ginjal yang berat atau penyakit darah tertentu.
Sebelum pengobatan dimulai dan setiap seminggu sekali selama pengobatan berlangsung, dilakukan pemeriksaan darah dan air kemih.
Efek sampingnya berupa ruam kulit, gatal dan berkurangnya sejumlah sel darah.
Jika terjadi efek samping yang serius, maka pemakaiannya segera dihentikan.




2. Penisilamin.
Efeknya menyerupai senyawa emas dan bisa digunakan jika senyawa emas tidak efektif atau menyebabkan efek samping yang tidak dapat ditoleransi.
Dosisnya secara bertahap dinaikkan sampai terjadinya perbaikan.
Efek sampingnya adalah penekanan terhadap pembentukan sel darah di dalam sumsum tulang, kelainan ginjal, penyakit otot, ruam kulit dan rasa tidak enak di mulut. Jika terjadi efek samping tersebut, maka pemakaian obat harus dihentikan.
Obat ini juga bisa menyebabkan miastenia gravis, sindroma Goodpasture dan sindroma yang menyerupai lupus.
Selama pengobatan berlangsung, dilakukan pemeriksaan darah dan air kemih setiap 2-4 minggu sekali.

3. Hydroxycloroquine.
Digunakan untuk mengobati artritis rematoid yang tidak terlalu berat.
Efek sampingnya biasanya ringan, yaitu berupa ruam kulit, sakit otot dan kelainan mata. Tetapi beberapa kelainan mata bisa menetap, sehingga penderita yang mendapatkan obat ini harus memeriksakan matanya sebelum dilakukan pengobatan dan setiap 6 bulan selama pengobatan berlangsung.
Jika setelah 6 bulan tidak menunjukkan perbaikan, maka pemberian obat ini dihentikan. Jika terjadi perbaikan, pemakaian obat ini bisa dilanjutkan sesuai dengan kebutuhan.

4. Sulfasalazine.
Obat ini semakin banyak digunakan untuk mengobati artritis rematoid.
Dosisnya dinaikkan secara bertahap dan perbaikan biasanya terjadi dalam 3 bulan.
Sulfasalazine bisa menyebabkan gangguan pencernaan, kelainan hati, kelainan sel darah dan ruam kulit.

Kortikosteroid.
Kortikosteroid (misalnya prednison) merupakan obat paling efektif untuk mengurangi peradangan di bagian tubuh manapun.
Kortikosteroid efektif pada pemakaian jangka pendek dan cenderung kurang efektif jika digunakan dalam jangka panjang, padahal artritis rematoid adalah penyakit yang biasanya aktif selama bertahun-tahun.
Kortikosteroid biasanya tidak memperlambat perjalanan penyakit ini dan pemakaian jangka panjang menyebabkan berbagai efek samping, yang melibatkan hampir setiap organ.

Efek samping yang sering terjadi adalah penipisan kulit, memar, osteoporosis, tekanan darah tinggi, kadar gula darah yang tinggi dan katarak.
Karena itu obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi kekambuhan yang mengenai beberapa sendi atau jika obat lainnya tidak efektif.

Kortikosteroid juga digunakan untuk mengobati peradangan diluar sendi, seperti peradangan selaput paru-paru (pleuritis) atau peradangan kantong jantung (perikarditis).

Untuk menghindari resiko terjadinya efek samping, maka hampir selalu digunakan dosis efektif terendah.
Obat ini bisa disuntikkan langsung ke dalam sendi, tetapi bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang, terutama jika sendi yang terkena digunakan secara berlebihan sehingga mempercepat terjadinya kerusakan sendi.
Obat imunosupresif.
Obat imunosupresif (contohnya metotreksat, azatioprin dan cyclophosphamide) efektif untuk mengatasi artritis rematoid yang berat.
Obat ini menekan peradangan sehingga pemakaian kortikosteroid bisa dihindari atau diberikan kortikosteroid dosis rendah.

Efek sampingnya berupa penyakit hati, peradangan paru-paru, mudah terkena infeksi, penekanan terhadap pembentukan sel darah di sumsum tulang dan perdarahan kandung kemih (karena cyclophosphamide).
Selain itu azatioprin dan cyclophosphamide bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker.

Metotreksat diberikan per-oral (ditelan) 1 kali/minggu, digunakan untuk mengobati artritis rematoid stadium awal.
cyclophosphamideSiklosporin bisa digunakan untuk mengobati artritis yang berat jika obat lainnya tidak efektif.

Terapi lainnya.
Bersamaan dengan pemberian obat untuk mengurangi peradangan sendi, bisa dilakukan latihan-latihan, terapi fisik, pemanasan pada sendi yang meradang dan kadang pembedahan.

Sendi yang meradang harus dilatih secara halus sehingga tidak terjadi kekakuan.
Setelah peradangan mereda, bisa dilakukan latihan aktif yang rutin, tetapi jangan sampai terlalu lelah. Biasanya latihan akan lebih mudah jika dilakukan di dalam air.

Untuk mengobati persendian yang kaku, dilakukan latihan yang intensif dan kadang digunakan pembidaian untuk meregangkan sendi secara perlahan.

Jika pemberian obat tidak membantu, mungkin perlu dilakukan pembedahan.
Untuk mengembalikan pergerakan dan fungsinya, biasanya dilakukan pembedahan untuk mengganti sendi lutut atau sendi panggul dengan sendi buatan.
Persendian juga bisa diangkat atau dilebur (terutama pada kaki), supaya kaki tidak terlalu nyeri ketika digunakan untuk berjalan.
Ibu jari bisa dilebur sehingga penderita bisa menggenggam dan tulang belakang di ujung leher yang tidak stabil bisa dilebur untuk mencegah penekanan terhadap urat saraf tulang belakang.

Penderita yang menjadi cacat karena artritis rematoid bisa menggunakan beberapa alat bantu untuk menyelesaikan tugas sehari-harinya.
Contohnya adalah sepatu ortopedik khusus atau sepatu atletik khusus.










Tumor Tulang Non-Kanker

DEFINISI
Tumor Tulang Non-kanker adalah suatu pertumbuhan sel-sel yang abnormal di dalam tulang yang sifatnya jinak.

Yang merupakan tumor tulang jinak adalah:
Osteokondroma
Kondroma Jinak
Kondroblastoma
Fibroma Kondromiksoid
Osteoid Osteoma
Tumor Sel Raksasa.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.

GEJALA
OSTEOKONDROMA
Osteokondroma (Eksostosis Osteokartilaginous) merupakan tumor tulang jinak yang paling sering ditemukan. Biasanya menyerang usia 10-20 tahun.
Tumor ini tumbuh pada permukaan tulang sebagai benjolan yang keras. Penderita dapat memiliki satu atau beberapa benjolan.
10% dari penderita yang memiliki beberapa osteokondroma, akan mengalami kelaganasan tulang yang disebut kondrosarkoma, tetapi penderita yang hanya memiliki satu osterokondroma, tidak akan menderita kondrosarkoma.

KONDROMA JINAK
Kondroma Jinak biasanya terjadi pada usia 10-30 tahun, timbul di bagian tengah tulang.
Beberapa jenis kondroma menyebabkan nyeri. Jika tidak menimbulkan nyeri, tidak perlu diangkat atau diobati. Untuk memantau perkembangannya, dilakukan foto rontgen.
Jika tumor tidak dapat didiagnosis melalui foto rontgen atau jika menyebabkan nyeri, mungkin perlu dilakukan biopsi untuk menentukan apakah tumor tersebut bisa berkembang menjadi kanker atau tidak.

KONDROBLASTOMA
Kondroblastoma merupakan tumor yang jarang terjadi, yang tumbuh pada ujung tulang. Biasanya timbul pada usia 10-20 tahun.
Tumor ini dapat menimbulkan nyeri, yang merupakan petunjuk adanya penyakit ini.
Pengobatan terdiri dari pengangkatan melalui pembedahan; kadang setelah dilakukan pembedahan, tumor bisa tumbuh kembali.

FIBROMA KONDROMIKSOID
Fibroma Kondromiksoid merupakan tumor yang sangat jarang, yang terjadi pada usia kurang dari 30 tahun.
Nyeri merupakan gejala yang biasa dikeluhkan.
Tumor ini akan memberikan gambaran yang khas pada foto rontgen.
Pengobatannya adalah pengangkatan melalui pembedahan.


OSTEOID OSTEOMA
Osteoid Osteoma adalah tumor yang sangat kecil, yang biasanya tumbuh di lengan atau tungkai, tetapi dapat terjadi pada semua tulang.
Biasanya akan menimbulkan nyeri yang memburuk pada malam hari dan berkurang dengan pemberian aspirin dosis rendah.
Kadang otot di sekitar tumor akan mengecil (atrofi) dan keadaan ini akan membaik setelah tumor diangkat.
Skening tulang menggunakan pelacak radioaktif bisa membantu menentukan lokasi yang tepat dari tumor tersebut. Kadang-kadang tumor sulit ditentukan lokasinya dan perlu dilakukan pemeriksaan tambahan seperti CT scan dan foto rontgen dengan teknik yang khusus.
Pengangkatan tumor melalui pembedahan merupakan satu-satunya cara untuk mengurangi nyeri secara permanen. Bila penderita enggan menjalani pembedahan, untuk mengurangi nyeri bisa diberikan aspirin.

TUMOR SEL RAKSASA
Tumor Sel Raksasa biasanya terjadi pada usia 20 tahun dan 30 tahun. Tumor ini umumnya tumbuh di ujung tulang dan dapat meluas ke jaringan di sekitarnya.
Biasanya menimbulkan nyeri.
Pengobatan tergantung dari ukuran tumor. Tumor dapat diangkat melalui pembedahan dan lubang yang terbentuk bisa diisi dengan cangkokan tulang atau semen tulang buatan agar struktur tulang tetap terjaga.
Pada tumor yang sangat luas kadang perlu dilakukan pengangkatan satu segmen tulang yang terkena.
Sekitar 10 % tumor akan muncul kembali setelah pembedahan.
Walaupun jarang, tumor ini bisa tumbuh menjadi kanker.

DIAGNOSA
Diagnosis tumor tulang jinak ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan:
Rontgen tulang
Biopsi tulang
Skening tulang (bisa menunjukkan ukuran dan lokasi tumor)
Pemeriksaan darah (peningkatan kadar enzim alkalin fosfatase).

PENGOBATAN
Tumor tulang jinak biasanya tidak perlu diobati, tetapi harus dimonitor secara periodik untuk mengetahui perkembangan maupun penyusutannya.
Kadang perlu diangkat melalui pembedahan.













Kanker Tulang Primer

DEFINISI
Terdapat 2 macam kanker tulang:
1. Kanker tulang metastatik atau kanker tulang sekunder : kanker dari organ lain yang menyebar ke tulang, jadi kankernya bukan berasal dari tulang.
Contohnya adalah kanker paru yang menyebar ke tulang, dimana sel-sel kankernya menyerupai sel paru dan bukan merupakan sel tulang.
2. Kanker tulang primer : merupakan kanker yang berasal dari tulang.
Yang termasuk ke dalam kanker tulang primer adalah:
- Mieloma multipel
- Osteosarkoma
- Fibrosarkoma & Histiositoma Fibrosa Maligna
- Kondrosarkoma
- Tumor Ewing
- Limfoma Tulang Maligna.

MIELOMA MULTIPEL
Mieloma Multipel merupakan kanker tulang primer yang paling sering ditemukan, yang berasal dari sel sumsum tulang yang menghasilkan sel darah.
Umumnya terjadi pada orang dewasa.

Tumor ini dapat mengenai satu atau lebih tulang sehingga nyeri dapat muncul pada satu tempat atau lebih.
Pengobatannya rumit, yaitu meliputi kemoterapi, terapi penyinaran dan pembedahan.

OSTEOSARKOMA
Osteosarkoma (Sarkoma Osteogenik) adalah tumor tulang ganas, yang biasanya berhubungan dengan periode kecepatan pertumbuhan pada masa remaja.
Osteosarkoma merupakan tumor ganas yang paling sering ditemukan pada anak-anak. Rata-rata penyakit ini terdiagnosis pada umur 15 tahun.
Angka kejadian pada anak laki-laki dan anak perempuan adalah sama, tetapi pada akhir masa remaja penyakit ini lebih banyak ditemukan pada anak laki-laki.
Penyebab yang pasti tidak diketahui. Bukti-bukti mendukung bahwa osteosarkoma merupakan penyakit yang diturunkan.

Osteosarkoma cenderung tumbuh di tulang paha (ujung bawah), tulang lengan atas (ujung atas) dan tulang kering (ujung atas).
Ujung tulang-tulang tersebut merupakan daerah dimana terjadi perubahan dan kecepatan pertumbuhan yang terbesar. Meskipun demikian, osteosarkoma juga bisa tumbuh di tulang lainnya.

Gejala yang paling sering ditemukan adalah nyeri. Sejalan dengan pertumbuhan tumor, juga bisa terjadi pembengkakan dan pergerakan yang terbatas.
Tumor di tungkai menyebabkan penderita berjalan timpang, sedangkan tumor di lengan menimbulkan nyeri ketika lengan dipakai untuk mengangkat sesuatu benda.
Pembengkakan pada tumor mungkin teraba hangat dan agak memerah.

Tanda awal dari penyakit ini bisa merupakan patah tulang karena tumor bisa menyebabkan tulang menjadi lemah. Patah tulang di tempat tumbuhnya tumor disebut fraktur patologis dan seringkali terjadi setelah suatu gerakan rutin.

Pemeriksaan yang biasa dilakukan:
− Rontgen tulang yang terkena
− CT scan tulang yang terkena
− Pemeriksaan darah (termasuk kimia serum)
− CT scan dada untuk melihat adanya penyebaran ke paru-paru
− Biopsi terbuka
− Skening tulang untuk melihat penyebaran tumor.

Sebelum dilakukan pembedahan, diberikan kemoterapi yang biasanya akan menyebabkan tumor mengecil.
Kemoterapi juga penting karena akan membunuh setiap sel tumor yang sudah mulai menyebar.

Kemoterapi yang biasa diberikan:
- Metotreksat dosis tinggi dengan leukovorin
- xDoxorubicin (adriamisin)
- xCisplatin
- Cyclophosphamide (sitoksan)
- Bleomycin.

Jika belum terjadi penyebaran ke paru-paru, maka angka harapan hidup mencapai 60%.
Sekitar 75% penderita bertahan hidup sampai 5 tahun setelah penyakitnya terdiagnosis.

















FIBROSARKOMA & HISTIOSITOMA FIBROSA MALIGNA
Kanker ini biasanya berasal dari jaringan lunak (jaringan ikat selain tulang, yaitu ligamen, tendo, lemak dan otot) dan jarang berawal dari tulang.
Kanker ini biasanya ditemukan pada usia lanjut dan usia pertengahan.
Tulang yang paling sering terkena adalah tulang pada tungkai, lengan dan rahang.
Fibrosarkoma dan Histiositoma Fibrosa Maligna mirip dengan osteosarkoma dalam bentuk, lokasi dan gejala-gejalanya. Pengobatannya juga sama.

KONDROSARKOMA
Kondrosarkoma adalah tumor yang terdiri dari sel-sel kartilago (tulang rawan) yang ganas.
Kebanyakan kondrosarkoma tumbuh lambat atau merupakan tumor derajat rendah, yang sering dapat disembuhkan dengan pembedahan. Tetapi, beberapa diantaranya adalah tumor derajat tinggi yang cenderung untuk menyebar.
Untuk menegakkan diagnosis perlu dilakukan biopsi.
Kondrosarkoma harus diangkat seluruhnya melalui pembedahan karena tidak bereaksi terhadap kemoterapi maupun terapi penyinaran. Amputasi tungkai atau lengan jarang diperlukan. Jika tumor diangkat seluruhnya, lebih dari 75% penderita bertahan hidup.

TUMOR EWING
Tumor Ewing (Sarkoma Ewing) muncul pada masa pubertas, dimana tulang tumbuh sangat cepat. Jarang ditemukan pada anak yang berumur kurang dari 10 tahun dan hampir tidak pernah ditemukan pada anak-anak Afro-Amerika.
Tumor bisa tumbuh di bagian tubuh manapun, paling sering di tulang panjang anggota gerak, panggul atau dada.
Tumor juga bisa tumbuh di tulang tengkorak atau tulang pipih lainnya.

Gejala yang paling sering dikeluhkan adalah nyeri dan kadang pembengkakan di bagian tulang yang terkena. Penderita juga mungkin mengalami demam.
Tumor mudah menyebar, seringkali menyebar ke paru-paru dan tulang lainnya.
Pada saat terdiagnosis, penyebaran telah terjadi hampir pada 30% penderita.

Jika diduga suatu tumor, maka biasanya dilakukan pemeriksaan untuk menentukan lokasi dan penyebaran tumor:
− Rontgen tulang kerangka tubuh
− Rontgen dada
− CT scan dada
− Skening tulang
− Biopsi tumor.

Pengobatan seringkali merupakan kombinasi dari:
− Kemoterapi (siklofosfamid, vinkristin, daktinomisin, doksorubisin, ifosfamid, etoposid)
− Terapi penyinaran tumor
− Terapi pembedahan untuk mengangkat tumor.

Prognosis tergantung kepada lokasi dan penyebaran tumor.

LIMFOMA TULANG MALIGNA
Limfoma Tulang Maligna (Sarkoma Sel Retikulum) biasanya timbul pada usia 40- 50 tahun.
Bisa berasal dari tulang manapun atau berasal dari tempat lain di tubuh kemudian menyebar ke tulang.
Biasanya tumor ini menimbulkan nyeri dan pembengkakan, dan tulang yang rusak lebih mudah patah.

Pengobatan terdiri dari kombinasi kemoterapi dan terapi penyinaran, yang sama efektifnya dengan pengangkatan tumor. Amputasi jarang diperlukan.

Tumor Tulang Metastatik

DEFINISI
Tumor Tulang Metastatik merupakan tumor tulang yang berasal dari tumor di bagian tubuh lain yang telah menyebar ke tulang.

Lesi tulang metastatik dibagi menjadi 3 kelompok:
Lesi osteolitik
Lesi osteoblastik
Lesi campuran.

Lesi osteolitik paling sering ditemukan pada proses destruktif (penghancuran tulang). Lesi osteoblastik terjadi akibat pertumbuhan tulang baru yang dirangsang oleh tumor. Secara mikroskopis, sebagian besar tumor tulang metastatik merupakan lesi campuran.
PENYEBAB
Tulang merupakan organ ketiga yang paling sering diserang oleh penyakit metastatik (penyakit dari suatu organ yang menyebar ke bagian tubuh lainnya).
Kanker yang paling sering menyebar ke tulang adalah kanker payudara, paru-paru, prostat, tiroid dan ginjal.

Bila dibandingkan antara karsinoma dan sarkoma, maka jenis kanker yang lebih sering menyebar ke tulang adalah karsinoma.
Tulang pertama yang biasanya terkena adalah tulang rusuk, tulang panggul dan tulang belakang; tulang-tulang distal (ujung tubuh) jarang terkena.

Penyebaran terjadi jika suatu tumor tunggal atau sekumpulan sel tumor masuk ke dalam aliran darah dan melalui pembuluh darah di kanalis Harves sampai ke sumsum tulang, dimana mereka berkembangbiak dan membentuk pembuluh darah yang baru.
Pleksus vena Batson di tulang belakang memungkinkan sel-sel kanker masuk ke dalam sirkulasi tulang belakang tanpa harus melalui paru-paru terlebih dahulu. Aliran darah di dalam pleksus ini sangat lambat sehingga sel-sel kanker bisa bertahan hidup dan mempertinggi angka kejadian metastase kanker prostat ke tulang belakang.

GEJALA
Gejala yang sering ditemukan adalah nyeri, fraktur patologis (patah tulang patologis) dan hiperkalsemia.
Nyeri ditemukan pada 70% penderita tumor tulang metastatik. Nyeri terjadi akibat peregangan periosteum oleh tumor dan perangsangan saraf di dalam endostium.
Fraktur patologis paling sering ditemukan pada kanker payudara. Hal ini terjadi akibat penghancuran alami pada lesi kanker.
Hiperkalsemia hanya ditemukan pada 10% penderita.

Kanker payudara yang menyebar ke tulang
Kanker payudara merupakan induk kanker yang paling sering menyebar ke tulang. Sebanyak 50% dari fraktur patologis disebabkan oleh kanker payudara.
Dulu prognosis penderita kanker payudara disertai metastase ke tulang adalah buruk, tetapi saat ini penderita bisa bertahan hidup lebih lama dan merasa jauh lebih baik karena adanya perkembangan yang dramatis dalam hal pengobatan dan pembedahan untuk keadaan tersebut.
Salah satu perkembangan obat baru yang paling menggembirakan adalah golongan obat yang dikenal sebagai bifosfonat (Aredia, Fosamax, Didronel, dll). Obat ini memiliki kemampuan untuk menghambat perkembangan sel-sel tumor di dalam tulang, sehingga mengurangi pembentukan lesi tulang dan mengurangi angka kejadian patah tulang.
Bifosfonat bahkan bisa menghentikan penyebaran kanker payudara ke organ lainnya, seperti paru-paru atau hati.
Di dalam tulang, sel-sel osteoklas dirangsang oleh kanker untuk memecahkan serta menyerap kembali matriks tulang dan kalsium, sehingga timbul nyeri dan terjadi patah tulang.
Bifosfonat menghambat sel osteoklas dan menjaga kekuatan tulang.
Kepada penderita kanker payudara dianjurkan untuk mengkonsumsi obat ini guna melindungi tulangnya.
Efek samping yang ringan maupun sedang, mungkin akan timbul (misalnya nyeri persendian atau gangguan pencernaan), tetapi hal ini sebaiknya bisa ditahan oleh penderita karena perlindungan terhadap tulang adalah lebih penting.
Gejala yang paling sering ditemukan adalah nyeri.
Fraktur patologis jarang terjadi. Gejala sistemik yang mungkin terjadi adalah hiperkalsemia.
Kanker payudara paling sering bermetastase ke tulang belakang, tulang rusuk, tulang panggul dan tulang-tulang panjang di bagian proksimal.
Lesinya bisa merupakan osteoblastik maupun osteolitik.
Angka kelangsungan hidup rata-rata setelah metastase terdiagnosis, telah meningkat secara dramatis, yaitu sekitar 24-36 bulan.
Golongan bifosfonat tampaknya telah mampu meningkatkan angka kelangsungan hidup pada penderita.
Kanker payudara merupakan penyebab tersering dari fraktur patologis.
Sebaiknya segera dilakukan stabilisasi ortopedik pada tulang yang melemah, sebelum terjadinya patah tulang.
Pengobatan yang tertunda biasanya menyebabkan meningkatnya resiko komplikasi atau prognosis yang buruk.

Kanker paru-paru yang menyebar ke tulang
Kanker paru-paru merupakan sumber penularan kanker ke tulang nomor 3, setelah kanker payudara dan kanker prostat.
Penderita biasanya berumur diatas 40 tahun dan usia rata-rata dari penderita adalah sekitar 55 tahun. Selalu terdapat riwayat merokok.
Penderita mungkin tidak memiliki gejala selain lesi tulang yang nyeri.
Jika seseorang mengalami metastase dan sumber kankernya tidak dapat ditemukan, maka kemungkinan kankernya berasal dari paru-paru atau ginjal.
Gejala yang paling sering ditemukan adalah nyeri.
Fraktur patologis biasanya didahului oleh nyeri yang semakin hebat beberapa minggu sebelumnya.
Pada beberapa kasus, penderita mencoba mengingkari atau tidak menghiraukan gejalanya. Kadang lesi tulang diduganya sebagai otot yang tertarik atau kram,
Gejala sistemik juga bisa terjadi, seperti hiperkalsemia dan osteoartropati pulmoner hipertrofik (penebalan tulang tubuler panjang dan pendek disertai clubbing finger/pembengkakan jari tangan yang tampak seperti tabuh genderang).
Kanker paru metastatik paling sering menyebar ke tulang belakang, tulang rusuk, tulang panggul dan tulang panjang bagian proksimal.

Gambaran yang khas dari lesi ini adalah kemampuannya untuk menyebar ke tulang tangan (50%) dan kaki (15%). Hal ini diduga terjadi karena kemampuan suatu tumor di paru untuk mengalirkan sel-sel ganas secara langsung ke dalam aliran darah arteri, dimana kemudian mereka dapat mengalir ke tempat yang lebih jaruh. Tumor lainnya mengalirkan sel-sel ganas ke dalam vena, dimana kemudian sel-sel tersebut terlebih dahulu masuk ke dalam paru-paru atau hati yang bertindak sebagai filter dan menangkap sel-sel tersebut.
Kanker paru metastatik biasanya muncul sebagai lesi litik dengan pinggiran yang tidak jelas, tanpa matriks dan disertai kerusakan korteks. Lesi paru di dalam tulang juga bisa berupa lesi blastik.
Kanker paru yang menyebar ke tulang merupakan tumor yang paling agresif dan memiliki prognosis yang sangat buruk.
Rata-rata penderitanya bertahan hidup sekitar 6 bulan setelah penyakitnya terdiagnosis.
Stabilisasi ortopedik pada tulang yang lemah sebaiknya dilakukan sebelum terjadinya fraktur.

Karsinoma sel renalis yang menyebar ke tulang
Kanker sel ginjal merupakan sumber kanker nomor 6 yang menyebar ke tulang.
Meskipun jumlah kanker ini sedikit, tetapi mereka sangat menggemari tulang dan karenanya membentuk sejumlah besar lesi tulang.
Penderita biasanya berumur diatas 40 tahun dan usia rata-rata dari penderita adalah sekitar 55 tahun. Penderita bisa hanya menunjukkan gejala berupa lesi tulang yang nyeri.
Tumor primer bisa tumbuh cukup besar tanpa menimbulkan gejala lokal seperti nyeri pinggang atau adanya massa di di dalam perut, karena itu kanker ginjal seringkali baru diketahui setelah terjadinya penyebaran.
Hematuria (adanya darah dalam air kemih) juga merupakan tanda yang sering ditemukan.
Jika seseorang menderita tumor metastatik dan sumbernya tidak dapat diketahui, maka kemungkinan besar tumornya berasal dari paru-paru atau ginjal.
Gejala yang paling sering ditemukan adalah nyeri. Beberapa minggu sebelum fraktur patologis biasanya didahului dengan nyeri yang semakin menghebat.
Pada beberapa kasus, penderita mencoba untuk tidak menghiraukan atau menyangkal timbulnya gejala. Kadang lesi tulang yang nyeri dikatakannya sebagai otot yang tertarik atau kram.
Metastase kanker ginjal paling sering menyerang tulang belakang, tulang rusuk, tulang panggul dan tulang panjang bagian proksimal.
Metastase bisa terjadi beberapa tahun setelah lesi primernya diobati.
Ginjal kaya akan pembuluh darah, karena itu metatasenya juga mungkin kaya akan pembuluh darah sehingga bisa menimbulkan perdarahan hebat setelah dilakukannya biopsi.
Kanker ginjal dengan metastase ke tulang bisa merupakan suatu tumor yang sangat agresif dan penderita dengan beberapa lesi tulang memiliki prognosis yang buruk. Terapi penyinaran tidak efektif dan tidak ada kemoterapi yang dapat digunakan.
Rata-rata penderita mampu bertahan sekitar 12-18 bulan setelah penyakitnya terdiagnosis.
Kanker ginjal merupakan salah satu jenis adenokarsinoma metastatik yang bisa diatasi dengan pembedahan.
Stabilisasi ortopedik pada tulang yang lemah sebaiknya dilakukan sebelum terjadinya fraktur.

Kanker prostat metastatik
Faktor resiko terjadinya kanker prostat:
− Usia lanjut (usia rata-rata penderita adalah 72 tahun dan sebagian besar terdiagnosis pada umur diatas 55 tahun)
− Riwayat keluarga dengan kanker prostat
− 2 kali lebih sering ditemukan pada pria Afro-Amerika.

Pada stadium lanjut, karsinoma prostat bisa menyebar ke berbagai bagian tubuh, yang paling sering adalah ke kelenjar getah bening dan tulang.
Tulang yang paling sering terkena adalah tulang belakang, tulang dada, tulang panggul, tulang rusuk dan tulang paha.
Metastase ke tulang ditandai dengan adanya kelainan pada kepadatan tulang. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan turnover tulang.
Aktivitas osteoblastik dan osteoklastik tulang meningkat, tetapi jumlah aktivitas osteoblastik melebihi osteoklastik.
Diagnosis kanker prostat biasanya ditegakkan berdasarkan adanya peningakatan kadar PSA dan atau prostat asid fosfatase atau pada pemeriksaan colok dubur teraba adanya benjolan.
Diagnosis biasanya diperkuat dengan hasil biopsi yang dipandu oleh USG transrektal.
Saat ini, PSA juga digunakan untuk sebagai pertanda yang paling berguna untuk menilai tingkat keterlibatan tulang pada kanker prostat.
Diagnosis metastase ke tulang diperkuat dengan pemeriksaan skening tulang.
Pertanda lainnya yang digunakan untuk menilai keterlibatan tulang (masih dalam taraf percobaan) adalah ICTP.
Metode yang digunakan untuk mengobati kanker prostat adalah prostatektomi (pengangkatan prostat), terapi penyinaran dan terapi hormon.
Beberapa penderita dengan metastase seringkali membutuhkan pengobatan tambahan seperti terapi hormon tingkat dua, yang menyebabkan penekanan pembentukan androgen atau menghalangi aksinya pada kanker.
Pilihan lainnya adalah kemoterapi, terapi penyinaran dan bifosfonat, yang akan menyebabkan berkurangnya osteoklas dan mencegah pemecahan tulang.
Efektivitas bifosfonat dalam mengatasi kanker prostat metastatik masih dalam penelitian.
Pada penderita yang mengalami nyeri yang hebat, bisa diberikan narkotik.
Angka harapan hidup 5 tahun diperkirakan sebesar 8-10%.
60% penderita yang baru terdiagnosis diperkirakan hanya mampu bertahan selama 2 tahun.
Pemeriksaan dan skening tulang sebaiknya dilakukan secara rutin untuk mencegah memburuknya metastase menjadi fraktur patologis.
Seperti telah disebutkan diatas, yang paling sering terkena metastase adalah tulang belakang, tulang dada, tulang panggul, tulang rusuk dan tulang paha. Meskipun demikian, fraktur paling sering terjadi di korteks medialis dari tulang paha proksimal dan badan tulang belakang, karena kedua tempat tersebut menyangga beban yang berat.
Secara keseluruhan, angka kejadian fraktur patologis karena kanker prostat adalah rendah karena adanya reaksi pembentukan tulang (osteoblastik) oleh tumor.
Meskipun terjadi fraktur, kecepatan penyembuhannya mendekati tulang yang normal. Dengan penyembuhan yang normal ini, yang dikombinasikan dengan terapi penyinaran dan terapi hormonal, maka pembedahan untuk stabilisasi hanya perlu dilakukan pada 25% penderita yang mengalami fraktur patologis.


Metastase ke tulang yang didominasi oleh osteolitik jarang terjadi pada kanker prostat.
Lesi osteolitik pada kanker prostat memiliki resiko fraktur yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan lesi osteoblastik.
Penderita yang mengalami ancaman fraktur patologis bisa diobati dengan pembedahan, terapi penyinaran, kemoterapi atau terapi hormonal.
Onkologis (ahli tumor) dan ahli bedah ortopedik sebaiknya melakukan follow-up pasca pembedahan secara bersamaan karena sekitar 25% penderita akan mengalami metastase tulang lainnya.

DIAGNOSA
Seseorang yang menderita kanker di bagian tubuh lain dan mengalami nyeri tulang atau pembengkakan, biasanya akan menjalani pemeriksaan untuk tumor tulang metastatik.
Foto rontgen dan skening tulang dengan zat radioaktif bisa membantu menentukan lokasi dari tumor.
Jika gejala tulang lebih dulu timbul sebelum induk kankernya diketahui, maka pada keadaan ini, lokasi kanker asalnya dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan biopsi.
Pemeriksaan CT lebih spesifik daripada skening tulang dan bisa membedakan antara lesi osteolitik dan lesi osteoblastik.
MRI merupakan metoda paling sensitif untuk mendeteksi metastase tulang karena sel-selnya dapat terlihat sebelum terjadinya reaksi lokal tulang.

PENGOBATAN
Pengobatan tergantung kepada jenis kankernya.
Ada kanker yang memberikan respon yang baik terhadap kemoterapi saja, penyinaran saja atau kombinasi antara kemoterapi dan terapi penyinaran; tetapi ada beberapa jenis kanker yang tidak menunjukkan respon terhadap keduanya.
Pembedahan untuk menstabilkan tulang kadang-kadang bisa mencegah terjadinya patah tulang.

Lesi yang tidak memiliki resiko fraktur patologis, bisa diobati dengan penyinaran atau kemoterapi yang sesuai. Lesi yang memiliki resiko fraktur patologis, sebaiknya distabilkan melalui pembedahan elektif sebelum terjadinya patah tulang. Tujuan dari pembedahan adalah untuk mempertahankan stabilitas dan fungsi sistem otot-kerangka tubuh dan untuk mengurangi nyeri. Pembedahan darurat dilakukan pada metastase ke tulang belakang dengan tujuan untuk mempertahankan fungsi neurologis (persarafan).














Penyakit Paget Pada Tulang

DEFINISI
Penyakit Paget Pada Tulang (Osteitis deformans) adalah suatu penyakit metabolisme pada tulang, dimana tulang tumbuh secara tidak normal, menjadi lebih besar dan lunak.

Kelainan ini dapat mengenai tulang manapun, tetapi yang paling sering terkena adalah tulang panggul, tulang paha, tulang tengkorak, tulang kering, tulang belakang, tulang selangka dan tulang lengan atas.
Dalam keadaan normal, sel-sel yang menghancurkan tulang tua (osteoklas) dan sel-sel yang membentuk tulang baru (osteoblas) bekerja seimbang untuk mempertahankan struktur dan integritas tulang.
Pada penyakit Paget, aktivitas osteoblas dan osteoklas di beberapa daerah tulang menjadi berlebihan dan tingkat pergantian pada daerah inipun meningkat dengan sangat hebat. Daerah tersebut akan membesar tapi strukturnya menjadi tidak normal dan menjadi lebih lemah daripada daerah yang normal.

PENYEBAB
Penyebab penyakit ini tidak diketahui.
Walaupun kelainan ini cenderung diturunkan, tetapi tidak ditemukan adanya pola genetik yang spesifik. Para ahli menduga penyebabnya adalah infeksi virus.

GEJALA
Penyakit Paget biasanya hanya menyerang 1 atau 2 tulang, kadang hanya sebagian kecil tulang yang terkena.
Paling sering menyerang tulang panjang tungkai, tulang tengkorak, tulang belakang dan tulang panggul.

Kasus yang ringan seringkali hanya menunjukkan sedikit gejala.
Gejala yang paling sering ditemukan adalah nyeri tulang. Nyeri terpusat di daerah dekat persendian tulang. Biasanya nyeri tidak berhubungan dengan berat ringannya aktivitas penderita.

Jika yang terkena adalah tulang tengkorak, maka kepala tampak membesar dan kening terlihat lebih menonjol.
Pembesaran tulang tengkorak dapat menyebabkan :
- ketulian karena rusaknya telinga sebelah dalam (koklea)
- sakit kepala karena penekanan saraf
- penonjolan vena di kuit kepala karena adanya peningkatan aliran darah ke kepala
- gigi mulai goyah dan tanggal.

Jika yang terkena adalah tulang belakang, maka keluhan utamanya adalah nyeri punggung bagian bawah. Kanalis spinalis menjadi sempit (keadaan ini disebut sebagai stenosis spinalis) dan bisa menyebabkan mati rasa atau lumpuh.
Patah tulang kompresi pada tulang belakang bisa menyebabkan tulang belakang melengkung.
Tulang belakang bisa membesar, menjadi lemah dan melengkung, sehingga tinggi badan berkurang.

Pada anggota gerak (terutama tungkai yang menyangga berat badan), tulang mudah mengalami patah, dengan masa penyembuhan yang lebih lama dan mulai melengkung atau mengalami kelainan bentuk. Kaki menjadi bengkok dan langkah menjadi pendek dan sedikit goyah
Kerusakan pada tulang rawan sendi bisa menyebabkan terjadinya artritis.

Meskipun jarang, bisa terjadi gagal jantung karena peningkatan aliran darah melalui tulang yang abnormal akan memberi kerja tambahan bagi jantung.

DIAGNOSA
Pemeriksaan penunjang yang biasa dilakukan untuk memperkuat diagnosis penyakit Paget:
− Rontgen tulang (menunjukkan adanya peningkatan kepadatan tulang, penebalan, pembengkokan dan pertumbuhan berlebih)
− Skening tulang
− Pemeriksaan darah (peningkatan serum alkalin fosfatase).

PENGOBATAN
Pada kasus yang ringan, untuk mengurangi nyeri bisa diberikan Aspirin atau ibuprofen.
Jika menyerang tungkai, dokter biasanya menganjurkan untuk menggunakan tongkat penyangga dan sedapat mungkin menghindari jatuh atau kecelakaan yang bisa menyebabkan terjadinya patah tulang.

2 jenis obat yang biasanya diberikan kepada penderita penyakit Paget:
− Biphosphonat : obat untuk mengurangi resorbsi (penyerapan kembali) tulang. Terdapat 5 jenis obat, 4 dalam bentuk tablet dan 1 dalam bentuk infus intravena. Bersamaan dengan pemberian obat ini biasanya juga diberikan tambahan kalsium. Efek samping yang mungkin timbul adalah mencret dan mual. Pengobatan dilakukan selama 6 bulan.
− Calsitonin diberikan dalam bentuk suntikan harian atau semprot hidung. Jika gejala sudah mereda, maka dosis obat diturunkan. Jika obat langsung dihentikan, bisa terjadi kekambuhan. Sebanyak 20% penderita yang menggunakan obat suntikan bisa mengalami efek samping berupa mual, wajah kemerahan dan beser.

Mungkin perlu dilakukan pembedahan untuk:
- membantu pemulihan patah tulang agas posisinya lebih baik
- memperbaiki kerusakan sendi akibat artritis
- membebaskan saraf yang terjepit
- memperbaiki kelainan tulang yang terjadi
- meringankan nyeri lutut.

Deteksi dini dan pengobatan yang tepat bisa membantu mengurangi nyeri akibat penyakit Paget dan mengontrol perkembangan penyakitnya. Perubahan keganasan terjadi pada kurang dari 1% kasus.
Diet kaya kalsium dan vitamin D serta program latihan yang tepat juga merupakan komponen yang penting dalam menjaga kesehatan rangka tubuh dan mobilitias persendian.




Artritis Psoriatik

DEFINISI
Artritis Proriatik (Psoriatic arthritis) adalah suatu peradangan sendi (artritis) yang terjadi pada orang-orang yang menderita psoriasis pada kulit atau kuku.

Penyakit ini mirip dengan artritis rematoid, tetapi tidak menghasilkan antibodi spesifik seperti halnya artritis rematoid.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi diduga melibatkan faktor genetik.
Biasanya penderita psoriasis memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menderita artritis.

Psoriasis merupakan suatu kelainan kulit menahun yang sering ditemukan, yang menyebabkan timbulnya bercak-bercak merah di kulit.
Sekitar 1 diantara 20 penderita psoriasis akan menderita artritis.
Pada sekitar 75% kasus, artritis didahului oleh psoriasis.
Penyakit ini bisa timbul dalam berbagai bentuk. Artritis biasanya bersifat ringan dan hanya melibatkan sebagian kecil persendian.
Pada beberapa penderita, penyakit ini bersifat berat dan biasanya menyerang jari-jari tangan dan tulang belakang. Jika melibatkan tulang belakang, maka gejalanya akan lebih banyak menyerupai ankilosing spondilitis.

GEJALA
Gejalanya berupa:
- kelainan kuku atau lesi kulit karena psoriasis (kulit menjadi bersisik-sisik kemerahan dan terjadi penebalan, bisa disertai kuku yang berlubang)
- pembengkakan dan nyeri persendian (artritis), biasanya pada persendian jari tangan dan jari kaki, tetapi bisa juga pada persendian lainnya
- nyeri pergelangan tangan, nyeri lutut, nyeri pinggul, nyeri sikut, nyeri pergelangan kaki
- nyeri dan pembengkakan pada tempat persambungan tendo dengan tulang
- mungkin melibatkan tendo Achilles.

DIAGNOSA
Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya lesi kulit disertai pembengkakan dan nyeri tekan pada persendian.
Bisa dilakukan pemeriksaan rontgen persendian.

PENGOBATAN
Obat anti peradangan non-steroid atau salisilat diberikan untuk mengurangi nyeri dan peradangan sendi.
Beberapa obat yang efektif untuk mengobati artritis rematoid juga digunakan untuk mengobati penyakit ini. Diantaranya adalah senyawa emas, methotrexate, cyclosporin dan sulfasalazine.
Kadang steroid disuntikkan langsung ke persendian yang terkena.

Obat lainnya adalah etretinat, yang biasanya efektif pada kasus yang berat tetapi memiliki efek samping yang serius, karena bisa menyebabkan kelainan bawaan sehingga tidak boleh diberikan kepada wanita hamil.
Etretinat menetap di dalam tubuh dalam jangka waktu yang lama, karena itu wanita sebaiknya tidak hamil selama pengobatan atau minimal 1 tahun setelah pemakaian obat dihentikan.

Kombinasi metotreksat per-oral dengan pengobatan sinar ultraviolet (PUVA), bisa mengurangi gejala kulit dan peradangan pada tulang kecuali tulang belakang.

Jarang perlu dilakukan pembedahan untuk memperbaiki atau mengganti persendian yang terkena.
Untuk meningkatkan mobilitas persendian, dilakukan latihan khusus untuk persendian yang terkena. Atau bisa juga digunakan terapi panas dan dingin maupun hidroterapi.

Prognosis untuk artritis psoriatik biasanya lebih baik dibandingkan dengan artritis rematoid, karena sendi yang terkena lebih sedikit dan penyakitnya seringkali bersifat ringan. Tetapi, persendian bisa mengalami kerusakan yang hebat.

































Lupus Eritematosus Diskoid

DEFINISI
Lupus Eritematosus Diskoid adalah suatu penyakit kulit menahun yang ditandai dengan peradangan dan pembentukan jaringan parut yang terjadi pada wajah, telinga, kulit kepala dan kadang pada bagian tubuh lainnya.

Lesi (kelainan) kulit ini tampak sebagai bercak kemerahan yang bersisik dan berkeropeng, yang jika membaik akan meninggalkan jaringan parut berwarna putih. Bagian tengahnya berwarna lebih terang dan bagian pinggirnya berwarna lebih gelap dari kulit yang normal.
Jika lesi timbul di daerah yang berambut (misalnya dagu atau kulit kepala), maka bisa terjadi pembentukan jaringan parut yang permanen dan kerontokan rambut.

PENYEBAB
Penyebab yang pasti tidak diketahui, tetapi diduga merupakan suatu reaksi kekebalan tubuh yang secara keliru menyerang kulit yang normal.
Penyakit ini cenderung diturunkan dan 3 kali lebih sering menyerang wanita.
Pada beberapa penderita, timbulnya lesi kulit dipicu oleh sinar matahari dan merokok.

GEJALA
Bercak kemerahan yang khas bisa terus menerus ada atau hilang timbul selama bertahun-tahun.
Bentuk bercak ini berubah-ubah setiap saat, pada awalnya berbentuk bulat dan merah, dengan diameter sekitar 0,5 cm.
Biasanya muncul di pipi, hidung, kulit kepala dan telinga, tetapi dapat juga ditemukan di batang tubuh sebelah atas, lengan bagian belakang dan tulang kering.
Sering ditemukan luka di mulut.
Jika kelainan ini tidak diobati, setiap bercak secara perlahan akan menyebar ke daerah di sekelilingnya. Bagian tengah mengalami degenerasi dan membentuk jaringan parut.
Pada daerah yang bersisik, folikel rambut melebar, meninggalkan lubang yang berbentuk seperti paku karpet. Jaringan parut dapat menyebabkan kerontokan rambut yang meluas.
Bercak kemerahan bisa disertai dengan nyeri pada sendi dan penurunan jumlah sel darah putih.

DIAGNOSA
Diagnosis tidak mudah ditegakkan karena bercak kemerahan pada lupus eritematosus diskoid mungkin sama dengan bercak pada lupus eritematosus sistemik dan penyakit lainnya seperti rosasea, dermatitis seboroik, limfoma dan sarkoidosis.
Untuk memperkuat diagnosis biasanya dilakukan biopsi kulit.
Perlu diketahui riwayat kesehatan penderita secara menyeluruh dan dilakukan pemeriksaan lengkap untuk memastikan tidak ada organ lain yang terkena.
Pemeriksaan darah dilakukan untuk menghitung jumlah sel darah merah dan sel darah putih.
Penilaian fungsi ginjal dapat membantu menyingkirkan penyakit lainnya.
Pemeriksaan laboratorium lainnya dapat dilakukan untuk melihat adanya antibodi DNA rantai ganda, yang ditemukan pada penderita lupus eritematosus sistemik, tapi tidak ditemukan pada lupus eritematosus diskoid.

PENGOBATAN
Bercak kemerahan kecil biasanya berhasil diobati dengan krim kortikosteroid.
Bercak lebih besar yang lebih resisten, kadang memerlukan pengobatan selama beberapa bulan dengan kortikosteroid per-oral (ditelan) atau dengan obat imunosupresan seperti yang digunakan untuk mengobati lupus eritematosus sistemik.
Krim steroid yang kuat sebaiknya dioleskan pada bercak kulit sebanyak 1-2 kali/hari, sampai bercak menghilang. Jika bercak sudah mulai berkurang, bisa digunakan krim steroid yang lebih ringan.
Salep cortison yang dioleskan pada lesi seringkali dapat memperbaiki keadaan dan memperlambat perkembangan penyakit.
Suntikan cortison ke dalam lesi juga bisa mengobati keadaan ini dan biasanya lebih efektif daripada salep.

Lupus diskoid tidak disebabkan oleh malaria. Tetapi obat anti malaria (cloroquine, hydroxycloroquine) memiliki daya anti peradangan yang ampuh bagi sebagian besar kasus lupus diskoid.
Jika penderita mendapatkan anti malaria, maka sebaiknya penderita menjalani pemeriksaan darah dan mata secara rutin.

Pemberian steroid per-oral (ditelan) biasanya tidak perlu dilakukan kecuali pada kasus yang berat.

Penderita yang sensitif terhadap sinar matahari perlu menggunakan tabir surya dengan SPF 15 atau lebih setiap harinya dan menggunakan topi jika bepergian keluar rumah.
Pemeriksaan rutin sangat penting dan sebaiknya dilakukan 6 bulan-1 tahun/kali guna memastikan bahwa penyakitnya tidak menyebar ke organ dalam dan untuk meminimalkan pembentukan jaringan parut.
























Lupus eritematosus sistemik

DEFINISI
Lupus Eritematosus Sistemik (Lupus Eritematosus Disseminata, Lupus) adalah suatu penyakit autoimun menahun yang menimbulkan peradangan dan bisa menyerang berbagai organ tubuh, termasuk kulit, persendian dan organ dalam.

Pada setiap penderita, peradangan akan mengenai jaringan dan organ yang berbeda. Beratnya penyakit bervariasi mulai dari penyakit yang ringan sampai penyakit yang menimbulkan kecacatan, tergantung dari jumlah dan jenis antibodi yang muncul dan organ yang terkena.

PENYEBAB
Dalam keadaan normal, sistem kekebalan berfungsi mengendalikan pertahanan tubuh dalam melawan infeksi.
Pada lupus dan penyakit autoimun lainnya, sistem pertahanan tubuh ini berbalik melawan tubuh, dimana antibodi yang dihasilkan menyerang sel tubuhnya sendiri. Antibodi ini menyerang sel darah, organ dan jaringan tubuh, sehingga terjadi penyakit menahun.
Mekanisme maupun penyebab dari penyakit autoimun ini belum sepenuhnya dimengerti.

Penyebab dari lupus tidak diketahui, tetapi diduga melibatkan faktor lingkungan dan keturunan.
Beberapa faktor lingkungan yang dapat memicu timbulnya lupus:
- Infeksi
- Antibiotik (terutama golongan sulfa dan penisilin)
- Sinar ultraviolet
- Stres yang berlebihan
- Obat-obatan tertentu
- Hormon.

Meskipun lupus diketahui merupakan penyakit keturunan, tetapi gen penyebabnya tidak diketahui. Penemuan terakhir menyebutkan tentang gen dari kromosom 1.
Hanya 10% dari penderita yang memiliki kerabat (orang tua maupun saudara kandung) yang telah maupun akan menderita lupus.
Statistik menunjukkan bahwa hanya sekitar 5% anak dari penderita lupus yang akan menderita penyakit ini.
Lupus seringkali disebut sebagai penyakit wanita walaupun juga bisa diderita oleh pria.
Lupus bisa menyerang usia berapapun, baik pada pria maupun wanita, meskipun 10-15 kali lebih sering ditemukan pada wanita.
Faktor hormonal mungkin bisa menjelaskan mengapa lupus lebih sering menyerang wanita. Meningkatnya gejala penyakit ini pada masa sebelum menstruasi dan/atau selama kehamilan mendukung keyakinan bahwa hormon (terutama estrogen) mungkin berperan dalam timbulnya penyakit ini.
Meskipun demikian, penyebab yang pasti dari lebih tingginya angka kejadian pada wanita dan pada masa pra-menstruasi, masih belum diketahui.
Kadang-kadang obat jantung tertentu (hidralazin, prokainamid dan beta-bloker) dapat menyebabkan sindroma mirip lupus, yang akan menghilang bila pemakaian obat dihentikan.

GEJALA
Jumlah dan jenis antibodi pada lupus, lebih besar dibandingkan dengan pada penyakit lain, dan antibodi ini (bersama dengan faktor lainnya yang tidak diketahui) menentukan gejala mana yang akan berkembang. Karena itu, gejala dan beratnya penyakit, bervariasi pada setiap penderita.
Perjalanan penyakit ini bervariasi, mulai dari penyakit yang ringan sampai penyakit yang berat.
Gejala pada setiap penderita berlainan, serta ditandai oleh masa bebas gejala (remisi) dan masa kekambuhan (eksaserbasi).
Pada awal penyakit, lupus hanya menyerang satu organ, tetapi di kemudian hari akan melibatkan organ lainnya.
Otot dan kerangka tubuh
Hampir semua penderita lupus mengalami nyeri persendian dan kebanyakan menderita artritis. Persendian yang sering terkena adalah persendian pada jari tangan, tangan, pergelangan tangan dan lutut.
Kematian jaringan pada tulang panggul dan bahu sering merupakan penyebab dari nyeri di daerah tersebut.
Kulit
Pada 50% penderita ditemukan ruam kupu-kupu pada tulang pipi dan pangkal hidung. Ruam ini biasanya akan semakin memburuk jika terkena sinar matahari.
Ruam yang lebih tersebar bisa timbul di bagian tubuh lain yang terpapar oleh sinar matahari.
Ginjal
Sebagian besar penderita menunjukkan adanya penimbunan protein di dalam sel-sel ginjal, tetapi hanya 50% yang menderita nefritis lupus (peradangan ginjal yang menetap).
Pada akhirnya bisa terjadi gagal ginjal sehingga penderita perlu menjalani dialisa atau pencangkokkan ginjal.
Sistem saraf
Kelainan saraf ditemukan pada 25% penderita lupus. Yang paling sering ditemukan adalah disfungsi mental yang sifatnya ringan, tetapi kelainan bisa terjadi pada bagian manapun dari otak, korda spinalis maupun sistem saraf.
Kejang, psikosa, sindroma otak organik dan sakit kepala merupakan beberapa kelainan sistem saraf yang bisa terjadi.
Darah
Kelainan darah bisa ditemukan pada 85% penderita lupus.
Bisa terbentuk bekuan darah di dalam vena maupun arteri, yang bisa menyebabkan stroke dan emboli paru.
Jumlah trombosit berkurang dan tubuh membentuk antibodi yang melawan faktor pembekuan darah, yang bisa menyebabkan perdarahan yang berarti.
Seringkali terjadi anemia akibat penyakit menahun.
Jantung
Peradangan berbagai bagian jantung bisa terjadi, seperti perikarditis, endokarditis maupun miokarditis.
Nyeri dada dan aritmia bisa terjadi sebagai akibat dari keadaan tersebut.
Paru-paru
Pada lupus bisa terjadi pleuritis (peradangan selaput paru) dan efusi pleura (penimbunan cairan antara paru dan pembungkusnya).
Akibat dari keadaan tersebut sering timbul nyeri dada dan sesak nafas.



Gejala dari penyakit lupus:
- demam
- lelah
- merasa tidak enak badan
- penurunan berat badan
- ruam kulit
- ruam kupu-kupu
- ruam kulit yang diperburuk oleh sinar matahari
- sensitif terhadap sinar matahari
- pembengkakan dan nyeri persendian
- pembengkakan kelenjar
- nyeri otot
- mual dan muntah
- nyeri dada pleuritik
- kejang
- psikosa.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:
- hematuria (air kemih mengandung darah)
- batuk darah
- mimisan
- gangguan menelan
- bercak kulit
- bintik merah di kulit
- perubahan warna jari tangan bila ditekan
- mati rasa dan kesemutan
- luka di mulut
- kerontokan rambut
- nyeri perut
- gangguan penglihatan.

DIAGNOSA
Diagnosis lupus ditegakkan berdasarkan ditemukannya 4 dari 11 gejala lupus yang khas, yaitu:
1. Ruam kupu-kupu pada wajah (pipi dan pangkal hidung)
2. Ruam pada kulit
3. Luka pada mulut (biasanya tidak menimbulkan nyeri)
4. Cairan di sekitar paru-paru, jantung, dan organ lainnya
5. Artritis (artritis non-erosif yang melibatkan 2 atau beberapa sendi perifer, dimana tulang di sekitar persendian tidak mengalami kerusakan)
6. Kelainan fungsi ginjal
- kadar protein dalam air kemih >0,5 mg/hari atau +++
- adanya elemen abnormal dalam air kemih yang berasal dari sel darah merah/putih maupuan sel tubulus ginjal
7. Fotosensitivitas (peka terhadap sinar matahari, menyebabkan pembentukan atau semakin memburuknya ruam kulit)
8. Kelainan fungsi saraf atau otak (kejang atau psikosa)
9. Hasil pemeriksaan darah positif untuk antibodi antinuklear
10. Kelainan imunologis (hasil positif pada tes anti-DNA rantai ganda, tes anti-Sm, tes antibodi antifosfolipid; hasil positif palsu untuk tes sifilis)

11. Kelainan darah
- Anemia hemolitik atau
- Leukopenia (jumlah leukosit <4000 sel/mm?) atau
- Limfopenia (jumlah limfosit < 1500 sel/mm?) atau
- Trombositopenia (jumlah trombosit <100.000/ mm?).

Pemeriksaan untuk menentukan adanya penyakit ini bervariasi, diantaranya:
- Pemeriksaan darah
- Pemeriksaan darah bisa menunjukkan adanya antibodi antinuklear, yang terdapat pada hampir semua penderita lupus. Tetapi antibodi ini juga juga bisa ditemukan pada penyakit lain. Karena itu jika menemukan antibodi antinuklear, harus dilakukan juga pemeriksaan untuk antibodi terhadap DNA rantai ganda. Kadar yang tinggi dari kedua antibodi ini hampir spesifik untuk lupus, tapi tidak semua penderita lupus memiliki antibodi ini. Pemeriksaan darah untuk mengukur kadar komplemen (protein yang berperan dalam sistem kekebalan) dan untuk menemukan antibodi lainnya, mungkin perlu dilakukan untuk memperkirakan aktivitas dan lamanya penyakit.
- Ruam kulit atau lesi yang khas
- Rontgen dada menunjukkan pleuritis atau perikarditis
- Pemeriksaan dada dengan bantuan stetoskop menunjukkan adanya gesekan pleura atau jantung
- Analisa air kemih menunjukkan adanya darah atau protein
- Hitung jenis darah menunjukkan adanya penurunan beberapa jenis sel darah
- Biopsi ginjal
- Pemeriksaan saraf.

PENGOBATAN
Jika gejala lupus disebabkan karena obat, maka menghentikan penggunaan obat bisa menyembuhkannya, walaupun diperlukan waktu berbulan-bulan.

Penyakit yang ringan (ruam, sakit kepala, demam, artritis, pleuritis, perikarditis) hanya memerlukan sedikit pengobatan.
Untuk mengatasi artritis dan pleurisi diberikan obat anti peradangan non-steroid.
Untuk mengatasi ruam kulit digunakan krim kortikosteroid.
Untuk gejala kulit dan artritis kadang digunakan obat anti malaria (hydroxycloroquine).
Jika penderita sangat sensitif terhadap sinar matahari, sebaiknya pada saat bepergian menggunakan tabir surya, pakaian panjang ataupun kacamata.

Penyakit yang berat atau membahayakan jiwa penderitanya (anemia hemolitik, penyakit jantung atau paru yang meluas, penyakit ginjal, penyakit sistem saraf pusat) seringkali perlu ditangani oleh ahlinya.
Untuk mengendalikan berbagai manifestasi dari penyakit yang berat mungkin bisa diberikan kortikosteroid atau obat penekan sistem kekebalan.
Beberapa ahli memberikan obat sitotoksik (obat yang menghambat pertumbuhan sel) pada penderita yang tidak memberikan respon yang baik terhadap kortikosteroid atau yang tergantung kepada kortikosteroid dosis tinggi.






PROGNOSIS
Beberapa tahun terakhir ini prognosis penderita lupus semakin membaik, banyak penderita yang menunjukkan penyakit yang ringan.
Wanita penderita lupus yang hamil dapat bertahan dengan aman sampai melahirkan bayi yang normal, tidak ditemukan penyakit ginjal ataupun jantung yang berat dan penyakitnya dapat dikendalikan.

Angka harapan hidup 10 tahun meningkat sampai 85%.
Prognosis yang paling buruk ditemukan pada penderita yang mengalami kelainan otak, paru-paru, jantung dan ginjal yang berat.









































Skleroderma

DEFINISI
Skleroderma (Sklerosis Sitemik) adalah suatu penyakit jaringan ikat yang tersebar, yang ditandai dengan adanya perubahan pada kulit, pembuluh darah, otot kerangka tubuh dan organ dalam.

Kelainan ini 4 kali lebih sering terjadi pada wanita dan jarang terjadi pada anak-anak, biasanya muncul pada usia 30-50 tahun.
Skleroderma dapat timbul sebagai bagian dari penyakit jaringan ikat campuran.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.

Penyakit ini bisa menyebabkan gejala lokal maupun sistemik.
Perjalanan dan beratnya penyakit pada setiap penderita berlainan.

Gejala timbul akibat penimbunan kolagen yang berlebihan di dalam kulit dan organ tubuh lainnya. Juga terjadi kerusakan pada pembuluh darah kecil yang berada di dalam kulit dan organ yang terkena.
Pada kulit bisa ditemui ulserasi (borok/koreng), kalsifikasi (pengapuran) dan perubahan pigmentasi (warna kulit).
Gejala sistemik yang timbul bisa berupa fibrosis dan degenerasi (kemunduran) jantung, paru-paru, ginjal dan saluran pencernaan.

Faktor resiko terjadinya skleroderma adalah pemaparan debu silika dan polivinil klorida.

GEJALA
Gejala dari skleroderma adalah:
- fenomena Raynaud (perubahan warna jari tangan dan jari kaki menjadi pucat, kebiruan atau kemerahan, jika terkena panas ataupun dingin)
- nyeri, kekakuan dan pembengkakan pada jari tangan dan persendian
- kulit tangan dan lengan depan tampak mengkilat dan menebal
- kulit menjadi keras
- kulit wajah menjadi kencang dan seperti topeng
- koreng di ujung jari tangan atau jari kaki
- refluks esofagus atau heartburn (rasa panas di lambung atau dada akibat gangguan pencernaan)
- gangguan menelan
- sesudah makan perut terasa kembung
- penurunan berat badan (kerusakan pada usus halus dapat mempengaruhi penyerapan makanan (malabsorbsi) dan menyebabkan penurunan berat badan)
- diare
- sembelit
- sesak nafas (skeroderma bisa menyebabkan terjadinya jaringan parut di paru-paru, sehingga terjadi sesak nafas pada saat penderita melakukan aktivitas).




Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:
- nyeri pergelangan tangan
- bengek
- kulit menjadi putih atau hitam abnormal
- nyeri persendian
- rambut rontok
- mata terasa perih, gatal dan belekan
- beberapa kelainan jantung yang bisa berakibat fatal, yaitu gagal jantung dan kelainan irama jantung
- penyakit ginjal yang berat (gejala pertama kerusakan ginjal biasanya berupa peningkatan tekanan darah yang tiba-tiba, tekanan darah yang tinggi adalah tanda yang kurang baik, walaupun biasanya bisa dikendalikan dengan pengobatan).

Pembuluh balik yang memberi gambaran seperti laba-laba (telangiektasi) muncul pada jari-jari tangan, dada, wajah, bibir dan lidah.
Benjolan yang mengandung kalsium bisa timbul di jari tangan, daerah bertulang lainnya atau pada sendi.
Kadang-kadang terdengar suara yang mengganggu, bila jaringan yang meradang bergesekan satu sama lain, terutama di lutut dan dibawah lutut.
Jari-jari tangan, pergelangan tangan dan sikut bisa terfiksasi dalam posisi fleksi karena adanya jaringan parut di kulit.
Pertumbuhan sel abnormal di kerongkongan (Sindroma Barrett) terjadi pada sekitar sepertiga penderita, dan hal ini meningkatkan resiko terjadinya penyumbatan kerongkongan atau kanker.
Sistem penyaluran hati bisa tersumbat oleh jaringan parut (sirosis bilier), menyebabkan kerusakan hati dan sakit kuning.

Sindroma Crest juga disebut sklerosis yang terbatas pada kulit (skleroderma), biasanya merupakan bentuk yang tidak terlalu berat dan jarang menyebabkan kerusakan organ.
Gejalanya berupa :
- penimbunan kalsium di kulit
- fenomena Raynaud
- kelainan fungsi kerongkongan
- sklerodaktili (kerusakan kulit jari tangan)
- telangiektasis (pembuluh balik yang memberi gambaran seperti laba-laba).
Kerusakan kulit terbatas pada jari-jari tangan.
Penderita sindroma Crest dapat mengalami hipetensi pulmoner, yang dapat menyebabkan kegagalan jantung dan kegagalan pernafasan.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan:
§ Pemeriksaan kulit (menunjukkan adanya penebalan, pengerasan dan pengencangan kulit)
§ Pemeriksaan darah
- Laju endap darah meningkat
- Faktor rheumatoid bisa meningkat
- Tes antibodi antinuklear biasanya positif
§ Analisa air kemih (menunjukkan adanya protein dan sel darah merah)
§ Rontgen dada bisa menunjukkan adanya fibrosis
§ Tes fungsi paru seringkali menunjukkan adanya penyakit paru restriktif
§ Biopsi kulit.
PENGOBATAN
Tidak ada obat yang dapat menghentikan perkembangan skleroderma. Tetapi obat dapat meredakan beberapa gejala dan mengurangi kerusakan organ.
Obat anti peradangan non steroid atau kadang-kadang kortikoosteroid, membantu mmeredakan nyeri otot dan sendi yang berat dan kelemahan.
Penisilamin akan memperlambat penebalan kulit dan bisa menghambat keterlibatan organ dalam, tetapi beberapa penderita tidak dapat mengatasi efek samping obat-obatan ini.
Obat imunosupresan (penekan kekebalan) seperti metotreksat, bisa membantu beberapa penderita.
Heartburn bisa diredakan dengan makan dalam porsi kecil, minum antasid dan obat anti histamin yang menghambat produksi asam lambung. Tidur dengan posisi kepala yang lebih tinggi sering membantu.
Pembedahan kadang-kadang dapat mengatasi masalah refluks asam lambung yang berat.
Tetracycline atau antibiotik lainnya dapat membantu mencegah gangguan penyerapan di usus yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri berlebih pada usus yang rusak.
Nifedipine dapat meredakan gejala dari fenomena Raynaud, tapi juga bisa meningkatkan refluks asam.
Obat anti tekanan darah tinggi, terutama penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor), berguna untuk mengobati penyakit ginjal dan tekanan darah tinggi.

Terapi fisik dan latihan olah raga dapat membantu mempertahankan kekuatan otot, tapi tidak dapat secara keseluruhan mencegah sendi yang terfiksasi pada posisi fleksi.

PROGNOSIS
Perjalanan penyakit skleroderma bervariasi dan tidak dapat diduga. Kadang akan memburuk dengan cepat dan menjadi fatal. Kadang hanya mengenai kulit saja selama beberapa dekade, sebelum mengenai organ dalam.
Kebanyakan kasus skleroderma bersifat progresif. Pada beberapa penderita terjadi masa bebas gejala (remisi) disertai progresivitas penyakit yang lambat.

Jika pada gejala awal terdapat kelainan jantung, paru-paru atau ginjal, maka prognosisnya bertambah buruk.
Prognosis yang lebih baik ditemukan pada penderita yang hanya menunjukkan gejala kulit.
Kematian bisa terjadi akibat gangguan pada saluran pencernaan, jantung, ginjal maupun paru-paru.













Sindroma Sj?gren

DEFINISI
Sindroma Sj?gren adalah suatu penyakit peradangan sistemik yang ditandai dengan mulut yang kering, berkurangnya pembentukan air mata dan kekeringan pada selaput lendir lainnya, serta seringkali berhubungan dengan penyakit rematik autoimun.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.
Gejalanya paling sering ditemukan pada wanita usia 40-50 tahun, jarang terjadi pada anak-anak.
Gejala yang paling sering ditemukan adalah mata dan mulut yang kering; yang bisa berdiri sendiri atau bersamaan dengan gejala artritis rematoid maupun penyakit jaringan ikat lainnya.
Bisa terjadi pembengkakan kelenjar ludah.
Sindroma ini bisa berhubungan dengan artritis rematoid, lupus eritematosus sistemik, skleroderma, polimiositis dan penyakit lainnya.
Angka kejadiannya adalah sebesar 3%.

GEJALA
Gejalanya berupa:
- mata kering atau gatal
- mulut kering
- gangguan menelan
- gangguan rasa
- karies gigi yang berat
- suara serak
- lelah
- nyeri atau pembengkakan persendian
- pembengkakan kelenjar
- kornea keruh.

Pada penderita lainnya, banyak organ yang terlibat:
§ Kekeringan pada trakea dan paru-paru menjadikan penderita lebih rentan terhadap infeksi sehingga terjadi pneumonia
§ Kantong di sekeliling jantung dapat mengalami peradangan (perikarditis)
§ Serabut saraf dapat mengalami kerusakan, terutama saraf wajah
§ Hati, pankreas, limpa, ginjal dan kelenjar getah bening dapat terkena
§ Artritis terjadi pada sepertiga penderita, mengenai sendi yang sama pada artritis rematoid, tetapi artritis pada sindroma Sj?gren cenderung lebih ringan dan biasanya tidak bersifat merusak
§ Kanker sistem getah bening (limfoma) 44 kali lebih sering terjadi penderita sindroma Sj?gren.







DIAGNOSA
Pada pemeriksaan fisik, mata dan mulut tampak kering. Karena mulut kering, maka di dalam mulut bisa ditemukan luka terbuka.

Pemeriksaan yang biasa dilakukan:
Tes antibodi SS-B, yang merupakan antibodi yang relatif spesifik untuk sindroma Sj?gren
Tes antibodi antinuklear
Biopsi kelenjar ludah
Faktor rematoid
Tes air mata.
Jumlah air mata yang diproduksi dapat diukur dengan menempatkan kertas penyerap dibawah tiap kelopak mata bawah dan diamati berapa banyak kertas yang basah (Tes Schirmer). Penderita sindroma Sj?gren mungkin menghasilkan kurang dari sepertiga jumlah normal.
Pemeriksaan slit lamp.

PENGOBATAN
Pengobatan untuk menyembuhkan penyakit ini tidak ada, tetapi gejala yang timbul dapat diredakan:
Mata kering bisa diobati dengan air mata buatan yang diteteskan sesuai dengan kebutuhan atau dengan salep pelumas mata yang dioleskan pada malam hari.
Mulut kering bisa diatasi dengan mengisap air minum sepanjang hari, mengunyah permen karet yang tidak mengandung gula dan menghindari obat-obatan yang dapat menyebabkan mulut kering (misalnya antihistamin dan dekongestan).
Jika kelenjar liur tidak mengalami kerusakan yang parah, untuk meningkatkan pembentukan ludah bisa digunakan obat-obatan (misalnya pilokarpin) untuk membantu merangsang pembentukan liur.
Menjaga kebersihan mulut dan melakukan kunjungan perawatan gigi secara teratur, dapat meminimalkan kerusakan dan rontoknya gigi akibat mulut yang kering.
Kelenjar liur yang nyeri dan bengkak dapat diatasi dengan obat pereda nyeri.
Gejala artritis mungkin sifatnya ringan dan biasanya diobati dengan obat anti peradangan non-steroid (Aspirin) serta terapi fisik (mengistirahatkan sendi yang terkena).
Jika gejala yang timbul terjadi karena kerusakan organ internal yang parah, bisa diberikan kortikosteroid (misalnya prednisone) per-oral (ditelan).

PROGNOSIS
Prognosis tergantung kepada potensi antibodi dalam merusak ogan vital.
Pneumonia, gagal ginjal dan limfoma jarang bersifat fatal.












Polimiositis & Dermatomiositis

DEFINISI
Polimiositis merupakan penyakit jaringan ikat menahun yang ditandai dengan peradangan yang menimbulkan nyeri dan degenerasi dari otot-otot.

Dermatomiositis adalah polimiositis yang disertai dengan peradangan pada kulit.
Penyakit ini menyebabkan kelemahan dan kemunduran otot.
Kelemahan otot terutama mengenai otot bahu dan panggul, tetapi bisa mengenai otot-otot yang simetris di seluruh tubuh.
Polimiositis dan dermatomiositis biasanya terjadi pada dewasa (usia 40-60 tahun) atau pada anak-anak (usia 5-15 tahun).
Wanita 2 kali lebih sering terkena.
Pada dewasa, penyakit ini bisa terjadi sendiri atau merupakan bagian dari penyakit jaringan ikat lainnya, misalnya penyakit jaringan ikat campuran.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.

Virus atau reaksi autoimun diduga berperan dalam timbulnya penyakit ini.
Kanker juga bisa memicu timbulnya penyakit ini, dimana reaksi autoimun terhadap kanker mungkin diarahkan untuk melawan bahan yang terkandung di dalam otot.
Sekitar 15% penderita laki-laki berusia diatas 50 tahun, juga menderita kanker.

GEJALA
Gejalanya pada semua umur hampir sama, tetapi biasanya pada anak-anak gejalanya timbul secara lebih mendadak.

Gejalanya bisa dimulai selama atau sesudah suatu infeksi, yaitu berupa:
− kelemahan otot (terutama otot lengan atas, panggul dan paha)
− nyeri otot dan sendi
− fenomena Raynaud
− kemerahan (ruam kulit)
− kesulitan menelan
− demam
− kelemahan dan
− penurunan berat badan.

Kelemahan otot bisa dimulai secara perlahan atau secara tiba-tiba, dan bisa memburuk dalam beberapa minggu atau beberapa bulan.
Karena yang paling sering terkena adalah otot-otot yang dekat dengan pusat badan, penderita akan mengalami kesulitan dalam mengangkat lengannya melampaui bahu, menaiki tangga dan bangun dari posisi duduk di kursi.
Jika menyerang otot leher, penderita akan mengalami kesulitan pada saat mengangkat kepalanya dari bantal.
Kelemahan pada bahu atau panggul menyebabkan penderita harus duduk di kursi dorong atau di tempat tidur.
Kerusakan otot pada bagian atas kerongkongan bisa menyebabkan kesulitan menelan dan regurgitasi makanan.
Kerusakan otot tidak terjadi pada otot-otot tangan, kaki dan wajah.
Pada 1/3 kasus terjadi pembengkakan dan nyeri sendi, tetapi cenderung ringan.
Fenomena Raynaud lebih sering terjadi pada penderita polimiositis yang disertai penyakit jaringan ikat lainnya.

Polimiositis biasanya tidak mengenai organ-organ dalam selain tenggorokan dan kerongkongan. Tetapi paru-paru bisa terkena, menyebabkan sesak nafas dan batuk.
Perdarahan pada ulkus di lambung atau usus, bisa menyebabkan tinja berdarah atau tinja kehitaman, yang lebih sering terjadi pada anak-anak.

Pada dermatomiositis,kemerahan cenderung timbul bersamaan dengan melemahnya otot dan gejala lainnya.
Pada wajah bisa timbul bayangan kemerahan (ruam heliotrop).
Yang khas adalah pembengkakan ungu-kemerahan di sekeliling mata.
Kemerahan lainnya, apakah bersisik, licin atau menonjol, bisa timbul di hampir seluruh bagian tubuh, tetapi yang paling sering muncul di buku-buku jari. Bantalan kuku jari tampak kemerahan.
Pada saat kemerahan ini memudar, timbul bercak kecoklatan, jaringan parut, pengkerutan atau bercak pucat di kulit.










DIAGNOSA
Kriteria yang digunakan untuk menegakkan diagnosis penyakit ini adalah:
− Kelemahan otot di bahu atau panggul
− Ruam kulit yang khas
− Peningkatan kadar enzim-enzim otot tertentu dalam darah
− Perubahan mikroskopik yang khas pada jaringan otot
− Ketidaknormalan aktivitas listrik otot yang diukur melalui elektromiograf.

Pemeriksaan khusus pada contoh jaringan otot mungkin diperlukan untuk menyingkirkan penyakit otot lainnya.
Pemeriksaan laboratorium bisa membantu, tetapi tidak dapat menentukan poliomiositis atau dermatomiositis secara spesifik
Kadar enzim otot tertentu dalam darah, seperti kreatin kinase, sering lebih tinggi dari nomal dan ini menunjukkan adanya kerusakan otot.
Enzim ini diukur secara berulang untuk memantau penyakitnya, kadarnya biasanya akan kembali normal atau mendekati normal setelah pengobatan yang efektif.
Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan lainya mungkin diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat kanker atau tidak.

PENGOBATAN
Pada saat peradangan, hendaknya aktivitas/pergerakan penderita dibatasi.
Biasanya diberikan kortikosteroid (misalnya prednison) dosis tinggi per-oral (ditelan), yang secara perlahan akan memperbaiki kekuatan otot dan meringankan nyeri dan pembengkakan, serta mengendalikan penyakit.
Setelah sekitar 4-6 minggu, jika kadar enzim otot dan kekuatan otot telah kembali normal, dosisnya diturunkan secara bertahap.
Sebagian besar orang dewasa harus terus menerus mengkonsumsi prednison dosis rendah untuk beberapa tahun atau untuk mencegah kekambuhan.
Setelah sekitar 1 tahun, anak-anak tidak lagi mendapatkan kortikosteroid dan bebas dari gejala.
Kadang-kadang prednison memperburuk penyakit atau tidak sepenuhnya efektif. Jika hal ini terjadi, diberikan obat imunosupresan sebagai pengganti atau sebagai tambahan terhadap prednison.

Jika obat-obat lainnya tidak efektif, bisa diberikan gamma globulin (bahan yang banyak mengandung antibodi) intravena (melalui pembuluh darah).

Jika poliomiositis disertai dengan kanker, biasanya tidak akan menunjukkan respon yang baik terhadap prednison. Tetapi polimiositis akan membaik bila kankernya berhasil diatasi.

Penderita dewasa dengan penyakit yang berat dan progresif, yang mengalami kesulitan menelan, malnutrisi, pneumonia atau kegagalan pernafasan, bisa meninggal.








Polikondritis Kambuhan

DEFINISI
Polikondritis Kambuhan adalah suatu penyakit yang jarang, yang ditandai dengan episode nyeri pada peradangan destruktif tulang rawan (kartilago) dan jaringan ikat lainnya di telinga, persendian, hidung, pita suara (laring), trakea, bronki, mata, katup jantung, ginjal dan pembuluh darah.

Penyakit ini menyerang pria dan wanita, biasanya pada usia pertengahan.

GEJALA
Yang khas adalah kedua telinga menjadi merah, membengkak dan sangat nyeri.
Pada saat yang bersamaan, atau di kemudian hari, bisa terjadi artritis, yang bisa bersifat ringan atau berat. Persendian manapun bisa terkena.
Tulang rawan (kartilago) yang menghubungkan tulang iga dengan tulang dada, bisa mengalami peradangan.
Kartilago hidung juga merupakan tempat yang sering mengalami peradangan.
Bagian tubuh lainnya yang mengalami peradangan adalah mata, laring, trakea, telinga sebelah dalam, jantung, pembuluh darah, ginjal dan kulit.
Masa kekambuhan dari peradangan dan nyeri bisa berlangsung selama beberapa minggu, lalu sembuh selama beberapa tahun.
Pada akhirnya, kartilago bisa mengalami kerusakan, menyebabkan telinga terkulai, batang hidung yang landai dan gangguan penglihatan, pendengaran dan keseimbangan.
Penderita bisa meninggal jika mengalami penyermpitan saluran pernafasan atau jika jantung dan pembuluh darahnya mengalami kerusakan hebat.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan bila ditemukan minimal 3 dari gejala-gejala berikut:
− Peradangan kedua telinga
− Nyeri dan peradangan pada beberapa sendi
− Peradangan tulang rawan hidung
− Peradangan mata
− Kerusakan pada tulang rawan di saluran pernafasan
− Gangguan pendengaran atau gangguan keseimbangan.

Biopsi dari kartilago yang terkena bisa menunjukkan kelainan yang khas dan pemeriksaan darah bisa menemukan tanda-tanda peradangan menahun.

PENGOBATAN
Polikondritis kambuhan yang ringan bisa diobati dengan Aspirin atau obat anti peradangan non-steroid lainnya (misalnya ibuprofen).
Pada kasus yang lebih berat, diberikan prednison dosis harian, lalu dosisnya dikurangi sejalan dengan perbaikan dari gejala-gejalanya.
Kadang-kadang kasus yang kritis diobati dengan obat imunosupresan seperti siklofosfamid.





Vaskulitis

DEFINISI
Vaskulitis adalah peradangan pada pembuluh darah.

Vaskulitis bukan suatu penyakit, tetapi lebih merupakan proses penyakit yang terjadi pada sejumlah penyakit jaringan ikat autoimun, seperti artritis rematoid dan lupus eritematosus sistemik.
Vaskulitis juga bisa terjadi tanpa melibatkan jaringan ikat.

PENYEBAB
Tidak diketahui apa yang dapat memicu vaskulitis, tetapi diduga melibatkan virus hepatitis.
Agaknya peradangan terjadi ketika sistem kekebalan salah mengenali pembuluh darah atau bagian dari pembuluh darah sebagai benda asing dan menyerangnya.
Sel-sel dari sistem kekebalan, yang menyebabkan peradangan, mengelilingi dan menyusup ke dalam pembuluh darah yang terkena, merusaknya dan mungkin juga merusak jaringan yang diperdarahi oleh pembuluh yang terkena.
Pembuluh darah mengalami kebocoran atau tersumbat, yang selanjutnya akan mengganggu pengaliran darah ke saraf, organ-organ dan bagian tubuh lainnya.
Daerah tersebut akan kehilangan darahnya (daerah iskemik) dan mengalami kerusakan menetap.

GEJALA
Gejala-gejalanya bisa merupakan akibat dari kerusakan langsung pada pembuluh darah atau kerusakan jaringan yang mengalami gangguan aliran darah.

Pembuluh darah manapun bisa terkena. Vaskulitis bisa terbatas pada vena-vena, arteri besar, arteri kecil atau kapiler; atau bisa terbatas pada pembuluh di suatu bagian dari tubuh, misalnya kepala, tungkai atau ginjal.




















Penyakit-penyakit yang ditandai dengan vaskulitis:
1. Sindroma Henoch-Sch?nlein (Purpura Henoch-Sch?nlein) : peradangan pada vena-vena kecil, menyebabkan jerawat/bisul keras berwarna keunguan di kulit
2. Eritema Nodosum : peradangan pembuluh darah pada lapisan dalam kulit, menyebabkan benjolan dalam yang lunak dan merah di tungkai dan lengan
3. Poliarteritis Nodosa : peradangan arteri-arteri berukuran sedang, menyebabkan gangguan pengaliran darah di sepanjang pembuluh dan menuju jaringan di sekitarnya
4. Arteritis Temporal (Giant Cell Arteritis, Arteritis Sel Raksasa) : peradangan arteri-arteri di otak dan kepala, kadang-kadang menyebabkan sakit kepala dan kebutaan
5. Arteritis Takayasu : peradangan arteri-arteri besar, seperti aorta dan percabangannya, menyebabkan penyumbatan dan denyut nadi yang tak teraba.







































Poliarteritis Nodosa

DEFINISI
Poliarteritis Nodosa merupakan suatu penyakit dimana bagian dari arteri-arteri berukuran sedang mengalami peradangan dan kerusakan, dan menyebabkan berkurangnya pengaliran darah ke organ-organ yang diperdarahinya.

Penyakit ini sering berakibat fatal jika tidak diobati dengan tepat.
Biasanya menyerang usia 40-50 tahun, tetapi bisa terjadi pada usia berapa saja.
Laki-laki 3 kali lebih sering terkena.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi reaksi terhadap beberapa obat dan vaksin bisa menyebabkan terjadinya penyakit ini.
Infeksi virus dan bakteri kadang-kadang bisa memicu terjadinya peradangan.

GEJALA
Pada awalnya penyakit ini bersifat ringan, tetapi bisa menjadi fatal dalam beberapa bulan atau menyebabkan penyakit menahun.
Berbagai organ atau sekumpulan organ bisa terkena, dan gejalanya tergantung dari organ yang terkena.

Poliarteritis nodosa sering menyerupai penyakit lain, dimana terjadi peradangan arteri (vaskulitis). Salah satu contohnya adalah sindroma Churg-Strauss, yang membedakannya dengan poliarteritis nodosa adalah bahwa pada sindroma ini terjadi asma.

Gejala awal yang paling sering ditemukan adalah demam.
Nyeri perut, mati rasa atau kesemutan pada tangan dan kaki, kelemahan dan penurunan berat badan juga bisa terjadi.

75% penderita mengalami kerusakan ginjal, yang menyebabkan tekanan darah tinggi, pembengkakan karena penimbunan cairan (edema) dan berkurangnya atau tidak terbentuknya air kemih.

Jika pembuluh darah pada saluran pencernaan terkena, daerah usus bisa mengalami perforasi, menyebabkan infeksi perut (peritonitis), nyeri hebat, diare berdarah dan demam tinggi.

Jika pembuluh darah jantung terkena, bisa timbul nyeri dada dan serangan jantung.
Kerusakan pada pembuluh darah otak bisa menyebabkan sakit kepala, kejang dan halusinasi.
Hati juga bisa mengalami kerusakan hebat.
Sering terjadi nyeri otot dan sendi, dan persendian bisa mengalami peradangan.
Pembuluh darah di dekat kulit bisa teraba menonjol dan tidak teratur, dan kadang-kadang ulkus terbentuk pada kulit diatas pembuluh darah yang terkena.






















DIAGNOSA
Tidak terdapat pemeriksaan darah yang bisa memperkuat diagnosis poliarteritis nodosa.
Dokter menduga penyakit ini jika demam dan gejala-gejala neurologis seperti mati rasa, kesemutan atau kelumpuhan terjadi pada laki-laki setengah baya yang sebelumnya sehat.
Diagnosis bisa diperkuat dengan melakukan biopsi dari pembuluh darah yang terkena.
Mungkin juga perlu dilakukan biopsi hati atau ginjal.
Foto rontgen yang diambil setelah penyuntikan zat warna ke dalam arteri (arteriogram), bisa menunjukkan abnormalitas dalam pembuluh darah.

PENGOBATAN
Tanpa pengobatan, hanya 33% yang bertahan hidup selama 1 tahun, 88% meninggal dalam waktu 5 tahun.
Pengobatan yang agresif bisa mencegah kematian.
Obat-obat yang memicu terjadinya penyakit ini, pemakaiannya dihentikan.
Kortikosteroid dosis tinggi (misalnya prednison), dapat mencegah memburuknya penyakit dan menyebabkan periode bebas gejala pada sekitar 30% penderita.
Karena biasanya diperlukan pengobatan kortikosteroid jangka panjang, maka pada saat gejalanya mereda dosisnya dikurangi.
Jika kortikosteroid tidak mampu mengurangi peradangan, bisa diganti atau digabung dengan obat imunosupresan, seperti siklofosfamid.
Pengobatan lainnya, seperti pengendalian tekanan darah tinggi, sering diperlukan untuk mencegah kerusakan organ-organ dalam.

Meskipun diobati, beberapa organ vital bisa mengalami kegagalan atau pembuluh darah yang melemah bisa pecah.
Kegagalan ginjal merupakan penyebab kematian paling sering.
Infeksi yang berakibat fatal bisa terjadi karena penggunaan kortikosteroid jangka panjang dan obat imunosupresan, yang mengurangi kemampuan tubuh dalam melawan infeksi.



Polimialgia Rematika

DEFINISI
Polimialgia Rematika adalah suatu keadaan yang menyebabkan nyeri hebat dan kekakuan pada otot leher, bahu dan panggul.

Penyakit ini terjadi pada usia lebih dari 50 tahun dan wanita 2 kali lebih sering terkena.
Meskipun terasa nyeri, penyakit ini tidak menyebabkan kelemahan atau kerusakan otot.
Kadang-kadang penyakit ini terjadi bersamaan dengan arteritis temporalis (arteritis sel raksasa).

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.

GEJALA
Polimialgia rematika menyebabkan nyeri hebat dan kekakuan pada leher, bahu dan panggul.
Kekakuan ini akan memburuk pada pagi hari dan setelah beristirahat.
Gejala-gejala otot bisa disertai oleh demam, tidak enak badan, penurunan berat badan dan depresi.
Semua gejala ini bisa timbul secara tiba-tiba atau secara bertahap.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik dan hasil pemeriksaan lainnya.
Biopsi jaringan otot biasanya tidak diperlukan, tetapi jika dilakukan, tidak dapat menunjukkan adanya kerusakan otot dan elektromiogram juga tidak menunjukkan kelainan.
Pemeriksaan darah bisa menemukan adanya anemia.
Laju endap darah dan protein C-reaktif biasanya sangat tinggi, menunjukkan bahwa penyakitnya sedang aktif.
Kadar kreatin kinase dalam darah adalah normal.

PENGOBATAN
Penyakit akan membaik bila diberikan prednison dosis rendah.
Jika disertai dengan arteritis temporal, diperlukan kortikosteroid dosis lebih tinggi.
Bila gejalanya mereda, dosis diturunkan secara bertahap sampai dosis terendah yang masih efektif.
Sebagian besar penderita bisa menghentikan pemakaian prednison dalam 2-4 tahun, tetapi penderita yang lainnya memerlukan dosis kecil dalam waktu yang lebih lama.
Aspirin dan obat anti peradangan non-steroid lainnya bisa membantu meredakan gejala.










Arteritis Temporalis

DEFINISI
Arteritis Temporalis (Giant Cell Arteritis, Arteritis Sel Raksasa) adalah penyakit peradangan menahun pada arteri-arteri besar.

Penyakit ini menyerang sekitar 1 dari 1.000 orang yang berusia diatas 50 tahun dan sedikit lebih banyak menyerang wanita.
Gejalanya bertumpang tindih dengan polimialgia rematika.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi diduga merupakan akibat dari respon kekebalan.

GEJALA
Gejalanya bervariasi, tergantung kepada arteri mana yang terkena.
Jika mengenai arteri besar yang menuju ke kepala. biasanya secara tiba-tiba akan timbul sakit kepala hebat di pelipis atau di belakang kepala.
Pembuluh darah di pelipis bisa teraba membengkak dan bergelombang.
Jika sedang menyisir rambut, kulit kepala bisa terasa nyeri.
Bisa terjadi penglihatan ganda, penglihatan kabur, bintik buta yang besar, kebutaan pada salah satu mata atau gangguan penglihatan lainnya.
Yang paling berbahaya adalah jika terjadi kebutaan total, yang bisa timbul secara mendadak jika aliran darah ke saraf penglihatan (nervus optikus) tersumbat.
Yang khas adalah rahang, otot-otot pengunyahan dan lidah bisa terluka jika makan atau berbicara.
Gejala lainnya bisa meliputi polimialgia rematika.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan pemeriksaan fisik, dan diperkuat dengan biopsi dari arteri temporalis di pelipis.
Pemeriksaan darah biasanya menunjukkan laju endap darah yang sangat tinggi dan anemia.

PENGOBATAN
Kebutaan terjadi pada 20% penderita yang tidak diobati, sehingga pengobatan harus segera dimulai setelah penyakit ini terdiagnosis.

Pada awalnya prednison diberikan dalam dosis tinggi, untuk menghentikan peradangan dalam pembuluh darah. Setelah beberapa minggu, jika menunjukkan perbaikan, dosisnya secara perlahan diturunkan.
Beberapa penderita dapat menghentikan pemakaian prednison dalam beberapa tahun, tetapi penderita lainnya memerlukan dosis yang sangat kecil selama beberapa tahun untuk mengendalikan gejalanya dan mencegah kebutaan.







Granulomatosis Wegener

DEFINISI
Granulomatosis Wegener adalah penyakit yang jarang terjadi, yang sering dimulai dengan peradangan pada lapisan hidung, sinus, tenggorokan dan paru-paru, dan bisa berkembang menjadi peradangan pembuluh darah di seluruh tubuh (vaskulitis generalisata) atau penyakit ginjal yang fatal.

Penyakit ini bisa terjadi pada usia berapa saja dan laki-laki 2 kali lebih sering terkena.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.

Penyakit ini mirip dengan infeksi, tetapi tidak ditemukan organisme yang menginfeksi.
Granulomatosis Wegener diduga disebabkan oleh respon alergik terhadap suatu pemicu yang belum dapat diidentifikasi. Sebagai akibatnya adalah respon kekebalan yang tidak tepat, yang merusak banyak jaringan tubuh.
Penyakit ini menyebabkan vaskulitis dan sejenis peradangan yang tidak biasa, yang disebut granuloma, yang pada akhirnya akan merusak jaringan yang normal.

GEJALA
Penyakit ini bisa dimulai secara tiba-tiba atau secara bertahap.
Gejala awal biasanya mengenai saluran pernafasan bagian atas (hidung, sinus, telinga dan trakea), yaitu berupa:
- perdarahan hidung
- sinusitis
- infeksi telinga tengah (otitis media)
- batuk
- batuk darah.

Lapisan hidung tampak merah dan kasar, dan mudah berdarah.
Bisa terjadi demam, tidak enak badan (malaise), hilang nafsu makan, nyeri dan pembengkakan sendi dan peradangan mata atau telinga.
Penyakit bisa mengenai arteri dari jantung, menyebabkan nyeri dada atau serangan jantung (infark miokardium), atau bisa menyerang otak atau urat saraf tulang belakang, menyebabkan gejala yang mirip dengan beberapa penyakit neurologis.

Penyakit ini bisa berkembang menjadi fase generalisata, yaitu adanya peradangan pembuluh darah di seluruh tubuh. Sebagai akibatnya, luka akan timbul di kulit dan menyebar secara luas, menyebabkan terbentuknya jaringan parut yang hebat di kulit.
Pada stadium ini, sering terjadi kerusakan ginjal, bisa ringan atau berupa kegagalan ginjal yang bisa berakibat fatal. Penyakit ginjal yang berat menyebabkan tekanan darah tinggi dan gejala-gejala yang timbul akibat penimbunan limbah metabolik di dalam darah (uremia).
Kadang-kadang, paru-paru merupakan satu-satunya organ utama yang terkena. Adanya granuloma di paru-paru menyebabkan gangguan pernafasan.
Sering terjadi anemia dan bisa sangat berat.

Perbaikan bisa terjadi secara spontan, tetapi tanpa pengobatan, granulomatosis Wegener lebih cepat memburuk dan bisa berakibat fatal.
DIAGNOSA
Untuk mencegah terjadinya komplikasi (penyakit ginjal, serangan jantung, kerusakan otak), penyakit ini harus didiagnosis dan diobati secara dini.
Pola gejalanya yang khas biasanya mudah dikenali dan hal ini diperkuat oleh biopsi dari jaringan yang terkena.
Meskipun pemeriksaan darah tidak dapat secara spesifik menunjukkan penyakit ini, tetapi bisa mendukung diagnosisnya.
Suatu pemeriksaan bisa menemukan adanya antibodi sitoplasmik antineutrofil, yang merupakan dugaan kuat untuk penyakit ini.
Jika tidak menyerang hidung, tenggorokan atau kulit, diagnosisnya akan sulit ditegakkan, karena gejala-gejala dan hasil pemeriksaan rontgennya bisa menyerupai beberapa penyakit paru-paru.

PENGOBATAN
Untuk mengendalikan penyakit ini melalui pengurangan reaksi kekebalan yang tidak tepat, diberikan obat imunosupresan seperti siklofosfamid dan azatioprin.
Pengobatan ini biasanya dilanjutkan minimal 1 tahun setelah gejalanya menghilang.

Kortikosteroid diberikan pada waktu yang sama, untuk menekan peradangan.
Dosisnya diturunkan secara bertahap dan akhirnya dihentikan.

Karena obat ini mengurangi kemampuan tubuh dalam melawan infeksi, mungkin diperlukan antibiotik untuk mengobati pneumonia, yang bisa terjadi jika paru-paru mengalami kerusakan.

Kadang-kadang diperlukan transfusi darah jika anemia menjadi berat.

























Sindroma Reiter

DEFINISI
Sindroma Reiter merupakan peradangan pada sendi dan tendon (urat daging) yang melengkapinya, sering disertai dengan peradangan pada konjungtiva mata dan selaput lendir (misalnya di mulut, saluran kemih, vagina dan penis), dan ruam-ruam yang khas.

Sindroma Reiter disebut artritis reaktif karena peradangan sendi muncul sebagai reaksi terhadap infeksi yang berasal dari bagian tubuh lainnya selain sendi.

Terdapat 2 bentuk Sindroma Reiter:
Terjadi dengan penyakit menular seksual seperti infeksi klamidia, dan lebih sering terjadi pada laki-laki muda
Terjadi setelah infeksi saluran pencernaan, misalnya salmonelosis.

PENYEBAB
Penyebab yang pasti dari sindroma Reiter tidak diketahui.
Paling sering terjadi pada pria yang berusia kurang dari 40 tahun.
Bisa timbul setelah terjadinya penyakit menular seksual atau infeksi disenterik karena Chlamydia, Campylobacter, Salmonella atau Yersinia.
Faktor genetik kemungkinan berperan dalam terjadinya penyakit ini.

GEJALA
Gejalanya dimulai dalam 7-14 hari setelah terjadinya infeksi.

Gejala awalnya sering berupa peradangan uretra (saluran yang membawa air kemih dari kandung kemih keluar tubuh).
Pada laki-laki, peradangan ini menyebabkan nyeri dan keluarnya nanah dari penis. Kelenjar prostat bisa meradang dan nyeri.
Gejala saluran kemih-kelamin pada wanita biasanya ringan, berupa keputihan ringan atau nyeri waktu berkemih.
Konjungtiva (selaput yang melapisi kelopak mata dan bola mata) bisa menjadi merah dan meradang, menyebabkan rasa gatal atau rasa terbakar dan pengeluaran air mata yang berlebihan.

Nyeri dan peradangan sendi bisa ringan atau berat.
Beberapa sendi biasanya terkena, terutama lutut, sendi jari kaki dan daerah dimana tendon (urat otot) menempel ke tulang (misalnya tumit).
Pada kasus yang lebih berat, nyeri dan peradangan bisa mengenai tulang belakang.

Luka kecil yang tidak terasa nyeri bisa terjadi di mulut, lidah dan ujung penis.
Kadang-kadang ruam yang khas dari bintik tebal dan keras, bisa timbul di kulit, terutama pada telapak tangan dan telapak kaki.
Endapan kuning bisa terbentuk dibawah kuku jari tangan dan kuku jari kaki.

Pada sebagian besar penderita, gejala awalnya menghilang dalam 3-4 bulan.
Pada 50% penderita, artritis dan gejala lainnya muncul lagi setelah beberapa tahun.
Jika gejalanya menetap atau sering kambuh, bisa terjadi kelainan bentuk pada sendi dan tulang belakang.

DIAGNOSA
Adanya gabungan dari gejala-gejala pada sendi, alat kelamin, alat kemih, kulit dan mata mengarah kepada diagnosis penyakit ini.
Karena gejala-gejala ini tidak muncul bersamaan, penyakit ini mungkin tidak terdiagnosis selama beberapa bulan.
Tidak ada pemeriksaan laboratorium yang dapat memperkuat diagnosis penyakit ini.
Untuk mencoba menentukan organisme penyebab infeksi yang memicu sindroma ini bisa dilakukan pemeriksaan terhadap contoh dari uretra atau cairan sendi, atau biopsi sendi.

PENGOBATAN
Antibiotik diberikan untuk mengobati infeksinya, tetapi pengobatan ini tidak selalu berhasil dan lamanya pemberian yang optimal tidak diketahui.
Artritis biasanya diobati dengan obat anti peradangan non-steroid.
Bisa juga digunakan obat imunosupresan, seperti sulfasalazin atau metotreksat.
Kortikosteroid disuntikkan langsung ke dalam sendi yang meradang.

Konjungtivitis dan luka di kulit tidak perlu diobati, tetapi peradangan mata yang berat mungkin memerlukan salep atau tetes mata kortikosteroid.
































Sindroma Behcet

DEFINISI
Sindroma Behcet adalah penyakit peradangan menahun dan sering mengalami kekambuhan, yang bisa menyebabkan rasa nyeri yang berulang pada luka di mulut, lepuhan di kulit, luka di alat kelamin dan sendi yang membengkak.

Mata, pembuluh darah, sistem saraf dan saluran pencernaan juga bisa mengalami peradangan.
Sindroma ini 2 kali lebih sering mengenai laki-laki. Biasanya timbul pada usia 20an, tetapi kadang-kadang terjadi pada masa kanak-kanak.
Penyakit ini jarang ditemukan di AS.
Orang-orang dari negara-negara Mediterania, Jepang, Korea dan daerah sepanjang rute sutra melalui Cina, memiliki resiko tertinggi terhadap terjadinya sindroma ini.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi virus dan penyakit autoimun diduga berperan dalam terjadinya penyakit ini.

GEJALA
Hampir semua penderita mengalami luka di mulut yang terasa nyeri dan berulang (mirip dengan luka cangker), yang biasanya merupakan gejala awal.

Luka di penis, kantong buah zakar dan vulva cenderung nyeri, sedangkan luka di vagina tidak menimbulkan nyeri.
Gejala lainnya muncul beberapa hari bahkan beberapa tahun kemudian.
Peradangan berulang dari bagian mata (iridosiklitis kambuhan) menyebabkan nyeri pada mata, peka terhadap cahaya dan penglihatan berkabut.
Beberapa gangguan mata lainnya bisa terjadi, seperti uveitis, yang bisa menyebabkan kebutaan jika tidak diobati.
Lepuhan di kulit dan jerawat bernanah timbul pada sekitar 80% penderita.
Luka kecil, bahkan tusukan jarum sekalipun, bisa menyebabkan daerah ini membengkak dan meradang.
Sekitar 50% penderita mengalami artritis non-progresif yang relatif ringan di lutut dan sendi besar lainnya.

Peradangan pembuluh darah (vaskulitis) di seluruh tubuh bisa menyebabkan:
- pembentukan bekuan darah
- aneurisma (penonjolan pada dinding pembuluh darah yang lemah)
- stroke
- kerusakan ginjal.

Jika mengenai saluran pencernaan, gejalanya bisa berkisar mulai dari rasa tidak enak yang ringan sampai kram perut yang berat dan diare.

Gejala atau periode bebas gejala dari sindroma ini bisa berlangsung selama beberapa minggu, beberapa tahun bahkan beberapa dekade.
Komplikasi yang kemungkinan besar terjadi adalah kelumpuhan.
Kadang-kadang kerusakan dari sistem saraf, saluran pencernaan atau pembuluh darah bisa berakibat fatal.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik karena tidak ada pemeriksaan laboratorium yang dapat mendeteksi sindroma Behcet.

Gejalanya mirip dengan penyakit lain, seperti sindroma Reiter, sindroma Steven-Johnson, lupus eritematosus sistemik, penyakit Crohn dan kolitis ulserativa.

PENGOBATAN
Tetes mata atau salep kortikosteroid bisa membantu penyembuhan mata yang meradang dan luka di kulit.

Peradangan mata atau sistem saraf yang berat mungkin memerlukan prednison atau kortikosteroid lainnya.

Siklosporin (obat imunosupresan) diberikan jika masalah mata sangat berat atau jika prednison tidak mampu mengendalikan gejala-gejalanya.



































Spondilitis Ankilosing

DEFINISI
Spondilitis Ankilosing merupakan penyakit jaringan ikat yang ditandai dengan peradangan pada tulang belakang dan sendi-sendi yang besar, menyebabkan kekakuan dan nyeri.

Laki-laki 3 kali lebih sering terkena, dan lebih sering menyerang umur 20-40 tahun.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi penyakit ini cenderung menyerang anggota keluarga, menunjukkan adanya peran dari genetik.
Penyakit ini 10-20 kali lebih sering terjadi pada orang-orang yang orang tua atau saudaranya menderita spondilitis ankilosing.

GEJALA
Peradangan ringan sampai menengah biasanya bergantian dengan periode tanpa gejala.
Gejala yang paling sering ditemukan adalah nyeri punggung, yang intensitasnya bervariasi dari satu episode ke episode lainnya dan bervariasi pada setiap penderita.
Nyeri sering memburuk di malam hari.

Kekakuan di pagi hari yang akan hilang jika penderita melakukan aktivitas, juga sering ditemukan.
Nyeri punggung dan kejang otot-ototnya seringkali bisa berkurang jika penderita membungkukkan badannya ke depan. Karena itu penderita sering mengambil posisi membungkuk, yang bisa menyebabkan bungkuk menetap bila tidak diobati.

Pada penderita lainnya, tulang belakang dengan jelas tampak lurus dan kaku.
Nyeri punggung bisa disertai dengan hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan, kelemahan dan anemia.
Jika sendi yang menghubungkan tulang iga dan tulang belakang meradang, rasa nyeri akan membatasi kemampuan dada untuk mengembang dan untuk menarik nafas dalam.
Kadang-kadang nyeri dimulai di sendi yang besar, seperti panggul, lutut dan bahu.
Sepertiga penderita mengalami serangan berulang dari peradangan mata (iritis akut), yang biasanya tidak mengganggu penglihatan.

Pada penderita lainnya, peradangan bisa menyerang katup jantung.
Jika kerusakan tulang belakang menekan saraf atau urat saraf tulang belakang, bisa timbul mati rasa, kelemahan atau nyeri di daerah yang dipersarafinya.

Sindroma kauda equina (Sindroma Ekor Kuda) merupakan komplikasi yang jarang, berupa gejala yang timbul jika kolumna tulang belakang yang meradang, menekan sejumlah saraf yang berjalan dibawah ujung urat saraf tulang belakang.
Gejalanya berupa impotensi, inkontinensia uri di malamhari, sensasi yang berkurang pada kandung kemih dan rektum dan hilangnya refleks mata kaki.




DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan pola gejala-gejalanya dan foto rontgen dari tulang belakang dan sendi yang terkena, dimana bisa dilihat adanya erosi pada persendian antara tulang belakang dan tulang panggul (sendi sakroiliaka) dan pembentukan jembatan antara tulang belakang, yang menyebabkan kekakuan pada tulang belakang.
Laju endap darah cenderung meningkat.

Pada 90% penderita ditemukan gen spesifik HLA-B27.

PENGOBATAN
Pengobatan ditujukan untuk mengurangi nyeri punggung dan nyeri sendi, dan mencegah atau memperbaiki kelainan bentuk pada tulang belakang.

Aspirin dan obat anti peradangan non-steroid lainnya bisa mengurangi nyeri dan peradangan. Yang paling efektif adalah indometasin.

Kortikosteroid hanya membantu pengobatan jangka pendek pada iritis dan peradangan sendi yang berat, yang biasanya diobati dengan penyuntikkan langsung ke dalam sendi.

Obat pengendur otot (muscle relaxant) dan pereda nyeri golongan narkotik, biasanya digunakan hanya untuk periode singkat, guna meringankan nyeri yang hebat dan mengembalikan fungsi panggul dan lutut.

Tujuan jangka panjang dari pengobatan adalah mempertahankan postur tubuh yang tepat dan membangun otot punggung yang kuat. Latihan harian akan memperkuat otot, yang akan melawan kecenderungan untuk membungkuk.

























Osteomielitis

DEFINISI
Osteomielitis adalah infeksi tulang yang biasanya disebabkan oleh bakteri, tetapi kadang-kadang disebabkan oleh jamur.
Jika tulang terinfeksi, bagian dalam tulang yang lunak (sumsum tulang) sering membengkak. Karena pembengkakan jaringan ini menekan dinding sebelah luar tulang yang kaku, maka pembuluh darah di dalam sumsum bisa tertekan, menyebabkan berkurangnya aliran darah ke tulang.
Tanpa pasokan darah yang memadai, bagian dari tulang bisa mati.
Infeksi juga bisa menyebar keluar dari tulang dan membentuk abses(pengumpulan nanah) di jaringan lunak di sekitarnya, misalnya di otot.

PENYEBAB
Tulang, yang biasanya terlindung dengan baik dari infeksi, bisa mengalami infeksi melalui 3 cara:
− Aliran darah
− Penyebaran langsung
− Infeksi dari jaringan lunak di dekatnya.

Aliran darah bisa membawa suatu infeksi dari bagian tubuh yang lain ke tulang.
Infeksi biasanya terjadi di ujung tulang tungkai dan lengan (pada anak-anak) dan di tulang belakang (pada dewasa).
Orang yang menjalani dialisa ginjal dan penyalahguna obat suntik ilegal, rentan terhadap infeksi tulang belakang (osteomielitis vertebral).
Infeksi juga bisa terjadi jika sepotong logam telah ditempelkan pada tulang, seperti yang terjadi pada perbaikan panggul atau patah tulang lainnya.
Bakteri yang menyebabkan tuberkulosis juga bisa menginfeksi tulang belakang (penyakit Pott).
Organisme bisa memasuki tulang secara langsung melalui patah tulang terbuka, selama pembedahan tulang atau dari benda yang tercemar yang menembus tulang.
Infeksi ada sendi buatan, biasanya didapat selama pembedahan dan bisa menyebar ke tulang di dekatnya.
Infeksi pada jaringan lunak di sekitar tulang bisa menyebar ke tulang setelah beberapa hari atau minggu. Infeksi jaringan lunak bisa timbul di daerah yang mengalami kerusakan karena cedera, terapi penyinaran atau kanker, atau ulkus di kulit yang disebabkan oleh jeleknya pasokan darah atau diabetes (kencing manis).
Suatu infeksi pada sinus, rahang atau gigi, bisa menyebar ke tulang tengkorak.

GEJALA
Pada anak-anak, infeksi tulang yang didapat melalui aliran darah, menyebabkan demam dan kadang-kadang di kemudian hari, menyebabkan nyeri pada tulang yang terinfeksi. Daerah diatas tulang bisa mengalami luka dan membengkak, dan pergerakan akan menimbulkan nyeri.
Infeksi tulang belakang biasanya timbul secara bertahap, menyebabkan nyeri punggung dan nyeri tumpul jika disentuh. Nyeri akan memburuk bila penderita bergerak dan tidak berkurang dengan istirahat, pemanasan atau minum obat pereda nyeri.



Demam, yang merupakan tanda suatu infeksi, sering tidak terjadi.
Infeksi tulang yang disebabkan oleh infeksi jaringan lunak di dekatnya atau yang berasal dari penyebaran langsung, menyebabkan nyeri dan pembengkakan di daerah diatas tulang, dan abses bisa terbentuk di jaringan sekitarnya.
Infeksi ini tidak menyebabkan demam, dan pemeriksaan darah menunjukkan hasil yang normal.
Penderita yang mengalami infeksi pada sendi buatan atau anggota gerak, biasanya memiliki nyeri yang menetap di daerah tersebut.
Jika suatu infeksi tulang tidak berhasil diobati, bisa terjadi osteomielitis menahun (osteomielitis kronis).
Kadang-kadang infeksi ini tidak terdeteksi selama bertahun-tahun dan tidak menimbulkan gejala selama beberapa bulan atau beberapa tahun.
Osteomielitis menahun sering menyebabkan nyeri tulang, infeksi jaringan lunak diatas tulang yang berulang dan pengeluaran nanah yang menetap atau hilang timbul dari kulit.
Pengeluaran nanah terjadi jika nanah dari tulang yang terinfeksi menembus permukaan kulit dan suatu saluran (saluran sinus) terbentuk dari tulang menuju kulit.

DIAGNOSA
Diagnosis berdasarkan gejala-gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Pada skening tulang dengan teknetium, area yang terinfeksi menunjukkan kelainan, kecuali pada anak-anak. Tetapi hal ini tidak akan muncul pada foto rontgen sampai lebih dari 3 minggu setelah gejala pertama timbul.
CT scan dan MRI juga bisa menunjukkan daerah yang terinfeksi.
Tetapi pemeriksaan ini tidak selalu dapat membedakan infeksi dari kelainan tulang lainnya.
Untuk mendiagnosa infeksi tulang dan menentukan bakteri penyebabnya, harus diambil contoh dari darah, nanah, cairan sendi atau tulangnya sendiri.
Biasanya untuk infeksi tulang belakang, diambil contoh jaringan tulang melalui sebuah jarum atau melalui pembedahan.

PENGOBATAN
Untuk anak-anak dan dewasa yang mendapatkan infeksi tulang melalui aliran darah, pengobatan paling efektif adalah antibiotik.
Jika bakteri penyebabnya tidak dapat ditentukan, maka antibiotik akan efektif untuk melawan Staphylococcus aureus (bakteri yang paling sering ditemukan sebagai penyebabnya), dan pada beberapa kasus melawan bakteri lainnya.
Tergantung kepada beratnya infeksi, pada awalnya antibiotik diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah), selanjutnya diberikan per-oral (ditelan) selama 4-6 minggu. Beberapa penderita bahkan memerlukan antibiotik sampai berbulan-bulan.
Jika infeksi bisa ditemukan pada stadium awal, biasanya tidak diperlukan pembedahan. Tetapi kadang-kadang suatu abses memerlukan pembedahan untuk mengeluarkan nanahnya.
Orang dewasa yang mengalami infeksi tulang belakang, biasanya akan mendapatkan antibiotik selama 6-8 minggu, kadang-kadang disertai dengan istirahat total.
Mungkin diperlukan pembedahan untuk mengeringkan abses atau untuk menstabilkan tulang belakang yang terkena.
Jika infeksi tulang berasal dari jaringan lunak di dekatnya, pengobatannya lebih kompleks. Biasanya semua jaringan dan tulang yang mati diangkat melalui pembedahan, dan ruang kosong yang ditinggalkannya, diisi dengan tulang, otot atau kulit yang sehat.

Selanjutnya infeksi diobati dengan antibiotik.
Biasanya, suatu sendi buatan yang terinfeksi diangkat dan diganti.
Antibiotik diberikan beberapa minggu sebelum pembedahan, sehingga sendi buatan yang terinfeksi tersebut bisa diangkat dan digantikan oleh sendi buatan yang baru.
Kadang pengobatan bisa gagal dan infeksinya berlanjut, sehingga diperlukan pembedahan untuk menggabungkan sendi atau mengamputasi anggota gerak yang terkena.
Infeksi yang menyebar dari ulkus di kaki karena pasokan darah yang buruk atau karena kencing manis, sering melibatkan sejumlah bakteri dan sulit untuk diobati hanya dengan antibitotik saja, mungkin diperlukan pembedahan untuk mengangkat tulang yang terinfeksi.








































Artritis Infeksiosa

DEFINISI
Artritis Infeksiosa adalah infeksi pada cairan (cairan sinovial, cairan rongga sendi) dan jaringan dari suatu sendi.

PENYEBAB
Organisme penyebab infeksi (terutama bakteri), biasanya mencapai sendi melalui aliran darah, tetapi suatu sendi bisa terinfeksi secara langsung melalui pembedahan, penyuntikan atau suatu cedera.
Bakteri apa yang paling sering menyebabkan infeksi tergantung kepada usia penderita.
Bayi dan anak kecil sering terinfeksi oleh stafilokokus, Hemophilus influenza dan bakteri basilus gram negatif.
Dewasa dan anak yang lebih tua sering terinfeksi oleh gonokokus (bakteri penyebab gonore), stafilokokus dan streptokokus.
Virus (misalnya HIV, parvovirus dan virus penyebab rubella, gondongan dan hepatitis B) bisa menginfeksi sendi pada berbagai usia.
Infeksi sendi menahun sering disebabkan oleh tuberkulosis atau infeksi jamur.

GEJALA
Anak-anak biasanya mengalami demam dan nyeri dan cenderung rewel.
Biasanya anak tidak mau menggerakkan sendi yang terkena karena pergerakan dan perabaan menyebabkan nyeri.
Pada anak yang lebih tua dan orang dewasa yang mengalami infeksi bakteri atau virus, gejala biasanya dimulai sangat tiba-tiba.
Sendi tampak merah dan teraba hangat, pergerakan dan perabaan akan terasa sangat nyeri.
Cairan yang terkumpul dalam sendi yang terinfeksi, menyebabkan sendi membengkak dan kaku.
Penderita juga bisa mengalami demam dan menggigigil.
Sendi-sendi yang sering terkena adalah lutut, bahu, pergelangan tangan, panggul, jari dan sikut.
Jamur atau mikobakteria (bakteri penyebab tuberkulosis dan infeksi sejenis) biasanya menyebabkan gejala yang tidak terlalu berat.
Sebagian besar infeksi bakteri, jamur dan mikobakteria, hanya mengenai satu sendi atau kadang-kadang mengenai beberapa sendi.
Contohnya, bakteri yang menyebabkan penyakit Lyme paling sering menyerang sendi lutut, bakteri gonokokus dan virus bisa menyerang beberapa sendi pada saat yang sama.

DIAGNOSA
Biasanya diambil contoh cairan sendi untuk pemeriksaan terhadap sel darah putih, bakteri dan organisme lainnya.
Laboratorium hampir selalu dapat menumbuhkan dan menentukan bakteri penyebab infeksi dari cairan sendi, selama penderita belum mendapatkan terapi antibiotik.
Tetapi bakteri penyebab gonore, penyakit Lyme dan sifilis sulit ditemukan pada cairan sendi.


Pemeriksaan darah dilakukan karena bakteri dari sendi yang terinfeksi sering muncul dalam aliran darah.
Untuk membantu menentukan sumber infeksi, dilakukan pemeriksaan cairan spinal, flegmon dan air kemih.

PENGOBATAN
Antibiotik diberikan segera setelah dicurigai suatu infeksi, meskipun belum diperoleh hasil laboratorium yang mengidentifikasi kuman penyebabnya.
Pada awalnya diberikan antibiotik yang bisa membunuh hampir semua bakteri. Jika diperlukan, antibiotik lainnya diberikan kemudian.
Pada awalnya antibiotik diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah), agar tercapai jumlah obat yang cukup, yang sampai ke sendi yang terinfeksi.
Meskipun jarang, antibiotik bisa disuntikkan langsung ke dalam sendi yang terinfeksi.
Jika antibiotiknya tepat, biasanya perbaikan akan terjadi dalam waktu 48 jam.

Untuk mencegah pengumpulan nanah, yang bisa merusak sendi, nanah dikeluarkan melalui bantuan sebuah jarum. Jika sendi tidak dapat dijangkau dengan jarum, kadang-kadang dimasukkan suatu selang untuk mengeluarkan nanahnya.
Jika pengaliran nanah dengan jarum atau selang tidak berhasil, dilakukan artroskopi atau pembedahan.

Pada awalnya penggunaan bidai bisa membantu meringankan nyeri, tetapi bisa menyebabkan kekakuan dan kehilangan fungsi yang menetap.
Infeksi yang disebabkan jamur diobati dengan obat anti jamur.
Infeksi yang disebabkan tuberkulosis diobati dengan kombinasi antibiotik.
Infeksi virus biasanya akan membaik dengan sendirinya. Yang diperlukan hanya pengobatan untuk nyeri dan demam.

Jika infeksi mengenai sendi buatan, pemberian antibiotik saja biasanya tidak cukup. Setelah pemberian antibiotik selama beberapa hari, diperlukan pembedahan untuk mengganti sendi terinfeksi dengan sendi buatan yang baru.




















Osteoporosis

DEFINISI
Osteoporosis adalah berkurangnya kepadatan tulang yang progresif, sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah.

Tulang terdiri dari mineral-mineral seperti kalsium dan fosfat, sehingga tulang menjadi keras dan padat.
Untuk mempertahankan kepadatan tulang, tubuh memerlukan persediaan kalsium dan mineral lainnya yang memadai, dan harus menghasilkan hormon dalam jumlah yang mencukupi (hormon paratiroid, hormon pertumbuhan, kalsitonin, estrogen pada wanita dan testosteron pada pria). Juga persediaan vitamin D yang adekuat, yang diperlukan untuk menyerap kalsium dari makanan dan memasukkan ke dalam tulang.
Secara progresif, tulang meningkatkan kepadatannya sampai tercapai kepadatan maksimal (sekitar usia 30 tahun). Setelah itu kepadatan tulang akan berkurang secara perlahan.
Jika tubuh tidak mampu mengatur kandungan mineral dalam tulang, maka tulang menjadi kurang padat dan lebih rapuh, sehingga terjadilah osteoporosis.

PENYEBAB
1. Osteoporosis postmenopausal terjadi karena kekurangan estrogen (hormon utama pada wanita), yang membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita. Biasanya gejala timbul pada wanita yang berusia di antara 51-75 tahun, tetapi bisa mulai muncul lebih cepat ataupun lebih lambat. Tidak semua wanita memiliki resiko yang sama untuk menderita osteoporosis postmenopausal, wanita kulit putih dan daerah timur lebih mudah menderita penyakit ini daripada wanita kulit hitam.
2. Osteoporosis senilis kemungkinan merupakan akibat dari kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan diantara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang baru. Senilis berarti bahwa keadaan ini hanya terjadi pada usia lanjut. Penyakit ini biasanya terjadi pada usia diatas 70 tahun dan 2 kali lebih sering menyerang wanita. Wanita seringkali menderita osteoporosis senilis dan postmenopausal.
3. Osteoporosis sekunder dialami kurang dari 5% penderita osteoporosis, yang disebabkan oleh keadaan medis lainnya atau oleh obat-obatan. Penyakit ini bisa disebabkan oleh gagal ginjal kronis dan kelainan hormonal (terutama tiroid, paratiroid dan adrenal) dan obat-obatan (misalnya kortikosteroid, barbiturat, anti-kejang dan hormon tiroid yang berlebihan). Pemakaian alkohol yang berlebihan dan merokok bisa memperburuk keadaan ini.
4. Osteoporosis juvenil idiopatik merupakan jenis osteoporosis yang penyebabnya tidak diketahui. Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki kadar dan fungsi hormon yang normal, kadar vitamin yang normal dan tidak memiliki penyebab yang jelas dari rapuhnya tulang.

GEJALA
Kepadatan tulang berkurang secara perlahan (terutama pada penderita osteoporosis senilis), sehingga pada awalnya osteoporosis tidak menimbulkan gejala.
Beberapa penderita tidak memiliki gejala.





















Jika kepadatan tulang sangat berkurang sehingga tulang menjadi kolaps atau hancur, maka akan timbul nyeri tulang dan kelainan bentuk.
Kolaps tulang belakang menyebabkan nyeri punggung menahun. Tulang belakang yang rapuh bisa mengalami kolaps secara spontan atau karena cedera ringan.
Biasanya nyeri timbul secara tiba-tiba dan dirasakan di daerah tertentu dari punggung, yang akan bertambah nyeri jika penderita berdiri atau berjalan.
Jika disentuh, daerah tersebut akan terasa sakit, tetapi biasanya rasa sakit ini akan menghilang secara bertahap setelah beberapa minggu atau beberapa bulan.
Jika beberapa tulang belakang hancur, maka akan terbentuk kelengkungan yang abnormal dari tulang belakang (punuk Dowager), yang menyebabkan ketegangan otot dan sakit.
Tulang lainnya bisa patah, yang seringkali disebabkan oleh tekanan yang ringan atau karena jatuh.Salah satu patah tulang yang paling serius adalah patah tulang panggul.
Hal yang juga sering terjadi adalah patah tulang lengan (radius) di daerah persambungannya dengan pergelangan tangan, yang disebut fraktur Colles. Selain itu, pada penderita osteoporosis, patah tulang cenderung menyembuh secara perlahan.

DIAGNOSA
Pada seseorang yang mengalami patah tulang, diagnosis osteoporosis ditegakkan berdasarkan gejala, pemeriksaan fisik dan rontgen tulang.
Pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk menyingkirkan keadaan lainnya yang bisa diatasi, yang bisa menyebabkan osteoporosis.
Untuk mendiagnosis osteoporosis sebelum terjadinya patah tulang dilakukan pemeriksaan yang menilai kepadatan tulang.
Pemeriksaan yang paling akurat adalah DXA (dual-energy x-ray absorptiometry). Pemeriksaan ini aman dan tidak menimbulkan nyeri, bisa dilakukan dalam waktu 5-15 menit.

DXA sangat berguna untuk:
- wanita yang memiliki resiko tinggi menderita osteoporosis
- penderita yang diagnosisnya belum pasti
- penderita yang hasil pengobatannya harus dinilai secara akurat.
PENGOBATAN
Tujuan pengobatan adalah meningkatkan kepadatan tulang. Semua wanita, terutama yang menderita osteoporosis, harus mengkonsumsi kalsium dan vitamin D dalam jumlah yang mencukupi.
Wanita pasca menopause yang menderita osteoporosis juga bisa mendapatkan estrogen (biasanya bersama dengan progesteron) atau alendronat, yang bisa memperlambat atau menghentikan penyakitnya.
Bifosfonat juga digunakan untuk mengobati osteoporosis.

Alendronat berfungsi:
- mengurangi kecepatan penyerapan tulang pada wanita pasca menopause
- meningkatakan massa tulang di tulang belakang dan tulang panggul
- mengurangi angka kejadian patah tulang.

Supaya diserap dengan baik, alendronat harus diminum dengan segelas penuh air pada pagi hari dan dalam waktu 30 menit sesudahnya tidak boleh makan atau minum yang lain.
Alendronat bisa mengiritasi lapisan saluran pencernaan bagian atas, sehingga setelah meminumnya tidak boleh berbaring, minimal selama 30 menit sesudahnya.

Obat ini tidak boleh diberikan kepada orang yang memiliki kesulitan menelan atau penyakit kerongkongan dan lambung tertentu.
Kalsitonin dianjurkan untuk diberikan kepada orang yang menderita patah tulang belakang yang disertai nyeri.
Obat ini bisa diberikan dalam bentuk suntikan atau semprot hidung.
Tambahan fluorida bisa meningkatkan kepadatan tulang. Tetapi tulang bisa mengalami kelainan dan menjadi rapuh, sehingga pemakaiannya tidak dianjurkan.
Pria yang menderita osteoporosis biasanya mendapatkan kalsium dan tambahan vitamin D, terutama jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tubuhnya tidak menyerap kalsium dalam jumlah yang mencukupi.Jika kadar testosteronnya rendah, bisa diberikan testosteron.
Patah tulang karena osteoporosis harus diobati.Patah tulang panggul biasanya diatasi dengan tindakan pembedahan. Patah tulang pergelangan biasanya digips atau diperbaiki dengan pembedahan.
Pada kolaps tulang belakang disertai nyeri punggung yang hebat, diberikan obat pereda nyeri, dipasang supportive back brace dan dilakukan terapi fisik.

PENCEGAHAN
Pencegahan osteoporosis meliputi:Mempertahankan atau meningkatkan kepadatan tulang dengan mengkonsumsi kalsium yang cukup
Melakukan olah raga dengan beban
Mengkonsumsi obat (untuk beberapa orang tertentu).
Mengkonsumsi kalsium dalam jumlah yang cukup sangat efektif, terutama sebelum tercapainya kepadatan tulang maksimal (sekitar umur 30 tahun).
Minum 2 gelas susu dan tambahan vitamin D setiap hari, bisa meningkatkan kepadatan tulang pada wanita setengah baya yang sebelumnya tidak mendapatkan cukup kalsium. Sebaiknya semua wanita minum tablet kalsium setiap hari, dosis harian yang dianjurkan adalah 1,5 gram kalsium.
Olah raga beban (misalnya berjalan dan menaiki tangga) akan meningkatkan kepadatan tulang. Berenang tidak meningkatkan kepadatan tulang.
Estrogen membantu mempertahankan kepadatan tulang pada wanita dan sering diminum bersamaan dengan progesteron.
Terapi sulih estrogen paling efektif dimulai dalam 4-6 tahun setelah menopause; tetapi jika baru dimulai lebih dari 6 tahun setelah menopause, masih bisa memperlambat kerapuhan tulang dan mengurangi resiko patah tulang.
Raloksifen merupakan obat menyerupai estrogen yang baru, yang mungkin kurang efektif daripada estrogen dalam mencegah kerapuhan tulang, tetapi tidak memiliki efek terhadap payudara atau rahim.
Untuk mencegah osteroporosis, bisfosfonat (contohnya alendronat), bisa digunakan sendiri atau bersamaan dengan terapi sulih hormon.









































Gout

DEFINISI
Gout adalah suatu penyakit yang ditandai dengan serangan mendadak dan berulang dari artritis yang terasa sangat nyeri karena adanya endapan kristal monosodium urat, yang terkumpul di dalam sendi sebagai akibat dari tingginya kadar asam urat di dalam darah (hiperurisemia).

Peradangan sendi bersifat menahun dan setelah terjadinya serangan berulang, sendi bisa menjadi bengkok.
Hampir 20% penderita gout memiliki batu ginjal.

PENYEBAB
Dalam keadaan normal, beberapa asam urat (yang merupakan hasil pemecahan sel) ditemukan dalam darah karena tubuh terus menerus memecahkan sel dan membentuk sel yang baru dan karena makanan yang dikonsumsi mengandung cikal bakal asam urat.
Kadar asam urat menjadi sangat tinggi jika ginjal tidak dapat membuangnya melalui air kemih.

Tubuh juga bisa menghasilkan sejumlah besar asam urat karena adanya kelainan enzim yang sifatnya diturunkan atau karena suatu penyakit (misalnya kanker darah), dimana sel-sel berlipatganda dan dihancurkan dalam waktu yang singkat.

Beberapa jenis penyakit ginjal dan obat-obatan tertentu mempengaruhi kemampuan ginjal untuk membuang asam urat.

GEJALA
Serangan gout (artritis gout akut) terjadi secara mendadak.
Timbulnya serangan bisa dipicu oleh:
- luka ringan
- pembedahan
- pemakaian sejumlah besar alkohol atau makanan yang kaya akan protein
- kelelahan
- stres emosional
- penyakit.

Nyeri yang hebat dirasakan oleh penderita pada satu atau beberapa sendi, seringkali terjadi pada malam hari; nyeri semakin memburuk dan tak tertahankan.
Sendi membengkak dan kulit diatasnya tampak merah atau keunguan, kencang dan licin, serta teraba hangat. Menyentuh kulit diatas sendi yang terkena bisa menimbulkan nyeri yang luar biasa.

Penyakit ini paling sering mengenai sendi di pangkal ibu jari kaki dan menyebabkan suatu keadaan yang disebut podagra; tetapi penyakit ini juga sering menyerang pergelangan kaki, lutut, pergelangan tangan dan sikut.
Kristal dapat terbentuk di sendi-sendi perifer tersebut karena persendian tersebut lebih dingin daripada persendian di pusat tubuh dan urat cenderung membeku pada suhu dingin.


Kristal juga terbentuk di telinga dan jaringan yang relatif dingin lainnya.
Sebaliknya, gout jarang terjadi pada tulang belakang, tulang panggul ataupun bahu.

Gejala lainnya dari artritis gout akut adalah demam, menggigil, perasaan tidak enak badan dan denyut jantung yang cepat.
Gout cenderung lebih berat pada penderita yang berusia dibawah 30 tahun.
Biasanya pada pria gout timbul pada usia pertengahan, sedangkan pada wanita muncul pada saat pasca menopause.
Serangan pertama biasanya hanya mengenai satu sendi dan berlangsung selama beberapa hari.
Gejalanya menghilang secara bertahap, dimana sendi kembali berfungsi dan tidak timbul gejala sampai terjadi serangan berikutnya.
Tetapi jika penyakit ini semakin memburuk, maka serangan yang tidak diobati akan berlangsung lebih lama, lebih sering terjadi dan mengenai beberapa sendi. Sendi yang terkena bisa mengalami kerusakan yang permanen.

Bisa terjadi gout menahun dan berat, yang menyebabkan terjadinya kelainan bentuk sendi.
Pengendapan kristal urat di dalam sendi dan tendon terus berlanjut dan menyebabkan kerusakan yang akan membatasi pergerakan sendi.
Benjolan keras dari kristal urat (tofi) diendapkan dibawah kulit di sekitar sendi. Tofi juga bisa terbentuk di dalam ginjal dan organ lainnya, dibawah kulit telinga atau di sekitar sikut.
Jika tidak diobati, tofi pada tangan dan kaki bisa pecah dan mengeluarkan massa kristal yang menyerupai kapur.

DIAGNOSA
Diagnosis seringkali ditegakkan bedasarkan gejalanya yang khas dan hasil pemeriksan terhadap sendi.
Ditemukannya kadar asam urat yang tinggi di dalam darah akan memperkuat diagnosis.
Tetapi pada suatu serangan akut, kadar asam urat seringkali normal.
Pada pemeriksaan terhadap contoh cairan sendi dibawah mikroskop khusus akan tampak kristal urat yang berbentuk seperti jarum.






PENGOBATAN
Langkah pertama untuk mengurangi nyeri adalah mengendalikan peradangan.
Pengobatan tradisional untuk gout adalah kolkisin.
Biasanya nyeri sendi mulai berkurang dalam waktu 12-24 jam setelah pemberian kolkisin dan akan menghilang dalam waktu 48-72 jam.
Kolkisin diberikan dalam bentuk tablet, tetapi jika menyebabkan gangguan pencernaan, bisa diberikan secara intravena.
Obat ini seringkali menyebabkan diare dan bisa menyebabkan efek samping yang lebih serius (termasuk kerusakan sumsum tulang).

Saat ini obat anti peradangan non-steroid (misalnya ibuprofen dan indometasin) lebih banyak digunakan daripada kolkisin dan sangat efektif mengurangi nyeri dan pembengkakan sendi.
Kadang diberikan kortikosteroid (misalnya prednison).
Jika penyakit ini mengenai 1-2 sendi, suatu larutan kristal kortikosteroid bisa disuntikkan langsung ke dalam sendi. Pengobatan ini sangat efektif untuk mengakhiri peradangan yang disebabkan oleh kristal urat.
Kadang obat pereda nyeri ditambahkan untuk mengendalikan nyeri (misalnya kodein dan meperidin).
Untuk mengurangi nyeri, sendi yang meradang sebaiknya diistirahatkan dahulu.
Obat-obat seperti probenesid atau sulfinpirazon berfungsi menurunkan kadar asam urat dalam darah dengan jalan meningkatkan pembuangan asam urat ke dalam air kemih.
Aspirin menghambat efek probenesid dan sulfinpirazon, sehingga sebaiknya tidak digunakan pada saat yang bersamaan. Jika diperlukan obat pereda nyeri, lebih baik diberikan asetaminofen atau obat anti peradangan non-steroid (misalnya ibuprofen).

Jika pembuangan asam urat meningkat, dianjurkan untuk minum banyak air (minimal 2 liter/hari) untuk membantu mengurangi resiko kerusakan sendi dan ginjal.
Allopurinol merupakan obat yang menghambat pembentukan asam urat di dalam tubuh.
Obat ini terutama diberikan kepada penderita yang memiliki kadar asam urat yang tinggi dan batu ginjal atau mengalami kerusakan ginjal.
Allopurinol bisa menyebabkan gangguan pencernaan, timbulnya ruam di kulit, berkurangnya jumlah sel darah putih dan kerusakan hati.
Sebagian besar tofi di telinga, tangan atau kaki akan mengecil secara perlahan jika kadar asam urat dalam darah berkurang; tetapi tofi yang sangat besar mungkin harus diangkat melalui pembedahan.

Orang yang memiliki kadar asam urat yang tinggi tetapi tidak menunjukkan gejala-gejala gout, kadang mendapatkan obat untuk menurunkan kadar asam uratnya.
Tetapi karena adanya efek samping dari obat tersebut, maka pemakaiannya ditunda kecuali jika kadar asam urat di dalam air kemihnya sangat tinggi.
Pemberian Allopurinol bisa mencegah pembentukan batu ginjal.

PENCEGAHAN
Penyakitnya sendiri tidak bisa dicegah, tetapi beberapa faktor pencetusnya bisa dihindari (misalnya cedera, alkohol, makanan kaya protein).

Untuk mencegah kekambuhan, dianjurkan untuk minum banyak air, menghindari minuman beralkohol dan mengurangi makanan yang kaya akan protein.
Banyak penderita yang memiliki kelebihan berat badan, jika berat badan mereka dikurangi, maka kadar asam urat dalam darah seringkali kembali ke normal atau mendekati normal.
Beberapa penderita (terutama yang mengalami serangan berulang yang hebat) mulai menjalani pengobatan jangka panjang pada saat gejala telah menghilang dan pengobatan dilanjutkan sampai diantara serangan.
Kolkisin dosis rendah diminum setiap hari dan bisa mencegah serangan atau paling tidak mengurangi frekuensi serangan.
Mengkonsumsi obat anti peradangan non-steroid secara rutin juga bisa mencegah terjadinya serangan.
Kadang kolkisin dan obat anti peradangan non-steroid diberikan dalam waktu yang bersamaan. Tetapi kombinasi kedua obat ini tidak mencegah maupun memperbaiki kerusakan sendi karena pengendapan kristal dan memiliki resiko bagi penderita yang memiliki penyakit ginjal atau hati.





































Pseudogout

DEFINISI
Pseudogout (penyakit pengendapan kristal kalsium pirofosfat dihidrat) adalah suatu penyakit yang ditandai dengan serangan artritis yang menimbulkan nyeri dan hilang timbul, yang disebabkan oleh endapan kristal kalsium pirofosfat.

Penyakit ini biasanya terjadi pada usia lanjut, baik pria maupun wanita.
Pada akhirnya penyakit ini menyebabkan kemunduran pada sendi yang terkena.

PENYEBAB
Penyebab pseudogout tidak diketahui.
Penyakit ini bisa terjadi pada orang yang memiliki penyakit lain, seperti:
- tingginya kadar kalsium dalam darah karena tingginya kadar hormon paratiroid (hiperparatiroidisme)
- tingginya kadar zat besi dalam jaringan (hemokromatosis)
- rendahnya kadar magnesium dalam darah (hipomagnesemia).

GEJALA
Gejalanya bervariasi.
Beberapa penderita mengalami serangan artritis yang menimbulkan nyeri, biasanya di lutut, pergelangan tangan atau sendi-sendi lainnya yang relatif besar.

Penderita lainnya mengalami nyeri menetap dan menahun, serta kekakuan pada sendi lengan dan tungkai, yang bisa dikelirukan sebagai artritis rematoid.

Serangan akut biasanya tidak sehebat gout.
Diantara serangan, beberapa penderita tidak merasakan nyeri, bahkan beberapa orang yang memiliki sejumlah besar endapan kristal tidak merasakan nyeri.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan cairan sendi, yang menunjukkan adanya kristal kalsium pirofosfat.
Pada foto rontgen akan tampak endapan berwarna putih dari kristal kalsium pirofosfat.

PENGOBATAN
Biasanya pengobatan dapat menghentikan serangan akut dan mencegah serangan baru tetapi tidak dapat mencegah kerusakan sendi yang terkena.

Obat anti peradangan non-steroid (misalnya ibuprofen) banyak digunakan untuk mengurangi nyeri dan peradangan.
Untuk mengurangi peradangan dan nyeri selama serangan kadang disuntikkan kolkisin secara intravena dan untuk mencegah serangan diberikan kolkisin dosis rendah dalam bentuk tablet.

Kadang cairan sendi yang berlebihan dibuang dan suatu larutan kristal kortikosteroid disuntikkan langsung ke dalam sendi untuk mengurangi peradangan.



Pergelangan Kaki Yang Terkilir

DEFINISI
Pergelangan kaki yang terkilir merupakan suatu cedera pada ligamen di pergelangan kaki.
Ligamen adalah jaringan elastik yang kuat, yang menghubungkan tulang yang satu dengan tulang lainnya.

PENYEBAB
Setiap ligamen di pergelangan kaki bisa mengalami cedera.
Terkilir terjadi karena pergelangan kaki terputar sehingga telapak kaki menghadap ke kaki yang lain.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko terkilirnya pergelangan kaki adalah:
- longgarnya ligamen di pergelangan kaki
- kelemahan atau kerusakan pada saraf dari otot-otot tungkai
- jenis sepatu tertentu (misalnya sepatu tumit tinggi)
- pola berjalan tertentu yang cenderung memungkinkan kaki terputar.

GEJALA
Beratnya terkilir tergantung kepada beratnya peregangan atau robeknya ligamen:
Derajat 1 : Terkilir ringan.
Ligamen teregang tetapi tidak mengalami robekan.
Pergelangan kaki biasanya tidak terlalu membengkak, tetapi terkilir yang sifatnya ringan bisa meningkatkan resiko terjadinya cedera ulang.

Derajat 2 : Terkilir sedang.
Sebagian ligamen mengalami robekan.
Pembengkakkan dan memar tampak dengan jelas, dan penderita mengalami kesulitan dalam berjalan dan biasanya berjalan menimbulkan rasa nyeri.

Derajat 3 : Terkilir berat.
Ligamen mengalami robekan total, sehingga terjadi pembengkakan dan kadang perdarahan dibawah kulit. Akibatnya pergelangan kaki menjadi tidak stabil dan tidak mampu menahan beban.

KOMPLIKASI
Kadang pada terkilir sedang atau terkilir berat bisa timbul masalah meskipun ligamennya telah membaik.
Suatu nodul (benjolan) kecil bisa timbul di salah satu ligamen pergelangan kaki dan menyebabkan gesekan yang menetap di dalam sendi, sehingga terjadi peradangan menahun dan pada akhirnya bisa menyebabkan kerusakan menetap.
Penyuntikkan suatu campuran kortikosteroid ke dalam pergelangan kaki bisa mengurangi peradangan dan pemberikan obat bius lokal untuk mematikan rasa seringkali mendatangkan perbaikan.
Jarang diperlukan tindakan pembedahan.
Sebuah saraf yang berjalan diatas salah satu ligamen pergelangan kaki juga bisa mengalami kerusakan.
Akibatnya terjadi nyeri dan kesemutan (neuralgia).
Untuk mengatasinya bisa diberikan suntikan obat bius lokal.
Penderita seringkali berjalan dengan menggunakan tendon (jaringan kuat dan lentur yang menghubungkan otot dengan tulang atau otot dengan otot) di pergelangan kaki bagian luar secara berlebihan sehingga terjadi peradangan.
Keadaan ini disebut tenosinovitis peronealis, yang bisa menyebabkan pembengkakan dan nyeri tekan di pergelangan kaki bagian luar.
Digunakan bantalan pergelangan kaki untuk membatasi pergerakan dari sendi pergelangan kaki.
Suntikan kortison ke dalam pembungkus tendon juga bisa dilakukan, tetapi tidak boleh berlebihan.
Kadang goncangan dari terkilir yang berat menyebabkan terjadinya kejang pada pembuluh darah di pergelangan kaki sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah.
Akibatnya tulang dan jaringan lainnya bisa mengalami kerusakan karena kekurangan darah.
Keadaan ini disebut distrofi refleks simpatis atau atrofi Suddeck, yang bisa menyebabkan nyeri dan pembengkakan kaki.
Nyeri seringkali sangat hebat dan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya di pergelangan kaki dan kaki.
Penderita menjalani terapi fisik dan mendapatkan obat pereda nyeri.

Untuk mengatasi nyeri menahun yang hebat, dilakukan hal-hal berikut:
− penyuntikan obat bius lokal ke dalam atau ke sekitar saraf yang menuju ke pergelangan kaki
− pemberian kortikosteroid
− bimbingan psikis.

Sindroma sinus tarsi merupakan nyeri menetap di daerah antara tulang tumit (kalkaneus) dan tulang pergelangan kaki (talus), yang terjadi setelah pergelangan kaki terkilir.
Hal ini mungkin berhubungan dengan robeknya sebagian ligamen di kaki sebelah dalam.
Diberikan suntikan kortikosteroid dan obat bius lokal.

DIAGNOSA
Pemeriksaan fisik pada pergelangan kaki menunjukkan adanya kerusakan ligamen yang luas.
Rontgen dilakukan untuk menentukan apakah telah terjadi patah tulang, bukan untuk menentukan apakah pergelangan kaki telah terkilir.
Pemeriksaan lainnya jarang diperlukan.

PENGOBATAN
Pengobatan tergantung kepada beratnya penyakit.

Pada terkilir yang ringan dilakukan hal-hal berikut:
- pergelangan kaki dan kaki dibungkus dengan perban elastik
- kompres dengan es batu
- mengangkat pergelangan kaki
- secara bertahap kembali melakukan kegiatan berjalan dan olah raga.

Pada terkilir sedang, biasanya kaki digips selama 3 minggu.
Pemasangan gips ini menyebabkan tungkai bawah tidak dapat digerakkan, tetapi penderita masih dapat berjalan.

Pada terkilir yang berat mungkin diperlukan tindakan pembedahan.
Sebelum kembali melakukan kegiatan yang berat, sebaiknya penderita menjalani terapi fisik untuk mengembalikan pergerakan, kekuatan otot dan memperbaiki keseimbangan.

PENCEGAHAN
Pada orang yang mudah terkilir, cedera berikutnya dapat dicegah dengan memakai ankle brace dan memasang suatu alat di sepatu untuk menstabilkan kaki dan pergelangan kaki.











































Patah Tulang Kaki

DEFINISI
Hampir setiap tulang di kaki dapat mengalami patah tulang (fraktur).
Banyak diantara patah tulang ini yang tidak membutuhkan pembedahan, sedangkan yang lainnya harus diperbaiki melalui pembedahan untuk mencegah kerusakan yang menetap.

Daerah diatas tulang yang patah biasanya membengkak dan nyeri.
Pembengkakan dan nyeri bisa menjalar ke luar daerah patah tulang jika jaringan lunaknya mengalami memar.

Patah tulang di dalam dan di sekitar pergelangan kaki paling sering terjadi jika pergelangan kaki berputar ke dalam sehingga kaki terputar ke luar atau pergelangan kaki berputar ke luar.
Nyeri, pembengkakan dan perdarahan cenderung terjadi.
Fraktur ini bisa berakibat serius jika tidak ditangani dengan baik. Semua fraktur pergelangan kaki harus digips.
Untuk patah tulang pergelangan kaki yang berat, dimana tulang terpisah jauh atau salah menempel, mungkin perlu dilakukan pembedahan.

Fraktur tulang metatarsal (tulang pertengahan kaki) sering terjadi.
Penyebab yang paling sering adalah terlalu banyak berjalan atau penggunaan berlebihan yang menyebabkan tekanan tidak langsung. Penyebab lainnya adalah benturan hebat yang terjadi secara mendadak.
Untuk memungkinkan penyembuhan tulang, maka dilakukan imobilisasi dengan sepatu bertelapak keras.
Jika tulang terpisah sangat jauh, mungkin diperlukan pembedahan untuk meluruskan pecahan-pecahan tulang yang patah.

Tulang sesamoid (2 tulang bulat kecil yang terletak di ujung bawah tulang metatarsal ibu jari kaki) juga bisa mengalami patah tulang.
Fraktur tulang sesamoid bisa disebabkan oleh berlari, berjalan jauh dan olah raga (misalnya basket dan tenis).
Menggunakan bantalan atau penyangga sepatu khusus bisa mengurangi nyeri.
Jika nyeri berkelanjutan, mungkin tulang sesamoid harus diangkat melalui pembedahan.

Cedera pada jari kaki (terutama jari-jari yang kecil) sering terjadi, apalagi jika berjalan tanpa alas kaki.
Fraktur simplek pada keempat jari kaki yang kecil akan sembuh tanpa perlu memasang gips.
Dilakukan pembidaian jari kaki dengan pita atau Velcro selama 4-6 minggu.
Menggunakan sepatu beralas keras atau yang berukuran agak besar bisa membantu mengurangi nyeri.

Biasanya fraktur pada ibu jari kaki (hallux) cenderung lebih berat, dan menyebabkan nyeri yang lebih hebat, pembengkakan dan perdarahan dibawah kulit.
Patah tulang hallux bisa terjadi karena kaki menendang sesuatu atau karena sebuah benda yang berat jatuh diatasnya.
Perlu dilakukan pembedahan untuk memperbaiki patah tulang hallux.
Taji Pada Tumit
(Heel Spurs)

DEFINISI
Taji Pada Tumit (Heel Spurs) adalah pertumbuhan kelebihan tulang di tumit.

PENYEBAB
Heel spurs bisa disebabkan oleh penarikan berlebihan pada tulang tumit oleh tendon atau fasia (jaringan ikat yang menempel ke tulang).

Resiko terjadinya heel spurs meningkat pada:
- Kaki rata (flatfoot, pendataran abnormal pada telapak kaki dan sudut dari kaki)
- Penyakit dimana sumbu tumit selalu berkontraksi sehingga memberikan tegangan berlebihan kepada fasia.

GEJALA
Heel spurs bisa menyebabkan nyeri di dasar tumit, terutama ketika penderita berjalan.

Kadang sebuah kantong berisi cairan (bursa) terbentuk diluar taji dan mengalami peradangan.
Keadaan ini disebut bursitis kalkanealis, yang biasanya menyebabkan nyeri berdenyut dan bisa terjadi tanpa adanya taji.

Kadang kaki beradaptasi dengan taji ini sehingga nyeri benar-benar menghilang pada saat taji membesar.
Di lain pihak, taji yang tidak menimbulkan nyeri bisa menjadi nyeri setelah terjainya cedera ringan, misalnya setelah berolah raga.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik.
Jika terdapat taji, maka penekanan di pusat tumit bisa menyebabkan nyeri.
Untuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan pemeriksaan rontgen.

PENGOBATAN
Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi nyeri.
Campuran kortikosteroid dan obat bius lokal bisa disuntikkan ke dalam daerah yang terkena di tumit.
Membungkus tumit dengan bantalan dan menggunakan pelapis sepatu bisa meminimalkan peregangan fasia dan mengurangi nyeri.

Pembedahan dilakukan jika nyeri hebat yang menetap selalu timbul pada saat penderita berjalan.








Penyakit Sever

DEFINISI
Penyakit Sever adalah nyeri tumit pada anak-anak yang disebabkan oleh kerusakan kartilago (tulang rawan).

Tulang tumit (kalkaneus) berkembang menjadi 2 bagian.
Sampai tulang mengeras seluruhnya (pada usia antara 8-16 tahun), kedua bagian tersebut dihubungkan oleh tulang rawan, yang lebih lunak daripada tulang.

PENYEBAB
Kadang aktivitas berat atau ketegangan yang berlebihan bisa menyebabkan retaknya kartilago.

GEJALA
Nyeri biasanya timbul di sepanjang pinggiran tumit.
Kadang tumit agak membengkak dan teraba agak hangat.

DIAGNOSA
Diagnosa ditegakkan jika seorang anak yang aktif dalam bidang atletik mengalami nyeri di sepanjang tumitnya.
Foto rontgen tidak dapat menemukan adanya cedera tulang rawan; rontgen dilakukan untuk menyingkirkan penyebab nyeri lainnya (misalnya patah tulang).

PENGOBATAN
Pada akhirnya tulang rawan yang patah bisa mengalami penyembuhan, biasanya memerlukan waktu beberapa bulan.

Bantalan tumit yang dipasang di dalam sepatu bisa membantu mengurangi tekanan pada tulang tumit.

Kadang dilakukan imobilisasi melalui pemasangan gips.


















Bursitis Tendo Achilles Posterior

DEFINISI
Bursitis Tendo Achilles Posterior (Deformitas Haglund) adalah peradangan bursa (kantong yang berisi cairan) yang terletak diantara kulit dari tumit dan tendo Achilles (tendon yang menghubungkan otot betis dengan tulang tumit).

Penyakit ini terutama terjadi pada wanita muda, tetapi juga bisa terjadi pada pria.
Berjalan dengan penekanan berulang pada jaringan lunak di belakang tumit yang berhadapan dengan bagian sepatu yang keras bisa memperburuk keadaan ini.

GEJALA
Pada mulanya timbul bintik kemerahan yang keras di tumit belakang sebelah atas.
Jika bursa yang meradang membesar, akan tampak sebagai benjolan merah dibawah kulit tumit dan menyebabkan nyeri di tumit dan diatas tumit.
Jika keadaan ini berlanjut, maka pembengkakan akan mengeras.

PENGOBATAN
Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi peradangan dan menyesuaikan posisi kaki di dalam sepatu untuk mengurangi penekanan pada tumit.

Bantalan tumit dari karet busa atau kain felt bisa dipasang di dalam sepatu untuk menghilangkan tekanan karena pengangkatan tumit.
Bisa juga dilakukan peregangan bagian belakang sepatu atau pemasangan bantalan di sekitar bursa yang meradang.

Kadang diperlukan sepatu khusus unutk membantu mengendalikan pergerakan tumit yang abnormal.
Jika tindakan-tindakan diatas tidak berhasil, maka diberikan obat anti peradangan non-steroid (misalnya ibuprofen) untuk mengurangi nyeri dan peradangan.
Atau diberikan suntikan campuran kortikosteroid dan obat bius lokal ke dalam daerh yang meradang.

Jika pemberian obat-obatan tidak juga berhasil mengatasi bursitis, maka dilakukan pembedahan untuk mengangkat tulang tumit.















Bursitis Tendo Achilles Anterior

DEFINISI
Bursitis Tendo Achilles Anterior (Penyakit Albert) adalah peradangan pada bursa (kantong yang berisi cairan) yang terletak di depan tendo Achilles (tendon yang menghubungkan otot betis dan tulang tumit).

PENYEBAB
Setiap keadaan yang memberikan beban berlebihan pada tendo Achilles bisa menyebabkan terjadinya penyakit ini:
- Cedera pada tumit
- Artritis rematoid
- Bagian belakang sepatu yang kaku.

GEJALA
Jika bursa mengalami peradangan setelah suatu cedera, biasanya gejala akan muncul secara tiba-tiba; jika penyebabnya adalah penyakit, maka gejalanya timbul secara bertahap.
Gejalanya berupa pembengkakan di belakang tumit, yang teraba hangat.

PENGOBATAN
Kompres hangat atau dingin bisa membantu mengurangi nyeri dan peradangan.
Campuran kortikosteroid dengan obat bius lokal bisa disuntikkan langsung ke dalam bursa yang meradang, untuk mengurangi gejala yang terjadi.


























Neuralgia Tibialis Posterior

DEFINISI
Neuralgia Tibialis Posterior adalah nyeri di pergelangan kaki, kaki dan jari kaki, yang disebabkan oleh penekanan atau kerusakan pada saraf yang menuju ke tumit dan telapak kaki (saraf tibialis posterior).

PENYEBAB
Penekanan atau kerusakan pada saraf yang menuju ke tumit dan telapak kaki (saraf tibialis posterior).

Saraf tibialis posterior berjalan di sepanjang betis bagian belakang, lalu melewati saluran tulang di dekat tumit dan masuk ke dalam telapak kaki.
Jika jaringan di sekitar saraf ini mengalami peradangan, maka mereka akan menekan saraf dan menyebabkan nyeri.

GEJALA
Nyeri merupakan gejala utama dari penyakit ini.
Nyeri bisa terjadi ketika penderita berdiri, berjalan atau menggunakan sepatu jenis tertentu.
Biasanya dirasakan di sekitar pergelangan kaki dan menyebar ke jari kaki.

Nyeri semakin memburuk bila penderita berjalan dan akan berkurang jika penderita beristirahat.
Kadang nyeri juga timbul ketika penderita sedang beristirahat.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik.
Jika daerah yang terkena ditepuk, akan timbul rasa nyeri, yang bisa menjalar ke tumit, lengkung telapak kaki arau jari-jari kaki.
Pemeriksaan lainnya mungkin diperlukan untuk menentukan penyebab dari cedera, terutama jika penderita hendak menjalani pembedahan kaki.

PENGOBATAN
Untuk mengurangi nyeri, bisa disuntikkan campuran kortikosteroid dan obat bius lokal ke daerah yang terkena.

Pembungkusan kaki dan pemasangan alat khusus di dalam sepatu bisa membantu mengurangi tekanan pada saraf.

Jika kedua pengobatan tersebut tidak berhasil mengurangi nyeri, maka dilakukan pembedahan untuk mengurangi tekanan pada saraf.








Nyeri Pada Jantung Kaki

DEFINISI
Nyeri Pada Jantung Kaki disebabkan oleh kerusakan pada saraf diantara jari-jari kaki atau kerusakan pada sendi antara jari kaki dan kaki.

Kerusakan Saraf.
Saraf yang menuju ke dasar kaki dan jari kaki berjalan diantara tulang jari-jari kaki.
Nyeri di jantung kaki bisa disebabkan oleh pertumbuhan jinak pada jaringan saraf (neuroma), yang biasanya tumbuh diantara pangkal jari ketiga dan keempat (neuroma Morton), meskipun bisa tumbuh diantara jari kaki yang lainnya.
Neuroma biasanya hanya terjadi pada satu kaki dan lebih sering ditemukan pada wanita.

Pada stadium awal , neuroma hanya menyebabkan sakit yang ringan di sekitar jari keempat, kadang disertai dengan perasaan terbakar (panas).
Gejala ini biasanya lebih jelas dirasakan jika penderita memakai sepatu jenis tertentu.
Sejalan dengan berkembangnya penyakit, perasaan terbakar yang menetap bisa menjalar ke ujung jari kaki, terlepas dari jenis sepatu yang dipakai penderita.
Penderita juga bisa merasakan seolah-olah di dalam jantung kakinya terdapat kelereng atau batu koral.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan riwayat penyakit dan hasil pemeriksaan fisik.
Rontgen, MRI maupun USG tidak dapat secara pasti mengenali penyakit ini.

Untuk mengurangi gejala, biasanya disuntikkan campuran kortikosteroid dan obat bius lokal dan penderita dianjurkan untuk memakai alas di dalam sepatunya.
Penyuntikan bisa diulang sebanyak 2-3 kali dengan selang waktu 1-2 minggu.
Jika pengobatan tersebut tidak berhasil, maka dilakukan pembedahan untuk mengangkat neuroma. Tindakan pembedahan akan mengurangi rasa tidak nyaman di kaki, tetapi bisa menyebabkan mati rasa yang menetap di daerah tersebut.

Nyeri Pada Sendi Jari Kaki.
Nyeri yang melibatkan keempat jari kecil kaki sering terjadi, dan biasanya disebabkan oleh penyusunan sendi yang tidak tepat.
Kesalahan penyusunan sendi ini bisa merupakan akibat dari lengkung kaki yang tinggi atau rendah, yang menyebabkan jari kaki berada dalam posisi menekuk (hammer toes).
Gesekan terus menerus terhadap jari kaki yang menekuk ini menyebabkan kulit diatas sendi menebal dan membentuk kapalan.
Pengobatan ditujukan untuk mengurangi tekanan, yaitu dengan memperdalam sepatu, memasang bantalan di sepatu, memperkuat jari kaki melalui pembedahan dan mengangkat kapalan.

Artritis kronis (osteoartritis) pada ibu jari kaki sangat sering terjadi dan bisa disebabkan oleh berbagai posisi berisiri dan berjalan, termasuk kecenderungan untuk melipat kaki ke dalam ketika berjalan (pronasi).
Kadang cedera pada ibu jari kaki juga bisa menyebabkan artritis yang disertai nyeri.
Nyeri sendi pada ibu jari kaki biasanya akan bertambah parah jika penderita memakai sepatu.


Daerah yang terkena tidak teraba hangat.
Tujuan utama dari pengobatan adalah memperbaiki pergerakan kaki yang tidak tepat dan mengurangi tekanan pada sendi yang terkena, dengan jalan memasang alat tertentu di dalam sepatu.
Nyeri pada ibu jari kaki yang baru saja dirasakan, bisa dikurangi dengan penarikan jari kaki dan latihan-latihan yang menggerakkan dan meregangkan persendian.
Suntikan obat bius lokal bisa mengurangi nyeri dan kejang otot sehingga sendi lebih mudah digerakkan. Untuk mengurangi peradangan bisa diberikan suntikan kortikosteroid.
Jika pengobatan tersebut tidak berhasil, mungkin perlu dilakukan pembedahan untuk mengurangi nyeri.








































Kuku Jari Kaki Yang Tumbuh Ke Dalam

DEFINISI
Kuku Jari Kaki Yang Tumbuh Ke Dalam (Ingrown Toenail) adalah suatu keadaan dimana ujung kuku tumbuh ke dalam kulit di sekitarnya.

PENYEBAB
Ingrown toenail bisa terjadi jika kuku jari kaki yang memiliki kelainan bentuk tumbuh ke dalam kulit atau jika kulit di sekitar kuku tumbuh dengan cepat dan menutupi sebagian kuku.
Hal lain yang juga bisa menyebabkan atau memperburuk ingrown toenail adalah pemakaian cat kuku, ukuran sepatu yang terlalu sempit dan pemotongan kuku yang membentuk lengkungan dengan ujung yang sangat pendek.

GEJALA
Pada awalnya ingrown toenails tidak menimbulkan gejala, tetapi akhirnya bisa menyebabkan nyeri, terutama jika daerah tersebut tertekan.
Daerah yang terkena biasanya tampak kemerahan dan teraba hangat. Jika tidak diobati, cenderung akan terjadi infeksi.
Daerah yang terinfeksi terasa sangat nyeri, tampak kemerahan dan membengkak dan bisa terbentuk lepuhan berisi nanah (paronikia).










DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN
Ingrown toenail yang masih ringan bisa diatasi dengan memotongnya, ujungnya diangkat secara perlahan dan dibawah kuku dimasukkan kapas steril sampai pembengkakan hilang.
Selanjutnya peradangan akan mereda dan biasanya penyakit ini tidak akan kambuh lagi.











Onikomikosis

DEFINISI
Onikomikosis adalah infeksi jamur pada kuku.

PENYEBAB
Jamur didapat akibat berjalan tanpa alas kaki di tempat umum atau paling sering merupakan bagian dari infeksi kaki atlet.

GEJALA
Infeksi ringan hanya memberikan sedikit gejala atau bahkan tidak menimbulkan gejala.
Pada infeksi yang lebih berat, kuku tampak keputihan, menebal dan terlepas dari dasar kuku.
Biasanya sisa-sisa peradangan terkumpul dibawah ujung kuku.

DIAGNOSA
Diagnosis diperkuat dengan memeriksa contoh kotoran kuku atau sisa-sisa peradangan dibawah mikroskop dan membiakkannya untuk menentukan bahwa penyebabnya adalah jamur.

PENGOBATAN
Infeksi jamur sulit untuk disembuhkan, pengobatannya tergantung kepada beratnya infeksi.
Kuku harus dipotong sangat pendek untuk mengurangi rasa tidak nyaman penderita.
Obat anti jamur per-oral (ditelan) bisa memperbaiki keadaan ini dan kadang bisa menyembuhkan secara total.
Jika pemakaian obat dihentikan, infeksi sering berulang.
Mengoleskan obat anti jamur langsung ke kuku yang terinfeksi biasanya tidak efektif, kecuali jika infeksinya hanya di permukaan.





















Perubahan Warna Kuku

PENYEBAB
Berbagai keadaan bisa menyebabkan perubahan warna dan tekstur kuku.

Cedera yang disebabkan oleh jatuhnya benda berat diatas kuku jari, bisa menyebabkan terkumpulnya darah dibawah kuku sehingga kuku tampak kehitaman. Jika semua kuku terkena, maka kuku akan terlepas dari dasarnya.
Kuku yang berwarna kehitaman harus selalu diperiksa untuk menentukan apakah itu merupakan melanoma (kanker kulit).
Cedera juga bisa menyebabkan terbentuknya bintik atau garis putih di kuku.
Pemaparan berlebihan oleh sabun, bahan kimia atau beberapa obat bisa menyebabkan kuku menjadi berbayang-bayang hitam, abu-abu, kuning atau coklat.
Infeksi jamur juga bisa menyebabkan perubahan warna kuku.

PENGOBATAN
Pengobatan meliputi perbaikan keadaan yang menjadi penyebab berubahnya warna dan tekstur kuku dan menunggu kuku yang sehat tumbuh kembali.
Diperlukan waktu sekitar 12-18 bulan untuk pertumbuhan kuku yang baru.































Tortikolis Spasmodik

DEFINISI
Tortikolis Spasmodik adalah nyeri yang hilang timbul atau kejang yang terus menerus pada otot-otot leher, sehingga mendorong kepala berputar dan miring ke depan, ke belakang atau ke samping.

Tortikolis terjadi pada 1 dari 10.000 orang dan sekitar 1,5 kali lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria.
Penyakit ini dapat terjadi pada semua umur tetapi paling sering ditemukan pada usia antara 30-60 tahun.

PENYEBAB
Biasanya penyebabnya tidak diketahui.
Kadang beberapa keadaan berikut bisa menyebabkan terjadinya tortikolis:
- Hipertiroidisme
- Infeksi sistem saraf
- Diskinesia tardiv (gerakan wajah abnormal akibat obat anti-psikosa)
- Tumor leher.

Bayi baru lahir bisa mengalami tortikolis (tortikolis kongenitalis) karena adanya kerusakan otot leher pada proses persalinan.
Ketidakseimbangan otot mata dan tulang atau kelainan bentuk otot tulang belakang bagian atas bisa menyebabkan tortikolis pada anak-anak.

GEJALA
Kejang otot leher disertai nyeri tajam bisa terjadi secara tiba-tiba dan bisa terjadi terus menerus atau hilang-timbul.
Biasanya hanya satu sisi leher yang terkena.
Arah dari miring dan berputarnya kepala tergantung kepada otot leher mana yang terkena.
Sepertiga penderita juga mengalami kejang di daerah lainnya, yaitu biasanya di kelopak mata, wajah, rahang atau tangan.
Kejang terjadi secara mendadak dan jarang timbul pada waktu tidur.
Tortikolis bisa menetap sepanjang hidup penderita dan menyebabkan nyeri berkepanjangan, terbatasnya gerakan leher serta kelainan bentuk sikap tubuh.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan riwayat cedera atau kelainan leher sebelumnya.
Kadang dilakukan beberapa pemeriksaan untuk menentukan penyebab dari kejang otot leher, seperti rontgen, CT scan dan MRI.

PENGOBATAN
Kadang kejang bisa dikurangi untuk sementara waktu dengan menjalani terapi fisik dan pemijatan.
Obat berfungsi membantu mengurangi kejang otot dan pergerakan diluar sadar dan biasanya bisa membantu meringankan nyeri karena kejang.
Biasanya digunakan obat antikolinergik (menghambat rangsangan saraf tertentu) dan benzodiazepin (obat penenang).
Kadang diberikan obat pengendur otot (muscle relaxant) dan obat anti-depresi.
Kadang dilakukan pembedahan untuk mengangkat saraf dari otot yang mengalami kelainan.

Pembedahan dilakukan jika pengobatan lainnya tidak berhasil.
Jika penyebabnya adalah masalah emosional, maka dilakukan terapi psikis.
Pada tortikolis kongenitalis dilakukan terapi fisik yang intensif untuk meregangkan otot yang rusak, yang dimulai pada bulan-bulan pertama.
Jika terapi fisik tidak berhasil dan dimulai terlalu lambat, maka otot harus diperbaiki melalui pembedahan.









































Sindroma Fibromialgia

DEFINISI
Sindroma Fibromialgia (Sindroma Nyeri Miofasial, Fibromiositis) merupakan sekumpulan kelainan yang ditandai dengan nyeri dan kekakuan pada jaringan lunak, termasuk otot, tendon (yang menghubungkan otot dengan tulang) dan ligamen (yang menghubungkan tulang dengan tulang lainnya).

Nyeri dan kekakuan (fibromialgia) bisa timbul di seluruh tubuh atau terbatas pada daerah tertentu seperti yang terjadi pada sindroma nyeri miofasial.
Fibromialgia di seluruh tubuh lebih sering terjadi pada wanita.
Pria lebih sering mengalami nyeri miofasial atau fibromialgia di daerah tertentu, misalnya bahu.
Fibromialgia tidak berbahaya dan tidak berakibat fatal, tetapi gejala yang menetap sangat mengganggu penderitanya.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi fibromialgia bisa dipicu oleh:
- Stres fisik atau mental
- Kurang tidur
- Cedera
- Pemaparan oleh kelembaban atau dingin
- Infeksi tertentu
- Artritis rematoid.

Sindroma fibromialgia primer biasanya terjadi pada wanita muda sehat yang mengalami depresi, kecemasan atau stress, disertai gangguan tidur.
Sindroma ini bisa terjadi pada usia berapa saja, termasuk dewasa, tetapi biasanya menyerang gadis muda.

GEJALA
Kekakuan dan nyeri biasanya timbul secara bertahap.

Pada sindroma fibromialgia primer gejala biasanya adalah nyeri; pada fibromialgia yang terbatas di suatu daerah, nyeri bisa timbul lebih mendadak dan lebih tajam.
Pada kedua keadaan diatas, nyeri biasanya akan semakin buruk jika jaringan lunak yang terkena mengalami kelelahan, ketegangan atau digunakan secara berlebihan.
Jika dilakukan penekanan, akan timbul nyeri tumpul.
Bisa terjadi kekakuan dan kejang otot.
Jaringan fibrosa atau otot mana saja bisa terkena, tetapi yang paling sering terkena adalah daerah leher , bahu, dada dan sela iga, punggung bagian bawah dan paha.

Pada sindroma fibromialgia primer, nyeri bisa dirasakan di seluruh tubuh dan disertai dengan lebih banyak gejala umum, seperti tidur nonrestoratif (tidur yang tidak mengembalikan kebugaran, bahkan ketika bangun badan terasa lebih lelah), kecemasan, depresi, kelelahan dan gangguan pencernaan (irritable bowel syndrome).






DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan pola dan lokasi dari nyeri.

PENGOBATAN
Yang banyak membantu adalah pengobatan tanpa obat-obatan:
- Mengurangi stres
- Latihan peregangan
- Memperbaiki pola tidur
- Pemanasan
- Pemijatan.

Aspirin atau obat anti peradangan non-steroid lainnya biasanya tidak banyak membantu.
Kadang obat bius lokal (dengan atau tanpa kortikosteroid) disuntikkan langsung ke daerah yang terkena.

Untuk membantu tidur dan mengurangi gejala, kadang diberikan obat anti-depresi dosis rendah.


























Bursitis

DEFINISI
Bursitis adalah peradangan pada bursa yang disertai rasa nyeri.
Bursa adalah kantong datar yang mengandung cairan sinovial, yang memudahkan pergerakan normal dari beberapa sendi pada otot dan mengurangi gesekan.
Bursa terletak pada sisi yang mengalami gesekan, terutama di tempat dimana tendon atau otot melewati tulang.
Dalam keadaan normal, sebuah bursa mengandung sangat sedikit cairan. Tetapi jika terluka, bursa akan meradang dan terisi oleh cairan.

PENYEBAB
Penyebabnya seringkali tidak diketahui, tetapi bursitis dapat disebabkan oleh:
- Pemakaian berlebihan selama bertahun-tahun
- Cedera
- Gout
- Pseudogout
- Artritis rematoid
- Infeksi.

Yang paling mudah terkena bursitis adalah bahu, bagian tubuh lainnya yang juga bisa terkena bursitis adalah sikut, pinggul, panggul, lutut, jari kaki dan tumit.

GEJALA
Bursitis menyebabkan nyeri dan cenderung membatasi pergerakan, tetapi gejalanya yang khusus tergantung kepada lokasi bursa yang meradang.
Jika bursa di bahu meradang, maka jika penderita mengangkat lengannya untuk memakai baju akan mengalami kesulitan dan merasakan nyeri.

















Bursitis akut terjadi secara mendadak.
Jika disentuh atau digerakkan, akan timbul nyeri di daerah yang meradang.
Kulit diatas bursa tampak kemerahan dan membengkak.
Bursitis akut yang disebabkan oleh suatu infeksi atau gout menyebabkan nyeri yang luar biasa dan daerah yang terkena tampak kemerahan dan teraba hangat.
Bursitis kronis merupakan akibat dari serangan bursitis akut sebelumnya atau karena cedera yang berulang.
Pada akhirnya, dinding bursa akan menebal dan di dalamnya terkumpul endapan kalsium padat yang menyerupai kapur.
Bursa yang telah mengalami kerusakan sangat peka terhadap peradangan tambahan.
Nyeri menahun dan pembengkakan bisa membatasi pergerakan, sehingga otot mengalami penciutan (atrofi) dan menjadi lemah.
Serangan bursitis kronis berlangsung selama beberapa hari sampai beberapa minggu dan sering kambuh.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik.
Daerah di sekitar bursa terasa sakit jika diraba dan pergerakan sendi tertentu menimbulkan nyeri.
Jika bursa tampak membengkak, bisa diambil contoh cairan dari bursa dan dilakukan pemeriksaan terhadap cairan untuk menentukan penyebab dari peradangan.

PENGOBATAN
Bursa yang terinfeksi harus dikeringkan dan diberikan antibiotik.
Bursitis akut non-infeksius biasanya diobati dengan istirahat, dimana untuk sementara waktu sendi yang terkena tidak digerakkan dan diberikan obat peradangan non-steroid (misalnya indometasin, ibuprofen atau naproksen)
Kadang diberikan obat pereda nyeri.

Selain itu bisa disuntikkan campuran dari obat bius lokal dan kortikosteroid langsung ke dalam bursa. Penyuntikan ini mungkin perlu dilakukan lebih dari 1 kali.
Pada bursitis yang berat diberikan kortikosteroid (misalnya prednison) per-oral (ditelan) selama beberapa hari.

Setelah nyeri mereda, dianjurkan untuk melakukan latihan khusus guna meningkatkan daya jangkau sendi.
Bursitis kronis diobati dengan cara yang sama.
Kadang endapan kalsium yang besar di bahu bisa dibuang melalui jarum atau melalui pembedahan.
Kortikosteroid bisa disuntikkan langsung ke dalam sendi.
Terapi fisik dilakukan untuk mengembalikan fungsi sendi. Latihan bisa membantu mengembalikan kekuatan otot dan daya jangkau sendi.
Bursitis sering kambuh jika penyebabnya (misalnya gout, artritis rematoid atau pemakaian berlebihan) tidak diatasi.












Tendinitis & Tenosinovitis

DEFINISI
Tendinitis adalah peradangan pada tendon.
Tenosinovitis adalah tendinitis yang disertai dengan peradangan pada selubung pelindung di sekeliling tendon.
Tendon merupakan jaringan fibrosa yang kuat, yang menghubungkan otot dengan tulang.
Selubung tendon membungkus beberapa tendon.

Jari pelatuk (trigger finger) merupakan suatu keadaan dimana jari tangan terkunci dalam posisi tertekuk.
Hal ini terjadi jika 1 tendon yang menekuk jari tangan mengalami peradangan dan membengkak.
Dalam keadaan normal, tendon ini bergerak secara halus ke dalam dan ke luar dari selubung di sekitarnya pada saat jari tangan lurus dan menekuk.
Ketika jari tangan menekuk, tendon yang meradang keluar dari selubungnya, tetapi jika tendon terlalu membengkak atau membentuk benjolan, maka jika jari tangan diluruskan, tendon akan sulit kembali ke posisinya semula.
Untuk meluruskan jari tangan, penderita harus mendorong daerah yang membengkak ke dalam selubung. Tindakan ini menghasilkan perasaan meletus, seperti yang dirasakan ketika menarik pelatuk.

PENYEBAB
Sebagian besar tendinitis terjadi pada usia pertengahan atau usia lanjut, karena tendon menjadi lebih peka terhadap cedera.
Tendinitis juga terjadi pada usia muda karena olah raga yang berlebihan atau karena gerakan yang dilakukan berulang-ulang.
Selubung tendon juga dapat terkena penyakit sendi, seperti artritis rematoid, skleroderma sistemik, gout dan sindroma Reiter.
Pada dewasa muda yang menderita gonore (terutama wanita), bakteri gonokokus bisa menyebabkan tenosinovitis, biasanya pada tendon di bahu, pergelangan tangan, jari tangan, pinggul, pergelangan kaki dan kaki.

GEJALA
Jika digerakkan atau diraba, maka tendon yang meradang biasanya akan terasa nyeri.
Pergerakan sendi di dekat tendon, meskipun ringan, bisa menyebabkan nyeri yang hebat.
Selubung sendi bisa terlihat membengkak karena adanya penimbunan cairan dan peradangan; atau akan tetap kering dan bergesekan dengan tendon sehingga menimbulkan perasaan atau suara gemeretak yang terdengar melalui stetoskop pada saat sendi digerakkan.
Tendinitis diatas otot biseps pada lengan atas menyebabkan nyeri jika sikut ditekuk atau lengan bawah sebelah dalam diputar.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik, dimana ditemukan pembengkakan dan rasa nyeri jika daerah yang terkena disentuh, diregang atau ototnya digerakkan.

PENGOBATAN
Untuk meringankan gejalanya, biasanya daerah yang terkena diistirahatkan, dipasang bidai atau gips serta dilakukan pemanasan atau pendinginan.
Pemberian obat anti peradangan non-steroid (misalnya Aspirin atau ibuprofen) selama 7-10 hari bisa mengurangi nyeri dan peradangan.
Pada jari pelatuk kadang kortikosteroid dan obat bius lokal disuntikkan ke dalam selubung tendon.
Penyuntikan bisa menyebabkan serangan yang berlangsung kurang dari 24 jam; serangan ini bias diobati dengan kompres dingin dan obat pereda nyeri.
Pengobatan mungkin harus diulang setiap 2-3 minggu selama 1-2 bulan sebelum peradangan sembuh total.
Tendinitis menahun dan menetap (seperti yang terjadi pada artrtis rematoid), mungkin harus diatasi dengan tindakan pembedahan untuk mengangkat daerah yang meradang dan setelah pembedahan dilakukan terapi fisik.
Pembedahan biasanya dilakukan untuk mengobati jari pelatuk menahun atau untuk membuang endapan kalsium pada tendinitis menahun.



































Patah Tulang

DEFINISI
Patah Tulang (fraktur) adalah retaknya tulang, biasanya disertai dengan cedera di jaringan sekitarnya.

Jenis patah tulang:
1. Patah tulang tertutup (patah tulang simplek).
Tulang yang patah tidak tampak dari luar.
2. Patah tulang terbuka (patah tulang majemuk).
Tulang yang patah tampak dari luar karena tulang telah menembus kulit atau kulit mengalami robekan.
Patah tulang terbuka lebih mudah terinfeksi.
3. Patah tulang kompresi (patah tulang karena penekanan).
Merupakan akibat dari tenaga yang menggerakkan sebuah tulang melawan tulang lainnya atau tenaga yang menekan melawan panjangnya tulang.
Sering terjadi pada wanita lanjut usia yang tulang belakangnya menjadi rapuh karena osteoporosis.
4. Patah tulang karena tergilas.
Tenaga yang sangat hebat menyebabkan beberapa retakan sehingga terjadi beberapa pecahan tulang.
Jika aliran darah ke bagian tulang yang terkena mengalami gangguan, maka penyembuhannya akan berjalan sangat lambat.
5. Patah tulang avulsi.
disebabkan oleh kontraksi otot yang kuat, sehingga menarik bagian tulang tempat tendon otot tersebut melekat.
Paling sering terjadi pada bahu dan lutut, tetapi bisa juga terjadi pada tungkai dan tumit.
6. Patah tulang patologis.
Terjadi jika sebuah tumor (biasanya kanker) telah tumbuh ke dalam tulang dan menyebabkan tulang menjadi rapuh.
Tulang yang rapuh bisa mengalami patah tulang meskipun dengan cedera ringan atau bahkan tanpa cedera sama sekali.




















PENYEBAB
Sebagian besar patah tulang merupakan akibat dari cedera, seperti kecelakan mobil, olah raga atau karena jatuh.
Patah tulang terjadi jika tenaga yang melawan tulang lebih besar daripada kekuatan tulang.
Jenis dan beratnya patah tulang dipengaruhi oleh:
- Arah, kecepatan dan kekuatan dari tenaga yang melawan tulang
- Usia penderita
- Kelenturan tulang
- Jenis tulang.
Dengan tenaga yang sangat ringan, tulang yang rapuh karena osteoporosis atau tumor bisa mengalami patah tulang.

GEJALA
Nyeri biasanya merupakan gejala yang sangat nyata.
Nyeri bisa sangat hebat dan biasanya makin lama makin memburuk, apalagi jika tulang yang terkena digerakkan.
Menyentuh daerah di sekitar patah tulang juga bisa menimbulkan nyeri.
Alat gerak tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga penderita tidak dapat menggerakkan lengannya, berdiri diatas satu tungkai atau menggenggam dengan tangannya.
Darah bisa merembes dari tulang yang patah (kadang dalam jumlah yang cukup banyak) dan masuk kedalam jaringan di sekitarnya atau keluar dari luka akibat cedera.


DIAGNOSA
Foto rontgen biasanya bisa menunjukkan adanya patah tulang.
Kadang perlu dilakukan CT scan atau MRI untuk bisa melihat dengan lebih jelas daerah yang mengalami kerusakan.
Jika tulang mulai membaik, foto rontgen juga digunakan untuk memantau penyembuhan.

PENGOBATAN
Tujuan dari pengobatan adalah untuk menempatkan ujung-ujung dari patah tulang supaya satu sama lain saling berdekatan dan untuk menjaga agar mereka tetap menempel sebagaimana mestinya.
Proses penyembuhan memerlukan waktu minimal 4 minggu, tetapi pada usia lanjut biasanya memerlukan waktu yang lebih lama.
Setelah sembuh, tulang biasanya kuat dan kembali berfungsi.
Pada beberapa patah tulang, dilakukan pembidaian untuk membatasi pergerakan.
Dengan pengobatan ini biasanya patah tulang selangka (terutama pada anak-anak), tulang bahu, tulang iga, jari kaki dan jari tangan, akan sembuh sempurna.

Patah tulang lainnya harus benar-benar tidak boleh digerakkan (imobilisasi).
Imobilisasi bisa dilakukan melalui:
− Pembidaian : benda keras yang ditempatkan di daerah sekeliling tulang.
− Pemasangan gips : merupakan bahan kuat yang dibungkuskan di sekitar tulang yang patah
− Penarikan (traksi) : menggunakan beban untuk menahan sebuah anggota gerak pada tempatnya. Sekarang sudah jarang digunakan, tetapi dulu pernah menjadi pengobatan utama untuk patah tulang pinggul.
− Fiksasi internal : dilakukan pembedahan untuk menempatkan piringan atau batang logam pada pecahan-pecahan tulang. Merupakan pengobatan terbaik untuk patah tulang pinggul dan patah tulang disertai komplikasi.

Imobilisasi lengan atau tungkai menyebabkan otot menjadi lemah dan menciut. Karena itu sebagian besar penderita perlu menjalani terapi fisik.
Terapi dimulai pada saat imobilisasi dilakukan dan dilanjutkan sampai pembidaian, gips atau traksi telah dilepaskan.
Pada patah tulang tertentu (terutama patah tulang pinggul), untuk mencapai penyembuhan total, penderita perlu menjalani terapi fisik selama 6-8 minggu atau kadang lebih lama lagi.
















Cedera Olah Raga

DEFINISI
Cedera Olah Raga adalah cedera pada sistem otot dan rangka tubuh yang disebabkan oleh kegiatan olah raga.

Cedera olah raga yang sering terjadi adalah:
- Patah tulang karena tekanan
- Shin splints
- Tendinitis
- Lutut pelari
- Cedera urat lutut
- Punggung altit angkat besi
- Sikut petenis
- Cedera kepala
- Cedera kaki.

PENYEBAB
Cedera olah raga disebabkan oleh:
- metode latihan yang salah
- kelainan struktural yang menekan bagian tubuh tertentu lebih banyak daripada bagian tubuh lainnya
- kelemahan pada otot, tendon dan ligamen.

Kebanyakan cedera ini disebabkan oleh penggunaan jangka panjang, dimana terjadi pergerakan berulang yang menekan jaringan yang peka.

Metode Latihan Yang Salah.
Metode latihan yang salah merupakan penyebab paling sering dari cedera pada otot dan sendi. Penderita tidak memberikan waktu pemulihan yang cukup setelah melakukan olah raga atau tidak berhenti berlatih ketika timbul nyeri.
Setiap kali otot tertekan oleh aktivitas yang intensif, beberapa otot mengalami cedera dan otot yang lainnya menggunakan cadangan energinya yang tersimpan sebagai glikogen karbohidrat.
Penyembuhan serat-serat otot dan penggantian glikogen memerlukan waktu lebih dari 2 hari.
Sebagian besar program olah raga diselenggarakan secara bergantian; hari ini melakukan latihan berat, hari berikutnya beristirahat atau melakukan latihan ringan.
Hanya perenang yang bisa melakukan latihan yang berat dan ringan setiap hari tanpa mengalami cedera. Kemungkinan daya ampung dari air membantu melindungi otot dan sendi para perenang.

Kelainan Struktural.
Kelainan struktural bisa menyebabkan seseorang lebih peka terhadap cedera olah raga karena adanya tekanan yang tidak semestinya pada bagian tubuh tertentu.
Misalnya, jika panjang kedua tungkai tidak sama, maka pinggul dan lutut pada tungkai yang lebih panjang akan mendapatkan tekanan yang lebih besar.
Faktor biokimia yang menyebabkan cedera kaki, tungkai dan pinggul adalah pronasi (pemutaran kaki ke dalam setelah menyentuh tanah).
Pronasi sampai derajat tertentu adalah normal dan mencegah cedera dengan cara membantu menyalurkan kekuatan menghentak ke seluruh kaki.
Pronasi yang berlebihan bisa menyebabkan nyeri pada kaki, lutut dan tungkai. Pergelangan kaki sangat lentur sehingga ketika berjalan atau berlari, lengkung kaki menyentuh tanah dan kaki menjadi rata.

Jika seseorang memiliki pergelangan kaki yang kaku, maka akan terjadi kebalikannya, yaitu pronasi yang kurang.
Kaki tampak memiliki lengkung yang sangat tinggi dan tidak dapat menyerap goncangan dengan baik, sehingga meningkatkan resiko terjadinya retakan kecil dalam tulang kaki dan tungkai (fraktur karena tekanan).

Kelemahan Otot, Tendon & Ligamen.
Jika mendapatkan tekanan yang lebih besar daripada kekuatan alaminya, maka otot, tendon dan ligamen akan mengalami robekan.
Sendi lebih peka terhadap cedera jika otot dan ligamen yang menyokongnya lemah.
Tulang yang rapuh karena osteoporosis mudah mengalami patah tulang (fraktkur).
Latihan penguatan bisa membantu mencegah terjadinya cedera.
Satu-satunya cara untuk memperkuat otot adalah berlatih melawan tahanan, yang secara bertahap kekuatannya ditambah.

GEJALA
Nyeri pertama kali muncul jika serat-serat otot atau tendon yang jumlahnya terbatas mulai mengalami robekan.
Menghentikan latihan pada saat nyeri terjadi, akan mengurangi cedera pada serat-serat tersebut, sehingga pemulihan lebih cepat terjadi. Jika latihan tidak segera dihentikan, maka jumlah serat yang robek akan lebih banyak, sehingga kerusakannya lebih luas dan penyembuhannya menjadi lebih lama.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, keterangan dari penderita mengenai aktivitas yang dilakukannya dan hasil pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan diagnostik yang dilakukan meliputi:
- CT scan
- MRI
- Artroskopi
- Elektromiografi
- Pemeriksaan dengan bantuan komputer lainnya untuk menilai fungsi otot dan sendi.

PENGOBATAN
Pengobatan segera untuk hampir semua cedera olah raga adalah istirahat, kompres es batu dan pengangkatan.

Bagian yang terluka segera diistirahatkan untuk meminimalkan perdarahan dalam dan pembengkakan serta untuk mencegah bertambah parahnya cedera.
Es batu menyebabkan pembuluh darah mengkerut, membantu mengurangi peradangan dan nyeri.
Membungkus daerah yang mengalami cedera dengan perban elastik dan mengangkatnya sampai diatas jantung, akan membantu mengurangi pembengkakan.
Pengompresan dengan es batu dilakukan selama 10 menit. Suatu perban elastik bisa dililitkan secara longgar di sekeliling kantong es batu.

Bagian yang mengalami cedera tetap diangkat, tetapi kompres es dilepaskan selama 10 menit, setelah itu dikompres lagi selama 10 menit. Hal ini dilakukan secara bergantian dalam waktu 1-1,5 jam.
Tindakan diatas bisa diulang sebanyak beberapa kali selama 24 jam pertama.

Es mengurangi nyeri dan pembengkakan melalui beberapa cara.
Daerah yang mengalami cedera mengalami pembengkakan karena cairan merembes dari dalam pembuluh darah. Dengan menyebabkan mengkerutnya pembuluh darah, maka dingin akan mengurangi kecenderungan merembesnya cairan sehingga mengurangi jumlah cairan dan pembengkakan di daerah yang terkena.
Menurunkan suhu kulit di sekitar daerah yang terkena bisa mengurangi nyeri dan kejang otot.

Dingin juga akan mengurangi kerusakan jaringan karena proses seluler yang lambat.
Pengompresan dengan es batu terlalu lama bisa merusak jaringan.
Jika suhu sangat rendah (sampai sekitar 15 derajat Celsius), kulit akan memberikan reaksi sebaliknya, yaitu menyebabkan melebarkan pembuluh darah. Kulit tampak merah, teraba hangat dan gatal, juga bisa terluka.
Efek tersebut biasanya terjadi dalam waktu 9-16 menit setelah dilakukan pengompresan dan akan berkurang dalam waktu sekitar 4-8 menit setelah es diangkat.
Karena itu es harus diangkat sebelum efek ini terjadi atau setelah 10 menit, baru dikompreskan lagi 10 menit kemudian.

Penyuntikan kortikosteroid ke dalam sendi yang terluka atau jaringan di sekitarnya bisa mengurangi nyeri dan pembengkakan.
Tetapi penyuntikan ini bisa memperlambat penyembuhan, meningkatkan resiko terjadinya kerusakan tendon dan tulang rawan dan memperburuk cedera karena memungkinkan penderita menggunakan sendinya yang terluka sebelum sembuh total.

Terapi fisik bisa berupa pemanasan, pendinginan, listrik, gelombang suara, penarikan (traksi) atau latihan di air, bisa dilakukan sebagai tambahan terhadap terapi latihan.
Lamanya dilakukan terapi fisik tergantung kepada berat dan kompleksnya cedera yang terjadi.

Aktivitas atau olah raga yang menyebabkan cedera sebaiknya dihindari sampai cedera benar-benar sembuh.
Lebih baik mengganti jenis olah raga daripada tidak melakukan aktivitas fisik sama sekali, karena sama sekali tidak melakukan kegiatan bisa menyebabkan otot kehilangan massa, kekuatan dan ketahanannya.

PENCEGAHAN
Pemanasan sebelum melakukan latihan yang berat dapat membantu mencegah terjadinya cedera.
Latihan ringan selama 3-10 menit akan menghangatkan otot sehingga otot lebih lentur dan tahan terhadap cedera.
Metode pemanasan yang aktif lebih efektif daripada metode pasif seperti air hangat, bantalan pemanas, ultrasonik atau lampu infra merah. Metode pasif tidak menyebabkan bertambahnya sirkulasi darah secara berarti.
Pendinginan adalah mengurangi latihan secara bertahap sebelum latihan dihentikan.
Pendinginan mencegah terjadinya pusing dengan menjaga aliran darah. Jika latihan yang berat dihentikan secara tiba-tiba, darah akan terkumpul di dalam vena tungkai dan untuk sementara waktu menyebabkan berkurangnya aliran darah ke kepala.
Pendinginan juga membantu membuang limbah metabolik (misalnya asam laktat dari otot), tetapi pendinginan tampaknya tidak mencegah sakit otot pada hari berikutnya, yang disebabkan oleh kerusakan serat-serat otot.

Latihan peregangan tampaknya tidak mencegah cedera, tetapi berfungsi memperpanjang otot sehingga otot bisa berkontraksi lebih efektif dan bekerja lebih baik.
Untuk menghindari kerusakan otot karena peregangan, hendaknya peregangan dilakukan setelah pemanasan atau setelah berolah raga, dan setiap gerakan peregangan ditahan selama 10 hitungan.

Pelapis sepatu (ortotik) seringkali dapat memperbaiki masalah kaki seperti pronasi.
Pelapis ini sifatnya bisa lentur, agak kaku atau kaku dan panjangnya bervariasi, disesuaikan dengan sepatu yang digunakan.
Sepatu lari yang baik memiliki:
- sudut tumit yang kaku untuk mengendalikan gerakan bagian belakang kaki
- sebuah penyangga di sepanjang pelapis untuk mencegah pronasi yang berlebihan
- sebuah lubang sepatu yang diberik bantalan untuk menyokong pergelangan kaki.
Ukuran ortotik biasanya 1 nomor lebih kecil daripada ukuran sepatu yang digunakan.





























Patah Tulang Kaki Karena Tekanan

DEFINISI
Patah Tulang Kaki Karena Tekanan (stress fracture) adalah retakan kecil di dalam tulang yang seringkali terjadi karena benturan jangka panjang yang berlebihan.

Pada pelari, tulang dari kaki tengah (metatarsal) sangat peka terhadap fraktur jenis ini. Tulang yang paling sering terkena adalah tulang pada 3 jari kaki yang di tengah.
Tulang metatarsal dari ibu jari kaki relatif kebal terhadap cedera karena kuat dan ukurannya lebih besar; sedangkan tulang metatarsal dari kelingking kaki biasanya terlindung karena tekanan terbesar disalurkan ke ibu jari dan jari di sebelahnya.

PENYEBAB
Faktor resiko terjadinya patah tulang kaki karena tekanan adalah:
- lengkung kaki yang tinggi
- sepatu olah raga yang kurang menyerap goncangan
- peningkatan jumlah dan intensitas latihan yang mendadak.

GEJALA
Gejala utama adalah nyeri di bagian depan kaki, yang biasanya timbul selama latihan yang panjang atau berat.
Pada awalnya, nyeri menghilang dalam beberapa detik setelah latihan dihentikan.
Jika latihan dilanjutkan, nyeri akan kembali terasa dan berlangsung lebih lama setelah latihan dihentikan.
Pada akhirnya, nyeri menyebabkan penderita tidak dapat berlari dan nyeri tetap dirasakan meskipun dalam keadaan istirahat.
Daerah di sekitar tulang yang patah bisa mengalami pembengkakan.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Jika disentuh, terasa sakit.
Patah tulang ini sangat halus sehingga seringkali tidak tampak pada foto rontgen.
Rontgen dapat menunjukkan adanya jaringan (kalus) yang terbentuk di sekitar tulang yang patah pada saat 2-3 minggu selah cedera, sebagai pertanda terjadinya penyembuhan tulang.
Skening tulang bisa membantu memperkuat diagnosis.

PENGOBATAN
Penderita tidak boleh berlari sampai patah tulangnya sembuh, tetapi olah raga lainnya masih boleh dilakukan.
Setalah patah tulang sembuh, untuk membantu mencegah kekambuhan, sebaiknya digunakan sepatu atletik yang mampu menyerap goncangan dan berlari diatas permukaan yang lembut (misalnya rumput).
Jika dilakukan pemasangan gips, maka setelah 1-2 minggu gips harus dilepas untuk mencegah melemahnya otot.
Masa penyembuhan biasanya memerlukan waktu 3-12 minggu, tetapi pada usia lanjut atau status kesehatan yang buruk, mungkin diperlukan waktu yang lebih lama.



Shin Splints

DEFINISI
Bidai Tulang Kering (Shin splints) adalah nyeri karena kerusakan otot di sepanjang tulang kering.

2 kelompok otot di tulang kering sangat peka terhadap shin splints. Lokasi nyeri tergantung kepada kelompok otot yang terkena.

Shin splints anterolateral terjadi pada otot-otot di bagian depan ( anterior) dan di bagian luar (lateral) tulang kering.
Penyebabnya adalah ketidakseimbangan alami dalam ukuran otot-otot yang berlawanan.
Otot tulang kering menarik kaki ke atas dan otot betis yang lebih besar dan lebih kuat menarik kaki ke bawah setiapkali tumit menyentuh tanah selama berjalan atau berlari. Otot betis bisa memberikan dorongan yang sangat kuat sehingga dapat melukai otot tulang kering.
Gejala utama adalah nyeri di sepanjang tulang kering bagian depan dan luar.
Pada awalnya nyeri hanya dirasakan segera setelah tumit menyentuh kaki selama berlari. Jika terus berlari, nyeri tejradi pada setiap langkah, dan akhirnya menetap.
Pada pemeriksaan fisik, bila disentuh maka tulang kering akan terasa nyeri.
Penderita sebaiknya berhenti berlari untuk sementara waktu dan melakukan olah raga yang lain.
Latihan peregangan otot betis akan banyak membantu.
Setelah otot tulang kering mulai membaik, bisa mulai dilakukan latihan untuk memperkuat otot tulang kering.

Shin splints posteromedial terjadi pada otot-otot di bagian belakang (posterior) dan di bagian dalam (medial) dari tulang kering, yang bertugas mengangkat tumit sesaat sebelum jari-jari kaki ditarik.
Penyebabnya adalah karena berlari diatas jalan yang berbatu-batu.
Keadaan ini akan memburuk jika kaki terlalu diputar ke dalam atau menggunakan sepatu lari yang tidak dapat mencegah terjadinya pemutaran kaki yang berlebihan.
Nyeri biasanya dirasakan di sepanjang bagian dalam tungkai bawah, sekitar 2,5-10 cm diatas pergelangan kaki dan akan memburuk jika penderita berdiri diatas jari-jari kakinya atau memutar pergelangan kakinya ke dalam.
Jika penderita terus berlari, nyeri akan berpindah ke depan dan menyerang pergelangan kaki bagian dalam dan bisa menjalar ke tulang kering atas sampai 5-10 cm di bawah lutut.
Pada awalnya hanya tendon otot yang mengalami peradangan dan nyeri, tetapi jika penderita terus berlari, ototnya sendiri juga akan terkena.
Pada akhirnya tekanan pada tendon yang meradang bisa benar-benar menariknya dari tempat perlekatannya di tulang, sehingga terjadi perdarahan dan peradangan lebih lanjut. Kadang bagian tulang kering yang melekat pada tendon mengalami robekan.

Pengobatan utama adalah berhenti berlari dan melakukan olah raga lain.
Untuk menjaga memutarnya kaki bisa digunakan sepatu dengan sudut tumit yang kaku dan penyangga lengkung kaki khusus.



Untuk menghindari kekambuhan, sebaiknya tidak berlari diatas jalan yang berbatu-batu.
Pada kasus yang berat, dimana bagian tulang kering ada yang robek, pembedahan dilakukan untuk memperbaikinya.
Pengobatan eksperimental yang berupa suntikan kalsitonin (hormon pembentuk tulang) atau tablet alendronat (obat untuk memperlambat kerapuhan tulang), diberikan kepada penderita yang tidak memberikan respon terhadap pengobatan lainnya.
Kadang tidak ada pengobatan yang efektif dan penderita harus benar-benar menghentikan olah raga lari.

PENYEBAB
Penyebab yang umum adalah berdiri terlalu lama, yang memberikan tekanan yang berulang pada tungkai bawah.







































Cedera Urat Lutut

DEFINISI
Cedera Urat Lutut (Ketegangan otot femoralis posterior, Robekan urat lutut) adalah setiap cedera pada urat lutut, yang terdapat di paha bagian belakang.

Urat lutut (hamstring) berperan dalam meluruskan pinggul dan membengkokkan lutut.
Hamstring lebih lemah daripada kuadriseps (otot di paha depan).

PENYEBAB
Jika kekuatan hamstring kurang dari 60% dari kekuatan kuadriseps, maka kuadriseps akan akan menjadi lebih kuat dan dapat mencederai hamstring.

GEJALA
Biasanya akan timbul nyeri secara mendadak di paha bagian belakang pada saat hamstring berkontraksi secara tiba-tiba dan dengan sekuat tenaga.

PENGOBATAN
Pengobatan segera meliputi istirahat, kompres es batu, penekanan dan pengangkatan.

Selama otot masih dalam proses penyembuhan, penderita tidak diperbolehkan berlari atau melompat, tetapi masih boleh berlari-lari kecil di tempat, berdayung atau berenang.

Setelah pemulihan dimulai, bisa dilakukan latihan untuk memperkuat hamstring guna membantu mencegah terjadinya kekambuhan.

























Punggung Atlet Angkat Besi

DEFINISI
Punggung Atlet Angkat Besi adalah suatu cedera pada tendon dan otot punggung sebelah bawah, yang menyebabkan kejang otot dan sakit.

PENYEBAB
Setiap tenaga yang kuat bisa merobek otot dan tendon pada punggung bawah (daerah lumbar).

Cedera ini sering terjadi pada olah raga yang membutuhkan dorongan atau tarikan untuk melawan tahanan yang kuat, seperti pada atlet angkat besi atau pemain sepak bola.
Cedera ini juga terjadi pada cabang oleh raga yang membutuhkan pemutaran punggung yang mendadak, misalnya pada permainan bola basket dan golf.

Faktor resiko untuk terjadinya cedera punggung adalah:
- Lengkung tulang punggung bagian bawah yang terlalu berlebihan
- Tulang pinggul yang miring ke depan
- Otot punggung yang lemah atau kaku
- Otot perut dan otot paha yang lemah
- Urat lutut yang kaku.

Punggung juga rentan terhadap cedera jika tulang belakang menjadi rapuh akibat artritis, gangguan penyusunan tulang belakang atau tumor tulang belakang.

GEJALA
Cedera tulang punggung biasanya menyebabkan nyeri tiba-tiba pada punggung bawah selama mengayun, mendorong atau menarik.
Pada awalnya nyeri tidak terlalu berat sehingga penderita masih bisa melanjutkan latihannya.
Otot dan tendon yang robek selanjutnya akan mengalami perdarahan dan membengkak, dan 2-3 jam kemudian terjadi kejang yang menyebabkan nyeri hebat.
Setiap pergerakan punggung akan memperburuk rasa nyeri, sehingga penderita seringkali memilih posisi seperti bayi dalam rahim.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Jika punggung bawah disentuh akan terasa sakit dan semakin memburuk jika penderita membungkuk ke depan.

PENGOBATAN
Penderita harus berisitirahat dan daerah punggung yang sakit dikompres dengan es batu.
Setelah keadaaan membaik, bisa dilakukan latihan otot perut (yang membantu menstabilkan punggung) dan latihan untuk meregangkan dan memperkuat otot punggung.

PENCEGAHAN
Menggunakan sabuk-angkat besi bisa membantu mencegah terjadinya cedera punggung.
Epikondilitis Lateralis

DEFINISI
Epikondilitis Lateralis (Backhand tennis elbow) merupakan kerusakan pada tendon yang berfungsi menekuk pergelangan tangan ke arah belakang menjauhi telapak tangan, yang menyebabkan nyeri pada lengan bawah sebelah belakang luar.

PENYEBAB
Rasa sakit pada otot-otot lengan bawah yang melekat pada sikut bagian luar akan timbul jika tempat perlekatan tersebut mendapatkan tekanan yang berlebihan.
Epikondilitis lateralis paling sering terjadi ketika petenis baru melakukan pukulan backhand. Tenaga raket ketika memukul bola bisa merusak tendon karena tenaga ini bergulir ke ujung sikut.

Faktor-faktor yang meningkatkan kemungkinan terjadinya backhand tennis elbow adalah:
- Penggunaan pukulan backhand yang tidak tepat
- Otot bahu dan pergelangan tangan yang lemah
- Menggunakan raket yang terlalu pendek
- Memukul bola tidak pada pusat raket
- Memukul bola yang berat dan basah.

GEJALA
Gejala pertama yang muncul adalah nyeri ketika melakukan pukulan backhand atau gerakan lainnya yang menyerupai pukulan backhand.

Nyeri dirasakan di sepanjang sikut bagian belakang luar dan lengan bawah sebelah luar.

Melanjutkan permainan tenis akan menyebabkan penjalaran nyeri ke pergelangan tangan dan mengakibatkan nyeri ketika beristirahat.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Sikut terasa nyeri ketika penderita meletakkan lengan dan telapak tangannya diatas meja dan penderita berusaha untuk mengangkat tangannnya dengan cara menekuk pergelangan tangannya.

PENGOBATAN
Penderita sebaiknya menghindari berbagai aktivitas yang menyebabkan nyeri.
Bisa dilakukan olah raga yang tidak menggunakan pergelangan tangan, seperti jogging, bersepeda atau bola basket.

Latihan penguatan otot yang menekuk dan meluruskan pergelangan tangan bisa dilakukan setelah keadaan membaik.






Epikondilitis medialis

DEFINISI
Epikondilitis Medialis (Forehand tennis elbow, baseball elbow, suitcase elbow) adalah kerusakan pada tendon yang bertugas menekuk pergelangan tangan ke arah telapak tangan, yang menyebabkan nyeri lengan bawah pada sisi telapak tangan, mulai dari sikut sampai ke pergelangan tangan.

PENYEBAB
Cedera ini disebabkan oleh menekuknya pergelangan tangan ke arah telapak tangan karena adanya tekanan yang berlebihan.
Faktor-faktor yang menghasilkan tekanan seperti tersebut diatas adalah:
- Otot bahu dan otot tangan yang lemah
- Melakukan serve dengan tenaga yang luar biasa pada saat bermain tenis
- Memukul bola yang berat dan basah
- Menggunakan raket yang terlalu berat atau tali senarnya terlalu tegang
- Melempar bola
- Melempar lembing
- Membawa koper yang berat.

GEJALA
Nyeri dirasakan di sepanjang sikut pada sisi telapak tangan dan lengan bawah bagian dalam.
Melanjutkan latihan bisa menyebabkan tertariknya tendon dari tulang sehingga terjadi perdarahan.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN
Penderita hendaknya menghindari setiap aktivitas yang menyebabkan nyeri jika pergelangan tangannya ditekuk ke arah telapak tangan.
Pembedahan biasanya bisa mengurangi nyeri yang menetap.
Setelah keadaan membaik, dilakukan latihan untuk memperkuat otot pergelangan tangan dan otot bahu.















Tendinitis Rotator Cuff

DEFINISI
Tendinitis Rotator Cuff (Swimmer's shoulder, Tennis shoulder, Pitcher's shoulder, Shoulder impingement syndrome) adalah robekan dan pembengkakan pada rotator cuff (otot dan tendon yang menahan lengan atas di dalam sendi bahu).

PENYEBAB
Tendon ini sering mengalami cedera pada olah raga dimana lengan harus digerakkan melampaui kepala secara berulang, seperti melempar bola, mengangkat beban berat ke atas bahu, melakukan serve pada olah raga dengan raket dan berenang gaya bebas, gaya kupu-kupu atau gaya punggung.

Menggerakkan lengan melampaui kepala secara berulang bisa menyebabkan puncak dari tulang lengan bergesekan dengan sebagian sendi bahu dan tendonnya, sehingga merobek serat-seratnya.
Jika gerakan tersebut terus dilakukan meskipun menimbulkan nyeri, maka tendon bisa robek atau bahkan terlepas dari tulang.

GEJALA
Nyeri bahu merupakan gejala utama.

Pada awalnya nyeri hanya timbul jika melakukan gerakan mengangkat tangan melampaui kepala. Lama-lama nyeri bahkan dirasakan ketika lengan digunakan untuk berjabatan tangan.

Mendorong benda juga menimbulkan nyeri, tetapi menarik benda ke arah tubuh penderita tidak menyebabkan nyeri.



DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, yaitu timbul rasa nyeri jika tangan diangkat melebihi bahu.

Kadang pemeriksaan artogram bisa menunjukkan adanya robekan total dari tendon rotator cuff, tetapi kurang sensitif dalam menunjukkan robekan parsial.

PENGOBATAN
Tendon yang mengalami cedera diistirahatkan dan dilakukan latihan untuk memperkuat bahu.

Penderita sebaiknya menghindari gerakan mendorong benda atau mengangkat sikut melebihi bahu.

Kadang perlu dilakukan pembedahan jika cederanya sangat berat atau jika tendon robek total atau jika dalam waktu 1 tahun keadaan tidak membaik.










































Tendinitis Poplitealis

DEFINISI
Tendinitis Poplitealis adalah sebuah robekan di dalam tendon popliteus, yang berawal dari permukaan luar pada dasar tulang paha (femur) dan menyilang ke bagian belakang lutut, menuju ke sisi sebelah dalam dari bagian atas tulang kering (tibia).

PENYEBAB
Tendon popliteus bertugas mencegah terputarnya tungkai bawah keluar selama berlari.
Pemutaran ke dalam yang berlebihan (pronasi) di kaki (misalnya ketika berlari menuruni bukit), cenderung memberikan tekanan berlebihan pada tendon ini sehingga tendon bisa mengalami robekan.

GEJALA
Sakit dan nyeri (terutama jika berlari menuruni bukit), dirasakan di sepanjang lutut bagian luar.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala.

PENGOBATAN
Penderita tidak boleh berlari sampai daerah yang terkena bebas dari nyeri dan tidak boleh lari menuruni bukit paling sedikit selama 3 minggu setelah diperbolehkan lari kembali.
Selama proses penyembuhan, penderita boleh mengganti kegiatannya dengan bersepeda.

Pelapis sepatu, terutama bentuk segitiga, dipasang di depan tumit untuk membantu mencegah terputarnya kaki ke dalam.





















Tendinitis Achilles

DEFINISI
Tendinitis Achilles adalah suatu peradangan pada tendon Achilles, yaitu urat daging yang membentang dari otot betis ke tumit.

Otot betis dan tendon Achilles berfungsi menurunkan kaki bagian depan setelah tumit menyentuh tanah dan mengangkat tumit ketika jari-jari kaki ditekan sebelum melangkah dengan kaki yang lainnya.

PENYEBAB
Tendinitis achilles terjadi jika tekanan pada tendon lebih besar dibandingkan dengan kekuatan tendon tersebut.
Berlari menuruni bukit memberikan tekanan lebih pada tendon achilles karena kaki bagian depan harus melangkah lebih jauh sebelum menyentuh tanah.
Berlari menaiki bukit juga memberikan tekanan berlebih pada tendon achilles karena otot betis harus mengerahkan tenaga lebih besar untuk mengangkat tumit ketika jari-jari kaki didorong.

Berbagai faktor biomekanik yang cenderung menyebabkan cedera pada tendon Achilles:
- Pronasi (berputar ke dalam) kaki yang berlebihan
- Kebiasaan berpijak terlalu jauh dari tumit
- Urat lutut dan otot betis yang kaku
- Lengkung kaki yang tinggi
- Tendon Achilles yang kaku
- Kelainan bentuk tumit.

GEJALA
Gejala utamanya adalah nyeri, yang biasanya sangat hebat jika penderita bangun dari duduk atau berbaring atau ketika penderita mulai berlari.
Nyeri seringkali mereda jika penderita terus berjalan atau lari, walalupun terasa nyeri dan kaku.

Tendon Achilles terbungkus dalam suatu selubung pelindung; diantara tendon dan selubungnya terdapat lapisan lemak yang tipis, yang memungkinkan tendon bergerak dengan bebas.
Jika tendon mengalami cedera, akan terbentuk jaringan parut diantara tendon dan selubungnya, sehingga setiap kali bergerak, tendon akan menarik selubung pembungkusnya. Itulah sebabnya mengapa pergerakan menyebabkan rasa nyeri.

Terus berjalan atau berlari akan mengurangi nyeri karena menyebabkan meningkatnya suhu dari selubung, sehingga menjadi lebih lentur dan tendon dapat bergerak lebih bebas.

Menekan tendon biasanya juga akan menyebabkan nyeri.

Jika penderita tidak menghiraukan nyeri yang terjadi dan terus berlari, maka jaringan parut yang kaku akan menggantikan tendon yang elastik dan tendon akan selalu terluka selama penderita melakukan latihan, tanpa disertai kemungkinan untuk sembuh.

DIAGNOSA
Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya nyeri tumpul di sepanjang tendon yang terkena dan jika diberikan tahanan terhadap otot yang menempel pada tendon tersebut, maka akan timbul nyeri.

PENGOBATAN
Berhenti berlari dan menggantinya dengan bersepeda selama nyeri menetap, merupakan bagian penting dari pengobatan.

Tindakan lainnya tergantung kepada penyebab atau keadaan penderita.
Menggunakan sepatu dengan bagian telapak yang lentur dan pemasangan lapisan sepatu bisa mengurangi ketegangan tendon dan menstabilkan tumit.

Latihan untuk meregangkan otot lutut bisa dimulai segera setelah nyeri hilang.
Demikian pula halnya dengan latihan untuk memperkuat tendon Achilles.

Penderita sebaiknya tidak berlari menaiki bukut atau menuruni bukit dengan kecepatan tinggi sampai tendonnya telah sembuh sempurna, yang biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu sampai beberapa tahun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar